PTBA Tawarkan Briket Tanpa Asap Sebagai Solusi Masak Murah Menu MBG

Liberty Jemadu | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 20 Oktober 2025 | 19:37 WIB
PTBA Tawarkan Briket Tanpa Asap Sebagai Solusi Masak Murah Menu MBG
PT Bukit Asam mereaktivasi proyek briket tanpa asap, yang ditawarkan untuk memasak menu MBG dengan harga harga lebih murah. [Dok PTBA]
  • PTBA  mengatakan briket bisa menjadi alternatif pengganti gas LPG, dengan harga jauh lebih murah.
  • Saat ini briket sudah mengalami transformasi, sudah lebih ramah lingkungan, tanpa mengeluarkan asap saat digunakan.
  • PTBA mengoperasikan dua fasilitas produksi briket batu bara, yakni Pabrik Briket Tanjung Enim yang telah beroperasi sejak 1993 dan Pabrik Briket Natar di Lampung.

Suara.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah melakukan reaktivasi briket sebagai bahan bakar baru yang rama lingkungan, yang akan ditawarkan untuk dijadikan bakar bakar memasak menu program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto pada diskusi yang digelar BPI Danantara dan HIPMI di Jakarta pada Senin (20/10/2025), mengatakan briket sempat dikembangkan tapi kalah populer dari LPG.

"Yang kami mau angkat, reaktivasi lagi adalah briket. Briket ini sudah pernah mau bergerak, cuman kalah sama LPG pada waktu itu," kata Turino.

Dia menjelaskan briket bisa menjadi alternatif pengganti gas LPG. Apalagi menurutnya bahan bakar gas itu membutuhkan subsidi yang sangat besar dari pemerintah. Saat ini briket sudah mengalami transformasi, sudah lebih ramah lingkungan, tanpa mengeluarkan asap saat digunakan.

"Briket hari ini sudah bagus, kompornya sudah cantik, sudah tidak ada asapnya lagi. Sulfurnya sudah decarbonize, sehingga lebih bersih," jelasnya.

Dia pun menyebut bahwa briket sangat berpeluang sebagai alternatif bahan bakar selain gas LPG.

"Jadi bayangkan nanti kalau briket-nya, subsidi LPG nya dicabut, saya kira briket bisa jadi alternatif, tentu untuk industri-industri yang masak-nya agak lama, seperti catering," kata Turino.

Selain itu juga bisa dimanfaatkan dalam memasak program andalan Presiden Prabowo Subianto, makan bergizi gratis atau MBG.

"MBG sangat bisa. Dia-kan (briket) nyala dari jam satu malam sampai pagi, itu bisa lebih murah," ujar Turino.

Pada Juli lalu PTBA mengumumkan pengembangan kembali briket sebagai salah satu wujud hilirisasi batu bara. PTBA mengoperasikan dua fasilitas produksi briket batu bara, yakni Pabrik Briket Tanjung Enim yang telah beroperasi sejak 1993 dan Pabrik Briket Natar di Lampung.

Melalui kedua fasilitas ini, PTBA menghadirkan produk Briket Super PTBA, yang diproses melalui karbonisasi, sehingga nilai kalorinya meningkat dari sekitar 4.800–5.000 menjadi 5.300–5.800 kcal/kg (GAR). Briket ini menawarkan nyala bersih tanpa jelaga, hemat energi, serta aman digunakan karena tidak beracun dan bebas risiko ledakan.

Selain itu, abu sisa pembakaran briket masih dapat dimanfaatkan kembali, antara lain sebagai abu gosok, bahan campuran pupuk, hingga material tambahan bangunan, menjadikannya produk yang mendukung prinsip ekonomi sirkular.

Untuk mendukung pemanfaatan briket secara maksimal, PTBA turut memproduksi tungku briket portabel guna memudahkan konsumen dalam penggunaan sehari-hari. Dengan kapasitas produksi mencapai 10.000 ton per tahun, perusahaan terus berupaya meningkatkan volume produksi seiring pertumbuhan permintaan pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PTBA: Proyek DME Mulai 2026, Butuh Rp 40 Triliun untuk Bangun Pabrik

PTBA: Proyek DME Mulai 2026, Butuh Rp 40 Triliun untuk Bangun Pabrik

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 18:54 WIB

Gasifikasi Batu Bara, Pekerjaan Rumah Tertunda Bukit Asam

Gasifikasi Batu Bara, Pekerjaan Rumah Tertunda Bukit Asam

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 12:41 WIB

Bukit Asam (PTBA) Raup Laba Bersih Rp 5,10 Triliun di 2024

Bukit Asam (PTBA) Raup Laba Bersih Rp 5,10 Triliun di 2024

Bisnis | Senin, 14 April 2025 | 14:53 WIB

Skandal Tambang Mengguncang Andalas dan Bukit Asam, Negara Rugi Rp488 Miliar Diungkap BPK

Skandal Tambang Mengguncang Andalas dan Bukit Asam, Negara Rugi Rp488 Miliar Diungkap BPK

Bisnis | Jum'at, 11 Oktober 2024 | 14:12 WIB

KPK Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Pengerjaan Retrofit Sistem Sootblowing PLTU Bukit Asam

KPK Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Pengerjaan Retrofit Sistem Sootblowing PLTU Bukit Asam

News | Selasa, 09 Juli 2024 | 20:30 WIB

Terkini

Jelang Libur Lebaran, IHSG Dibuka Mulai Bangkit

Jelang Libur Lebaran, IHSG Dibuka Mulai Bangkit

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:14 WIB

BI Beberkan Kerugian jika Masyarakat Tukar Uang Lebaran Ditempat Tidak Resmi

BI Beberkan Kerugian jika Masyarakat Tukar Uang Lebaran Ditempat Tidak Resmi

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:41 WIB

Tinjau PLTA Saguling, Wamen ESDM Jamin Stabilitas Pasokan Listrik Jawa-Bali

Tinjau PLTA Saguling, Wamen ESDM Jamin Stabilitas Pasokan Listrik Jawa-Bali

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:19 WIB

AS Selidiki Perdagangan RI Lewat Section 301, Pemerintah Ancang-ancang Siapkan Respons

AS Selidiki Perdagangan RI Lewat Section 301, Pemerintah Ancang-ancang Siapkan Respons

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:48 WIB

IHSG Jeblok Jelang Lebaran, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Bagus

IHSG Jeblok Jelang Lebaran, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Bagus

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:45 WIB

Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga, Stabilitas Rupiah Jadi Pertimbangan Utama

Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga, Stabilitas Rupiah Jadi Pertimbangan Utama

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:31 WIB

Purbaya Akui Prabowo Bolehkan Batas Defisit APBN Lebihi 3 Persen, Tapi Ada Syaratnya

Purbaya Akui Prabowo Bolehkan Batas Defisit APBN Lebihi 3 Persen, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:30 WIB

Rupiah Tembus Rp 17 Ribu, Purbaya Sewot: Tanya BI, Kalau Saya Ngomong Nanti Bahaya

Rupiah Tembus Rp 17 Ribu, Purbaya Sewot: Tanya BI, Kalau Saya Ngomong Nanti Bahaya

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:00 WIB

Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Akan Dipotong di Tengah Efisiensi Akibat Konflik di Teluk

Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Akan Dipotong di Tengah Efisiensi Akibat Konflik di Teluk

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 21:15 WIB

Skandal BNI, Kronologi Hilangnya Uang Jemaat Gereja di Rantauprapat Rp 28 Miliar

Skandal BNI, Kronologi Hilangnya Uang Jemaat Gereja di Rantauprapat Rp 28 Miliar

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 21:04 WIB