Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Triliunan Rupiah Menguap Gegara Bitcoin Anjlok, Ini Fakta-fakta yang Wajib Diketahui

M Nurhadi

Selasa, 18 November 2025 | 18:09 WIB
Triliunan Rupiah Menguap Gegara Bitcoin Anjlok, Ini Fakta-fakta yang Wajib Diketahui
Ilustrasi BTC
baca 10 detik
  • Perdagangan aset kripto pada awal November kedua mengalami tekanan berat.
  • Bitcoin (BTC) terkoreksi 14,63% dalam sebulan, sementara altcoin seperti Solana (SOL) terpukul lebih dalam.
  • Koreksi pasar ini dipicu kekhawatiran siklus halving historis dan gelombang likuidasi pada posisi leverage.

Data pasar menunjukkan fakta yang mengejutkan: nilai pasar Bitcoin telah tergerus lebih dari US$600 miliar atau setara dengan sekitar Rp 10.032 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.720) sejak mencapai puncaknya di atas level US$126.000 pada bulan Oktober lalu.

Ironisnya, koreksi tajam ini terjadi di tengah fundamental eksternal yang sebenarnya terlihat menguat.

Dukungan dari institusi keuangan Wall Street terus meningkat, arus masuk dana ke ETF Bitcoin masih mengalir deras, dan pemerintahan baru di bawah Donald Trump menunjukkan sikap yang sangat pro terhadap industri kripto.

Namun, realitas di pasar berkata lain; harga tetap rontok meski didukung sentimen positif tersebut.

Analis pasar menilai ada dua faktor utama yang memperburuk sentimen saat ini. Pertama adalah kekhawatiran investor terhadap pola historis siklus halving empat tahunan Bitcoin.

Jika dilihat secara historis, halving terakhir terjadi pada April 2024, dan puncak harga tercapai pada Oktober 2025. Pola ini memicu ketakutan bahwa setelah kenaikan besar tersebut, pasar akan memasuki fase koreksi dalam (bear market).

Faktor kedua adalah gelombang likuidasi pada posisi leverage. Peningkatan ketegangan perdagangan global telah memicu aksi jual besar-besaran di pasar derivatif kripto.

Hal ini menciptakan efek domino berupa margin call dan penjualan paksa (forced selling), yang menjelaskan mengapa penurunan harga berlangsung begitu cepat dan mengapa altcoin mengalami koreksi yang jauh lebih dalam dibandingkan Bitcoin.

Minimnya penopang beli di pasar membuat harga aset kripto sangat rentan terhadap volatilitas ekstrem.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Caviar Rilis iPhone 17 Pro Bitcoin Edition Berlapis Emas, Harga Tembus Rp 1,1 Miliar

Caviar Rilis iPhone 17 Pro Bitcoin Edition Berlapis Emas, Harga Tembus Rp 1,1 Miliar

Tekno | Selasa, 18 November 2025 | 17:39 WIB

Pasar Kripto Goyang, Bitcoin Anjlok 30 Persen di Bawah USD90.000

Pasar Kripto Goyang, Bitcoin Anjlok 30 Persen di Bawah USD90.000

Bisnis | Selasa, 18 November 2025 | 14:01 WIB

Harga Bitcoin Tertekan Menuju Level Kritis, Bearish atau Peluang Akumulasi Penguatan?

Harga Bitcoin Tertekan Menuju Level Kritis, Bearish atau Peluang Akumulasi Penguatan?

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 17:53 WIB

Terkini

Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas

Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:35 WIB

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:05 WIB

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:01 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:40 WIB

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:17 WIB

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:14 WIB

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:07 WIB

Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI

Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:35 WIB

Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu

Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:02 WIB

Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo

Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:48 WIB

×