- Persija Jakarta kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo pada hari Minggu.
- Pelatih Shin Tae-yong menyatakan kekalahan tersebut disebabkan oleh minimnya waktu persiapan dan masalah komunikasi pemain.
- Pemain Rio Fahmi mengakui tim hanya berlatih singkat sehingga kondisi fisik belum optimal untuk turnamen.
Suara.com - Persija Jakarta harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya usai kalah tipis 0-1 dalam laga penyisihan Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu malam.
Meski tumbang, pelatih Shin Tae-yong tetap mengapresiasi kerja keras para pemainnya.
“Kedua tim memang bekerja keras, dan saya berterima kasih kepada para pemain Persija karena tetap memberikan yang terbaik di lapangan,” ujar Shin Tae-yong.
Shin menilai kekalahan ini tidak lepas dari minimnya waktu persiapan tim jelang turnamen.
Shin mengungkapkan skuad Persija baru menjalani latihan dalam waktu singkat, bahkan belum sempat mematangkan aspek taktik secara menyeluruh.
“Kami belum pernah latihan taktik dan belum bisa menyatukan permainan antarpemain. Mungkin dari pandangan suporter permainan kami belum tajam, tetapi secara fisik akan semakin membaik,” katanya.
Pelatih asal Korea Selatan itu juga menyoroti gol bunuh diri yang menjadi penentu kekalahan Macan Kemayoran.
Menurutnya, insiden tersebut terjadi akibat kurangnya komunikasi antara lini belakang dan penjaga gawang.
Meski hasil kurang memuaskan, Shin memastikan tidak akan melakukan perubahan besar dalam waktu dekat.
Shin menyebut tim pelatih masih akan mempertahankan formasi yang ada jelang laga berikutnya melawan Port FC.
Sementara itu, pemain Persija, Rio Fahmi, mengakui timnya menghadapi pertandingan yang berat karena persiapan yang terbatas.
Rio Fahmi menyebut kondisi fisik tim juga belum sepenuhnya optimal.
“Ini bukan pertandingan yang mudah bagi kami karena baru latihan sekitar satu sampai dua minggu. Kami belum ada persiapan fisik yang maksimal, tetapi saya percaya tim ini bisa melangkah lebih jauh dan lebih baik lagi ke depannya,” ujar Rio. [Antara]