Prabowo Minta DHE Ditinjau Ulang, BI: Bagus Untuk Dukung Stabilitas Rupiah

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 24 Oktober 2025 | 17:59 WIB
Prabowo Minta DHE Ditinjau Ulang, BI: Bagus Untuk Dukung Stabilitas Rupiah
Bank Indonesia mengatakan kebijakan Devisa Hasil Ekspor atau DHE berdampak positif. Foto: Uang dolar Amerika Serikat. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya mengatakan progres DHE berjalan baik, baik dari sisi dampak terhadap devisa di pasar, maupun pada instrumen operasi moneter valas.
  • Tingkat kepatuhan eksportir dalam menyimpan DHE SDA pada rekening khusus (reksus) sangat tinggi, yakni mencapai sekitar 95 persen.
  • DHE belum serta merta meningkatkan cadangan devisa nasional.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengklaim pengelolaan devisa hasil ekspor atau DHE memiliki progres yang positif, demikian disampaikan Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya.

Hal itu disampaikan Juli menanggapi pertanyaan wartawan soal permintaan Presiden Prabowo untuk meninjau ulang kebijakan DHE, yang mewajibkan eksportir sektor pertambangan (kecuali migas), perkebunan, kehutanan, dan perikanan untuk menempatkan 100 persen devisa hasil ekspor dalam rekening di bank nasional selama 12 bulan.

"Yang ingin saya tekankan, progresnya tetap berjalan baik. Baik dari sisi dampak terhadap devisa di pasar, maupun pada instrumen operasi moneter valas BI," kata Juli di Bukittinggi, Sumatera Barat pada Jumat (24/10/2025).

"Kami berharap kebijakan ini konsisten mendukung stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat cadangan devisa kita," ujarnya.

Sebelumnya Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, pada Rabu (24/10/2025), mengatakan tingkat kepatuhan eksportir dalam menyimpan DHE SDA pada rekening khusus (reksus) sangat tinggi, yakni mencapai sekitar 95 persen.

Dari total penempatan dana di reksus tersebut, mayoritas atau sekitar 78,2 persen digunakan eksportir untuk mengonversi valas ke rupiah. Langkah konversi ini yang mendorong penambahan pasokan dolar di pasar valas domestik.

“Tapi intinya, untuk PP DHE, saya rasa sejauh ini eksportir sudah menjalankan sesuai yang diamanahkan,” kata Destry.

Meski demikian Destry mengungkapkan DHE belum serta merta meningkatkan cadangan devisa nasional.

“Penambahan valas itu tidak langsung serta-merta akan meningkatkan cadangan devisa kita. Kenapa? Karena valas itu justru dipakai untuk menambah suplai valas di pasar valas domestik,” terang dia.

baca juga

Presiden Prabowo sebelumnya meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau ulang kebijakan DHE, yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025.

Hal itu diungkap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai rapat terbatas yang digelar di rumah Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan pada 16 Oktober 2025 lalu.

"Bapak Presiden menghendaki untuk kita terus-menerus melakukan review terhadap peraturan-peraturan yang berkenaan dengan masalah keuangan kita, termasuk di dalamnya tentang aturan devisa hasil ekspor," kata Prasetyo.

Adapun posisi cadangan devisa Indonesia mencapai 148,7 miliar dolar AS per September 2025. Jumlah ini mengalami penyusutan sebesar 2 miliar dolar AS dari sebelumnya 150,7 miliar dolar AS pada Agustus 2025.

BI memastikan cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Destry mencatat, dalam dua bulan terakhir terjadi outflow yang cukup besar, sehingga bank sentral perlu menggunakan sebagian cadangan devisa untuk melakukan intervensi di pasar valas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI: Uang Beredar Tembus Rp 9.771,3 Triliun, Ini Faktornya

BI: Uang Beredar Tembus Rp 9.771,3 Triliun, Ini Faktornya

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 11:08 WIB

Bank Indonesia Gebrak Pasar Korea! QRIS Jadi Andalan Transaksi

Bank Indonesia Gebrak Pasar Korea! QRIS Jadi Andalan Transaksi

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 08:06 WIB

BI Buka Ruang Turunkan Suku Bunga, Ini Alasannya

BI Buka Ruang Turunkan Suku Bunga, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 08:48 WIB

Bos BI : Bank Masih Lamban Turunkan Bunga Kredit

Bos BI : Bank Masih Lamban Turunkan Bunga Kredit

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 07:46 WIB

Modal Asing Kabur Rp87 Triliun Bikin Rupiah Meriang, Bos BI Buka Suara

Modal Asing Kabur Rp87 Triliun Bikin Rupiah Meriang, Bos BI Buka Suara

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:20 WIB

Terkini

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

×