Harga Perak Terbang 81% Tahun Ini, Bakal Terus Meroket Saingi Emas?

M Nurhadi

Rabu, 15 Oktober 2025 | 16:13 WIB
Harga Perak Terbang 81% Tahun Ini, Bakal Terus Meroket Saingi Emas?
Ilustrasi logam perak [Unsplash]
baca 10 detik
  • Harga perak (XAG) mencetak rekor baru, melonjak 81,63% sepanjang 2025, jauh melampaui emas yang naik 60%.
  • Meski sempat koreksi tajam, harga perak kini berada di US$52,33 per troy ons dan mendorong saham-saham komoditas perak domestik.
  • Tekanan The Fed dan kenaikan rasio Emas/Perak memicu kehati-hatian investor terhadap potensi koreksi lebih dalam.

Suara.com - Fenomena kenaikan harga di pasar komoditas logam mulia tidak hanya didominasi oleh emas. Harga perak pun turut terseret naik, bahkan mencetak rekor dan menunjukkan kinerja yang jauh lebih unggul sepanjang tahun ini.

Pada perdagangan intraday Rabu (15/10/2025) pukul 12.20 WIB, harga perak di pasar spot (XAG) tercatat menguat 1,76%, bertengger di level US$52,33 per troy ons.

Kenaikan ini terjadi setelah perak sempat mengalami penurunan tajam pada perdagangan sebelumnya setelah menyentuh level tertinggi baru di US$53,6 per troy ons.

Secara keseluruhan, kinerja perak pada tahun 2025 sangat fantastis. Harga perak telah melonjak sebesar 81,63% sejak awal tahun, melampaui kenaikan harga emas yang "hanya" meroket 60%.

Kenaikan harga perak yang terus mencetak rekor ini secara langsung mendorong kenaikan saham-saham perusahaan komoditas perak di Indonesia. 

Meskipun tren jangka panjangnya sangat positif, pasar perak menunjukkan volatilitas tinggi. Setelah menyentuh puncak, harga perak sempat terkoreksi tajam, turun 1,31% ke level US$51,64 per troy ons pada perdagangan hari Selasa.

Koreksi mendalam ini mengisyaratkan bahwa meskipun tren jangka panjangnya kuat, potensi koreksi yang lebih besar tetap ada.

Saat ini, rasio Emas/Perak (perbandingan nilai perak terhadap emas) telah naik melewati angka 80. Angka rasio yang tinggi ini mengindikasikan bahwa emas saat ini mengungguli perak.

Dalam konteks historis, rasio setinggi ini seringkali menyiratkan bahwa perak dinilai terlalu rendah (undervalued) dalam jangka panjang.

baca juga

Namun, untuk waktu dekat, kondisi ini menandakan kelemahan relatif perak dan potensi pergeseran minat investor menuju aset yang dianggap lebih aman, yaitu emas.

Tekanan terbesar bagi perak datang dari Amerika Serikat. Semua mata tertuju pada Federal Reserve (The Fed), terutama setelah data ekonomi terbaru, termasuk laporan Consumer Price Index (CPI) September 2025, menunjukkan tingkat inflasi inti yang tetap tinggi di 3,9%.

Data ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed tidak akan segera memangkas suku bunga.

Kebijakan suku bunga tinggi ini memperkuat nilai Dolar AS, yang secara historis menjadi penghambat besar (headwind) bagi harga perak yang diperdagangkan dalam mata uang dolar.

Di sisi fundamental, permintaan perak mendapat dukungan kuat dari transisi energi hijau. Perak memiliki konduktivitas listrik yang tinggi sehingga sangat vital dalam industri elektronik dan energi surya.

Laporan industri memproyeksikan instalasi panel surya global pada tahun 2025 akan tumbuh sebesar 20% dibandingkan tahun sebelumnya, yang tentu mendongkrak permintaan industri.

Namun, data manufaktur dari Tiongkok yang cenderung lesu sedikit meredam optimisme industri tersebut. Hal ini menciptakan gambaran yang bertentangan bagi nilai fundamental perak.

Bagi trader dan investor, lingkungan pasar saat ini sangat fluktuatif, mengingatkan pada lonjakan harga dan kejatuhan yang terjadi pada tahun 2011.

Sehingga, para pelaku pasar disarankan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan strategi yang dapat mengambil untung dari perubahan harga yang cepat (price swings), sambil mengelola risiko secara cermat di tengah tingginya volatilitas yang terjadi dalam beberapa pekan mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Kaget! Harga Emas Antam Tembus Rp 2.383.000 per Gram Hari Ini

Jangan Kaget! Harga Emas Antam Tembus Rp 2.383.000 per Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 10:00 WIB

Emas Terbang Tinggi! Harga Antam Tembus Rp 2.596.000, Cetak Rekor di Pegadaian

Emas Terbang Tinggi! Harga Antam Tembus Rp 2.596.000, Cetak Rekor di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 07:17 WIB

Bahlil Sebut Pasokan Bahan Baku Emas Terganggu Atas Insiden Freeport

Bahlil Sebut Pasokan Bahan Baku Emas Terganggu Atas Insiden Freeport

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:38 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×