Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Kepemilikan Bitcoin Korporat Meledak 40 Persen, Sentuh Rekor US$117 Miliar

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:37 WIB
Kepemilikan Bitcoin Korporat Meledak 40 Persen, Sentuh Rekor US$117 Miliar
Ilustrasi Bitcoin (Unsplash)
  • Laporan terbaru Bitwise menunjukkan jumlah perusahaan publik yang memegang Bitcoin melonjak hampir 40% dalam satu kuartal.
  • Total kepemilikan korporat kini melebihi US$117 miliar, menandakan keyakinan jangka panjang yang mendalam di tengah guncangan pasar.
  • Kondisi ini secara fundamental mengurangi pasokan yang tersedia di pasar terbuka.

Suara.com - Gelombang adopsi Bitcoin (BTC) di kalangan korporasi global dilaporkan mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan kini secara kolektif memegang aset digital ini senilai lebih dari US$117 miliar, sebuah angka yang mencerminkan 4,87% dari total pasokan Bitcoin yang beredar.

Dikutip via Binance, peningkatan adopsi ini didokumentasikan secara rinci dalam Laporan Adopsi Bitcoin Korporat Kuartal III oleh Bitwise Asset Management.

Laporan tersebut—mengutip data dari BitcoinTreasuries.NET—mengungkapkan lonjakan jumlah perusahaan publik yang memasukkan BTC ke dalam neraca mereka.

Jumlahnya melonjak hampir 40% hanya dalam satu kuartal, meningkat dari 124 perusahaan pada bulan Juni menjadi 172 perusahaan pada bulan September.

Kenaikan ini menandai masuknya 48 pendatang baru di ruang kas Bitcoin korporat antara Juli dan September.

Hunter Horsley, CEO Bitwise, menggambarkan angka-angka tersebut sebagai "sama sekali luar biasa."

Melalui unggahan di platform X, ia menegaskan sentimen pasar: "Orang-orang ingin memiliki Bitcoin. Perusahaan pun demikian.” Total kepemilikan Bitcoin korporat kini telah mencapai rekor US$117 miliar, meningkat 28% dari kuartal sebelumnya, mewakili lebih dari satu juta BTC. 

Para analis pasar melihat tren akumulasi ini sebagai bukti kuat dari keyakinan institusional yang semakin dalam, bahkan di tengah volatilitas harga kripto baru-baru ini.

Rachael Lucas, seorang analis dari BTC Markets, menjelaskan bahwa akumulasi yang terus meningkat menunjukkan bahwa “Pemain Besar Semakin Bertaruh, Bukan Menghindar.”

Menurut Lucas, keputusan perusahaan-perusahaan ini bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek, melainkan hasil dari pertimbangan strategis jangka panjang.

“Mereka membuat keputusan jangka panjang tentang aset digital sebagai bagian dari strategi kas mereka, bukan mengejar keuntungan jangka pendek,” ujarnya.

Partisipasi masif ini, yang melibatkan perusahaan besar dan bahkan entitas berdaulat, secara efektif melegitimasi crypto sebagai kelas aset arus utama dan meletakkan dasar bagi inovasi keuangan baru di masa depan, mulai dari pinjaman berbasis Bitcoin hingga pasar derivatif.

MicroStrategy, yang dipimpin oleh Michael Saylor, tetap menjadi pemegang korporat terbesar, kini memiliki 640.250 BTC setelah pembelian terbarunya pada 6 Oktober.

Sementara itu, MARA Holdings, penambang crypto yang berbasis di AS, menempati peringkat kedua dengan kepemilikan 53.250 BTC setelah akuisisi terbarunya awal pekan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Kripto Anklok Parah, Bitcoin Diprediksi Rebound Pasca Guncangan Tarif AS-China

Pasar Kripto Anklok Parah, Bitcoin Diprediksi Rebound Pasca Guncangan Tarif AS-China

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 10:13 WIB

Trump Bikin Bitcoin Anjlok, Ini Penyebab dan Prediksi Harganya

Trump Bikin Bitcoin Anjlok, Ini Penyebab dan Prediksi Harganya

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 08:26 WIB

Apa Itu XAUUSD dan Pengaruhnya Terhadap Harga Emas

Apa Itu XAUUSD dan Pengaruhnya Terhadap Harga Emas

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 16:32 WIB

Terkini

Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 23:27 WIB

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 22:48 WIB

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 20:29 WIB

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:53 WIB

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:46 WIB

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:41 WIB

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:31 WIB

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:21 WIB

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:12 WIB