Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Pasar Kripto Goyang, Bitcoin Anjlok 30 Persen di Bawah USD90.000

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 18 November 2025 | 14:01 WIB
Pasar Kripto Goyang, Bitcoin Anjlok 30 Persen di Bawah USD90.000
Harga Bitcoin (BTC), mata uang kripto terbesar di dunia, resmi terperosok di bawah level psikologis USD90.000. Foto ist
baca 10 detik
  • Harga Bitcoin (BTC), mata uang kripto terbesar di dunia, resmi terperosok di bawah level psikologis USD90.000.
  • Kondisi ini membuat aset kripto paling populer itu anjlok 30 persen.
  •  Dalam 24 jam terakhir, BTC bahkan sempat menyentuh level terendah USD89.471,4.

Suara.com - Pasar kripto dilanda kepanikan masif pada hari Selasa (18/11/2025). Harga Bitcoin (BTC), mata uang kripto terbesar di dunia, resmi terperosok di bawah level psikologis USD90.000 untuk pertama kalinya dalam hampir tujuh bulan.

Penurunan tajam ini dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off global akibat ketidakpastian sikap Federal Reserve (The Fed) AS terhadap suku bunga.

Pada siang hari ini Bitcoin diperdagangkan anjlok 5,4 persen lebih rendah, mencapai USD90.091,5. Dalam 24 jam terakhir, BTC bahkan sempat menyentuh level terendah USD89.471,4.

Penurunan ini sangat brutal, menyeret harga Bitcoin sekitar 30 persen di bawah puncak yang dicapai pada akhir Oktober lalu di atas USD126.000. Kekalahan di level support sekitar USD94.000 memicu sinyal teknis yang mengkhawatirkan: "death cross" pada moving average jangka pendek versus jangka panjang.

Pemicu utama gejolak ini berasal dari Washington. Para investor semakin skeptis bahwa The Fed akan melaksanakan pemotongan suku bunga pada pertemuan bulan Desember.

Para pejabat The Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, telah mengisyaratkan keengganan untuk melakukan pelonggaran lebih lanjut, membuat pasar tidak yakin akan langkah bank sentral selanjutnya. Atmosfer risk-off semakin tebal menjelang rilis data ekonomi penting AS. Pasar sangat berhati-hati menanti laporan penggajian non-pertanian (NFP) bulan September yang tertunda akibat penutupan pemerintah AS baru-baru ini, yang dijadwalkan rilis pada hari Kamis.

Data menunjukkan, awal bulan ini saja, lebih dari USD19 miliar posisi leverage kripto dihapuskan dalam satu periode 24 jam, yang memicu aksi jual paksa berantai.

Kemerosotan Bitcoin menyeret pasar altcoin secara keseluruhan, mencerminkan penghindaran risiko yang meluas seperti Ethereum (ETH) turun 5,6 persen menjadi USD3.008,92, XRP merosot 4,4 persen ke USD2,15, Solana tertekan 4 persen, sementara Cardano tergelincir 5 persen, dan Polygon kehilangan 3 persen.

Kembalinya Bitcoin ke level di bawah USD90.000 menggarisbawahi betapa cepatnya kepercayaan investor memburuk. Pasar kini menilai ulang risiko geopolitik dan waktu pasti penurunan suku bunga AS, yang secara langsung menekan seluruh kompleks aset digital.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiru Negara ASEAN, Kemenkeu Bidik Tarif Cukai Minuman Manis Rp1.700/Liter

Tiru Negara ASEAN, Kemenkeu Bidik Tarif Cukai Minuman Manis Rp1.700/Liter

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 19:18 WIB

Harga Bitcoin Tertekan Menuju Level Kritis, Bearish atau Peluang Akumulasi Penguatan?

Harga Bitcoin Tertekan Menuju Level Kritis, Bearish atau Peluang Akumulasi Penguatan?

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 17:53 WIB

Under Invoicing Terungkap: Purbaya Soroti Kebocoran Pajak Bertahun-tahun

Under Invoicing Terungkap: Purbaya Soroti Kebocoran Pajak Bertahun-tahun

Video | Senin, 17 November 2025 | 11:59 WIB

Terkini

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:42 WIB

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:39 WIB

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:23 WIB

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:20 WIB

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kementerian Ekonomi Kreatif Susun Rindekraf Perkuat Talenta dan Daya Saing

Kementerian Ekonomi Kreatif Susun Rindekraf Perkuat Talenta dan Daya Saing

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

BTN dan BPS Berkolaborasi Hadirkan Solusi Berbasis Data Guna Perluas Akses Kepemilikan Rumah

BTN dan BPS Berkolaborasi Hadirkan Solusi Berbasis Data Guna Perluas Akses Kepemilikan Rumah

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:53 WIB

Transaksi Olein Tembus Rp7,3 Triliun dan Timah Rp2,6 Triliun di Tengah Gejolak Global

Transaksi Olein Tembus Rp7,3 Triliun dan Timah Rp2,6 Triliun di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:50 WIB

×