Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Premanisme Bikin Biaya Investasi RI Bengkak 40 Persen

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 19 November 2025 | 14:06 WIB
Premanisme Bikin Biaya Investasi RI Bengkak 40 Persen
Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu. Foto: Fadil-Suara.com
  • Premanisme ancam investasi RI, tingkatkan biaya proyek 15-40 persen.
  • Pemerintah komitmen berantas premanisme (Ormas/oknum) demi kepastian hukum dan keamanan.
  • Investasi penting serap 2,5 juta tenaga kerja (2024) dan bangun ekosistem ekonomi baru.

Suara.com - Aktivitas premanisme di Indonesia kini diposisikan sebagai ancaman serius terhadap iklim investasi nasional.

Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk memberantas praktik tersebut karena terbukti menghambat masuknya penanaman modal ke Tanah Air.

Todotua mengungkapkan bahwa tindakan premanisme yang dilakukan oleh berbagai pihak mulai dari organisasi masyarakat (ormas) hingga oknum di pemerintahan memiliki dampak finansial yang sangat merugikan.

“Hampir semua lembaga survei menyatakan bahwa tindakan premanisme berdampak pada peningkatan biaya investasi mulai dari 15 hingga 40 persen,” kata Todotua dalam Antara Businnes Forum di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Todotua menekankan bahwa kunci untuk menarik modal adalah kepastian hukum dan keamanan. Ia menegaskan, "Negara harus ada di sini, memberikan kepastian."

Komitmen ini dicontohkan pada penanganan kasus premanisme yang sempat terjadi di proyek besar Chandra Asri, Cilegon, Banten. Pihaknya melakukan peninjauan intensif dan memastikan kasus tersebut tertangani dengan tuntas.

“Semenjak itu, turun drastis (kasus premanisme). Terus kita monitor tiap minggu, ngecek,” ujarnya. Langkah ini menunjukkan bahwa intervensi langsung pemerintah mampu menekan aktivitas kriminal yang menggerogoti efisiensi investasi.

Pemerintah memandang investasi sebagai kunci utama penciptaan lapangan kerja dan pembangunan ekosistem ekonomi baru. Data realisasi investasi sepanjang tahun 2024 telah menciptakan sekitar 2,5 juta lapangan kerja baru, dengan tambahan tenaga kerja mencapai 1,9 juta orang hingga Kuartal III.

Selain menyerap tenaga kerja, investasi juga vital untuk mendorong pergeseran ke teknologi maju dan membangun industri pendukung seperti logistik, rantai pasok, dan perumahan.

Untuk terus memacu penanaman modal, Wamen Todotua menyatakan pihaknya fokus pada pengelolaan investasi dan pendampingan yang optimal, serta penguatan konsolidasi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Komitmen memberantas premanisme menjadi salah satu janji utama untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandu Sjahrir Pede Investasi 2026 Moncer: Indonesia Pindah Haluan dari SDA ke Otak Manusia!

Pandu Sjahrir Pede Investasi 2026 Moncer: Indonesia Pindah Haluan dari SDA ke Otak Manusia!

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 13:31 WIB

Dongkrak Investasi, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Perbanyak Gelar Forum Bisnis

Dongkrak Investasi, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Perbanyak Gelar Forum Bisnis

News | Selasa, 18 November 2025 | 14:34 WIB

Menko Airlangga Rayu AS dengan Tawaran Jual Beli Energi Senilai USD19,5 Miliar

Menko Airlangga Rayu AS dengan Tawaran Jual Beli Energi Senilai USD19,5 Miliar

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 16:56 WIB

Terkini

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB