Rupiah Tumbang Dihantam Sentimen Global dan Lokal

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Selasa, 21 Oktober 2025 | 15:41 WIB
Rupiah Tumbang Dihantam Sentimen Global dan Lokal
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan sesi Selasa (21/10/2025) pukul 15.05 WIB, Rupiah spot berada di level Rp16.587 per dolar AS.
  • Sementara itu, berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia, Rupiah dipatok di level Rp16.589.
  • Pelemahan mata uang Garuda ini sejalan dengan tren di kawasan Asia.

Suara.com - Nilai tukar Rupiah mengakhiri perdagangan sore ini dengan pelemahan tipis. Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan sesi Selasa (21/10/2025) pukul 15.05 WIB, Rupiah spot berada di level Rp16.587 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,07 persen dari penutupan sehari sebelumnya di Rp16.575.

Sementara itu, berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia, Rupiah dipatok di level Rp16.589.

Pelemahan mata uang Garuda ini sejalan dengan tren di kawasan Asia, di mana mata uang regional kompak keok melawan dominasi dolar AS. Won Korea mencatat pelemahan terdalam (0,61 persen), disusul Yen Jepang (0,32 persen) dan Baht Thailand (0,30 persen).

Pengamat forex, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan pelemahan Rupiah dipicu oleh kombinasi tekanan dari faktor eksternal dan internal.

"Pelaku pasar global terus mencermati perkembangan seputar penutupan pemerintah federal AS (government shutdown) yang kini telah memasuki hari ke-21," kata Ibrahim.

Selain itu kegagalan para senator untuk menyelesaikan kebuntuan dalam pemungutan suara pada hari Senin membuat jeda pendanaan ini menjadi yang terpanjang ketiga dalam sejarah modern AS. Ketidakpastian politik di negara adidaya ini selalu memicu penguatan dolar AS sebagai aset safe haven.

Dari dalam negeri, sentimen datang dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang disebut berpeluang merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025. Aturan ini sebelumnya mewajibkan eksportir menempatkan 100% Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri selama 12 bulan.

Evaluasi yang kerap disuarakan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas mengenai penerapan DHE SDA ini menimbulkan spekulasi di pasar. Kekhawatiran akan pelonggaran aturan DHE dapat mengurangi pasokan dolar AS di pasar domestik, sehingga turut menekan nilai tukar Rupiah.

Meskipun demikian, mata uang Yuan China dan Dolar Hong Kong mampu menahan laju dolar AS, menunjukkan adanya perbedaan fundamental yang terjadi di pasar Asia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Makin Gagah Lawan Dolar Amerika, Sentuh Level Rp 16.571

Rupiah Makin Gagah Lawan Dolar Amerika, Sentuh Level Rp 16.571

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 09:49 WIB

Stimulus Baru Pemerintah Dorong Rupiah Hajar Dolar AS Hari Ini

Stimulus Baru Pemerintah Dorong Rupiah Hajar Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 15:44 WIB

Satu Tahun Kinerja Prabowo - Gibran, Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS

Satu Tahun Kinerja Prabowo - Gibran, Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 10:00 WIB

Terkini

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:42 WIB

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:37 WIB

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27 WIB

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:25 WIB

×