Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Bursa Tertekan Aksi Taking Profit: IHSG Diprediksi Stabil, Cek Saham-saham Rekomendasi

M Nurhadi

Rabu, 19 November 2025 | 08:45 WIB
Bursa Tertekan Aksi Taking Profit: IHSG Diprediksi Stabil, Cek Saham-saham Rekomendasi
Ilustrasi bursa saham Cina. (Shutterstock)
  • Indeks Wall Street mengalami tekanan jual signifikan pada Selasa (18/11/2025) akibat aksi profit taking saham.
  • Kekhawatiran valuasi dan laporan kinerja Nvidia yang akan datang mendorong investor mengurangi risiko.
  • IHSG diprediksi bergerak sideways pada Rabu (19/11/2025) sambil menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia.

Suara.com - Indeks-indeks saham utama Wall Street mengalami tekanan jual besar-besaran pada perdagangan hari Selasa (18/11/2025), dipicu oleh aksi profit taking di saham-saham teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI).

Sentimen negatif ini dengan cepat merembet ke pasar Asia, menciptakan lingkungan perdagangan yang penuh kehati-hatian, terutama menjelang rilis data ekonomi krusial AS dan keputusan suku bunga bank sentral.

Ketiga indeks utama AS ditutup melemah signifikan, menunjukkan kecenderungan investor untuk mengurangi risiko (risk-off):

  1. Dow Jones Industrial Average merosot 1,07%.
  2. S&P 500 turun 0,83%.
  3. Nasdaq Composite anjlok 1,21%.

Aksi jual ini secara spesifik menargetkan saham-saham megacap teknologi. Saham Nvidia, yang menjadi pendorong utama rally AI sepanjang tahun ini, turun lebih dari 2%. Saham Amazon anjlok 4%, dan Microsoft melemah 2%.

Tekanan terhadap Nvidia terjadi menjelang pengumuman kinerja kuartal III yang sangat dinantikan, dijadwalkan setelah penutupan perdagangan Rabu (19/11/2025).

Kekhawatiran valuasi yang terlalu tinggi mendorong investor untuk mengamankan keuntungan (profit taking) sebelum laporan dirilis.

Bahkan, berita positif dari sektor AI, seperti kesepakatan besar antara startup Anthropic dengan Microsoft dan investasi miliaran dolar dari Microsoft dan Nvidia ke Anthropic, gagal membendung arus jual di saham teknologi.

Di sektor ritel, saham Home Depot juga memberikan sentimen negatif setelah melaporkan laba yang meleset dari perkiraan analis dan memangkas proyeksi kinerja untuk setahun penuh, menambah kekhawatiran terhadap daya beli konsumen.

Koreksi tajam di Wall Street segera diikuti oleh pelemahan di pasar saham Asia-Pasifik pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Indeks-indeks utama regional ditutup di zona merah:

  • Nikkei 225 Jepang merosot 3,22%.
  • Kospi Korea Selatan menurun 3,32%.
  • ASX 200 Australia turun 1,94%.
  • Hang Seng Hong Kong melemah 1,72%.

Kekhawatiran investor regional berlipat ganda karena mereka mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bulan depan dan menanti rangkaian data ekonomi penting AS yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintah sebelumnya.

Salah satu data yang paling dinantikan adalah laporan nonfarm payrolls (data ketenagakerjaan) bulan September yang akan dirilis Kamis (20/11/2025).

Sementara itu, di Jepang, perhatian tertuju pada pertemuan Perdana Menteri Sanae Takaichi dengan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda.

Ueda sempat menyinggung kemungkinan kenaikan suku bunga secepat bulan depan.

Namun, Takaichi dan Menteri Keuangan Satsuki Katayama secara terbuka menyatakan preferensi mereka untuk mempertahankan suku bunga tetap rendah hingga inflasi secara berkelanjutan mencapai target 2% BOJ.

Analisis Teknikal IHSG: Sideways Jelang BI Rate 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin ditutup melemah 0,65%, disertai dengan aksi net sell investor asing sekitar Rp 320 miliar.

Saham-saham unggulan yang paling banyak dilepas asing meliputi BBCA, BRPT, ANTM, IMPC, dan MDKA.

Berdasarkan kajian harian BNI Sekuritas, IHSG diprediksi berpotensi bergerak sideways (mendatar) pada perdagangan hari ini, Rabu (19/11/2025).

Sentimen pasar domestik cenderung menahan diri, khususnya menanti pengumuman keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) yang diperkirakan akan tetap stabil di level 4,75%.

Level Support IHSG: 8300–8350
Level Resist IHSG: 8400–8430

Para trader dan investor dapat mencermati beberapa saham pilihan (trading idea) untuk hari ini, di antaranya: BUMI, DEWA, MBMA, INET, BREN, dan RAJA.

Desclaimer: Redaksi hanya menyajikan data. Risiko sepenuhnya di tangan Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prediksi BI Bakal Turun atau Tahan Suku Bunga, Ini Bocorannya

Prediksi BI Bakal Turun atau Tahan Suku Bunga, Ini Bocorannya

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 07:49 WIB

IHSG Loyo di Akhir Perdagangan ke Level 8.300, Diwarnai Aksi Ambil Untung Hari Ini

IHSG Loyo di Akhir Perdagangan ke Level 8.300, Diwarnai Aksi Ambil Untung Hari Ini

Bisnis | Selasa, 18 November 2025 | 17:21 WIB

Himbara Ramai-ramai Buyback, DPR Nilai itu Aksi yang Wajar

Himbara Ramai-ramai Buyback, DPR Nilai itu Aksi yang Wajar

Bisnis | Selasa, 18 November 2025 | 14:04 WIB

Terkini

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:56 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:39 WIB

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:44 WIB

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:00 WIB

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:55 WIB

Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM

Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:52 WIB

Rogoh Rp750 Juta, Mitratel Tebar 242 Hewan Kurban Premium

Rogoh Rp750 Juta, Mitratel Tebar 242 Hewan Kurban Premium

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:19 WIB

Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah

Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:05 WIB