Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

PTBA Jajal Peluang Gandeng China di Proyek DME usai Ditinggal Investor AS

Dicky Prastya

Jum'at, 24 Oktober 2025 | 21:09 WIB
PTBA Jajal Peluang Gandeng China di Proyek DME usai Ditinggal Investor AS
Ilustrasi PTBA. Foto: Pengangkutan batu bara yang dilakukan PTBA.
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA) masih menjajaki investor untuk proyek DME, dengan China sebagai kandidat terkuat saat ini.
  • Proyek DME ditargetkan mulai groundbreaking pada 2026 dan akan menggunakan 800 juta ton cadangan batu bara di Sumatera Selatan.
  • PTBA tetap berkomitmen mendukung hilirisasi batu bara meski proyek DME sempat tertunda akibat mundurnya mitra Air Products pada 2023.

Suara.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memberikan sinyal bahwa investor China bisa menjadi mitra potensial dalam proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).

"So far sih China ya," kata Corporate Communication & Government Relations Department Head PTBA, Dinna Permana Setyani saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/10/2025).

Kendati begitu Dinna mengakui kalau PTBA saat ini masih dalam tahap kajian soal kelanjutan proyek DME dengan para calon investor.

“Kalau untuk DME, kami memang masih dalam tahap penjajakan. Saat ini kita masih menunggu investor dan lain sebagainya," lanjut dia.

Dinna juga belum memberikan bocoran soal skala maupun nilai investasi proyek DME yang diharapkan bisa menggantikan liquefied petroleum gas (LPG) tersebut.

Namun dia memastikan PTBA masih merencanakan Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, menjadi kawasan industri proyek DME. Lebih lagi proyek ini sudah dicanangkan sejak tahun 2020 lalu.

Corporate Communication & Government Relations Department Head PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Dinna Permana Setyani saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/10/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
Corporate Communication & Government Relations Department Head PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Dinna Permana Setyani saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/10/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]

"Rencananya seperti itu," ungkapnya.

Kendati begitu Dinna memastikan kalau PTBA tetap siap mendukung program Pemerintah untuk melanjutkan hilirisasi batu bara.

“Intinya apapun yang ditugaskan pemerintah, PTBA pasti akan mendukung. Kami siap melanjutkan proyek ini sesuai arahan pemerintah,” jelasnya.

Diketahui proyek gasifikasi batu bara menjadi dimetil eter atau DME ditargetkan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mulai digarap pada 2026. Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto menyebut gasifikasi batu bara menjadi salah satu bagian program hilirisasi yang mereka canangkan.

Turino, yang ditemui dalam agenda diskusi yang digelar Danantara dengan HIPMI di Jakarta pada Senin (20/10/2025), mengatakan peletakan batu pertama untuk proyek ambisius itu akan dimulai tahun depan.

"(Tahun depan) mulai groundbreaking, InsyaAllah," ujar Turino.

Dia mengatakan PTBA telah mengalokasikan sebesar 800 juta ton dari 2,9 miliar ton cadangan batu bara yang tersedia untuk program hilirisasi ini.

Sebanyak 800 juta ton batu bara itu berada di Sumatera Selatan. Cadangan itu bukan hanya untuk DME, tetapi untuk produk turunan batu bara lainnya seperti amonia, metanol hingga kalium humat.

Khusus untuk kebutuhan DME, disebutnya dibutuhkan batu bara sekitar 5-6 juta ton per tahun.

Sebagai tindak lanjut dari program hilirisasi itu, PTBA akan membangun pabrik DME berskala besar.

Meski demikian, Turino mengakui pihaknya ini sedang bernegosiasi dengan Danantara terkait skala ekonomi DME. Apa lagi mengingat investasi yang sangat besar, sementara pasar yang tersedia terbatas.

Sebelumnya PTBA sempat sudah sepakat dengan perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products & Chemicals Inc untuk mengembangkan DME. Air Products hengkang pada 2023 lalu dan proyek tersebut terus tertunda realisasinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bom Waktu Utang Whoosh: Deretan BUMN Ini Ikut Kena 'Getah' Proyek Kereta Cepat

Bom Waktu Utang Whoosh: Deretan BUMN Ini Ikut Kena 'Getah' Proyek Kereta Cepat

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 15:21 WIB

Clara Shinta Minta Cerai Gegara Suami Kecanduan Drama China hingga Lupa Perhatikan Istri

Clara Shinta Minta Cerai Gegara Suami Kecanduan Drama China hingga Lupa Perhatikan Istri

Your Say | Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:15 WIB

Drama China Bikin Cerai? Clara Shinta Bongkar Masalah Rumah Tangganya

Drama China Bikin Cerai? Clara Shinta Bongkar Masalah Rumah Tangganya

Your Say | Kamis, 23 Oktober 2025 | 16:05 WIB

Sinopsis Drama China Blood River, Kisah Gong Jun di Organisasi Misterius

Sinopsis Drama China Blood River, Kisah Gong Jun di Organisasi Misterius

Your Say | Kamis, 23 Oktober 2025 | 10:31 WIB

Misteri Saluran Air Sawah Besar: Proyek Gali Gorong-gorong Temukan Kuburan China Kuno Era 1960

Misteri Saluran Air Sawah Besar: Proyek Gali Gorong-gorong Temukan Kuburan China Kuno Era 1960

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 12:08 WIB

China Sindir Menkeu Purbaya Soal Emoh Bayar Utang Whoosh: Untung Tak Cuma Soal Angka!

China Sindir Menkeu Purbaya Soal Emoh Bayar Utang Whoosh: Untung Tak Cuma Soal Angka!

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 15:11 WIB

Terkini

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:26 WIB

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:22 WIB

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:22 WIB

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:01 WIB

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:54 WIB

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB