Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Modal Tambahan Garuda dari Danantara Dipangkas, Rencana Ekspansi Armada Kandas

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 10 November 2025 | 19:06 WIB
Modal Tambahan Garuda dari Danantara Dipangkas, Rencana Ekspansi Armada Kandas
Pesawat Garuda Indonesia di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam, Provinsi Kepulauan Riau. [Dok.Antara]
  • Danantara mengurangi penyertaan modal ke Garuda Indonesia (GIAA).
  • Kondisi ini membuat GIAA membatalkan rencana penambahan armada baru.
  • Sebelumnya GIAA dijanjikan mendapat suntikan US$1,8 miliar, kini dipangkas drastis menjadi hanya US$1,4 miliar.

Suara.com - Rencana 'penyelamatan' PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) oleh PT Danantara Asset Management (DAM) mengalami revisi yang sangat signifikan. Investor dibuat terkejut setelah nilai penyertaan modal yang semula diproyeksikan mencapai US$1,8 miliar, kini dipangkas drastis menjadi hanya US$1,4 miliar atau setara dengan sekitar Rp23,67 triliun.

Revisi mendadak ini, yang dikonfirmasi Garuda melalui dokumen prospektus terbaru, membawa konsekuensi besar.

Dalam suratnya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dilihat Senin (10/11/2025) manajemen GIAA secara resmi mengumumkan pembatalan rencana ekspansi armada yang sebelumnya digadang-gadang sebagai pilar utama pemulihan maskapai pasca-restrukturisasi.

Penyesuaian nilai investasi sebesar US$400 juta ini langsung mengubah komposisi Private Placement atau PMTHMETD (Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu).

Jika rencana awal Garuda akan menerbitkan 407 miliar saham baru, kini jumlah tersebut dipangkas menjadi 315 miliar saham.

Manajemen Garuda menjelaskan bahwa dari total US$1,4 miliar dana yang disuntikkan, sekitar Rp17 triliun akan disetor tunai, sementara sisanya Rp6,6 triliun berasal dari konversi utang shareholder loan (SHL) yang telah diberikan Danantara.

Dampak dari pemangkasan dana ini adalah pergeseran alokasi prioritas. Rencana ambisius untuk ekspansi armada dan peremajaan pesawat terpaksa dibatalkan. Mayoritas dana tunai kini diarahkan untuk memperkuat likuiditas dan menopang operasional grup, dengan fokus tajam pada anak usaha.

Ironisnya, alokasi terbesar dari dana PMTHMETD justru disalurkan ke Citilink Indonesia. Sebanyak 63% dari dana yang terkumpul, atau setara Rp14,96 triliun, akan dialirkan ke Citilink yang tengah menghadapi tantangan finansial dan operasional berat. Sisanya, Rp8,7 triliun, akan digunakan induk usaha untuk kebutuhan operasional dan perawatan pesawat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Grab Akan Akuisisi GoTo, Danantara Bakal Dilibatkan

Grab Akan Akuisisi GoTo, Danantara Bakal Dilibatkan

Bisnis | Sabtu, 08 November 2025 | 20:32 WIB

Rencana Merger BUMN Karya Terus Digas, Tinggal Tunggu Kajian

Rencana Merger BUMN Karya Terus Digas, Tinggal Tunggu Kajian

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 13:40 WIB

Tegas! Ketua Banggar DPR Sebut Danantara yang Wajib Bayar Utang Whoosh

Tegas! Ketua Banggar DPR Sebut Danantara yang Wajib Bayar Utang Whoosh

News | Selasa, 04 November 2025 | 17:50 WIB

Terkini

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:10 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:09 WIB

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:05 WIB

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:00 WIB

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:44 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:23 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB