Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Lawan Greenwashing, Indonesia Teken Aturan Main Kredit Alam Bersama Prancis dan Inggris

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 19 November 2025 | 15:09 WIB
Lawan Greenwashing, Indonesia Teken Aturan Main Kredit Alam Bersama Prancis dan Inggris
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq. Foto ist
  • Indonesia, Prancis, & Inggris luncurkan Nature Credit Policy Forum di COP30.

  • Forum bertujuan buat standar Kredit Alam global, perangi greenwashing.

  • Indonesia tuntut transparansi & pastikan manfaat kredit alam ke masyarakat adat.

Suara.com - Di tengah memanasnya isu greenwashing atau klaim palsu kepedulian lingkungan oleh korporasi, Indonesia bersama Prancis dan Inggris resmi meluncurkan Nature Credit Policy Forum pada Konferensi Iklim COP30.

Forum ini dibentuk dengan satu misi utama untuk menciptakan "aturan main" yang jelas dan adil untuk mekanisme Kredit Alam (Nature Credit).

Kredit Alam adalah sistem di mana perusahaan berinvestasi pada proyek konservasi alam (melindungi hutan, laut, dan satwa liar) sebagai bentuk "penebusan dosa" emisi mereka. Namun, mekanisme ini sering dikritik karena kurangnya transparansi dan manfaat yang tidak sampai ke tangan komunitas yang sebenarnya menjadi penjaga alam.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan posisi tegas Indonesia bahwa mekanisme ini hanya akan bermakna jika menjamin keadilan sosial dan ekologis.

“Mekanisme kredit alam hanya bermakna jika dijalankan dengan prinsip transparansi serta akuntabilitas. Indonesia menuntut jaminan bahwa manfaatnya mengalir langsung kepada masyarakat setempat sekaligus menjaga keanekaragaman hayati dalam jangka panjang,” tegas Menteri Hanif dalam keterangannya, Rabu (19/11/2025).

Forum kebijakan global ini akan menjadi wadah vital bagi para pemimpin dunia untuk menciptakan metrik untuk mengukur dan memverifikasi kualitas sebuah proyek konservasi dan juiga merancang regulasi agar keuntungan finansial dari Kredit Alam benar-benar diterima oleh Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal yang menjadi pelaksana konservasi di lapangan.

Langkah Indonesia ini mendapat dukungan kuat dari negara-negara mitra, yang melihat forum ini sebagai kerangka kerja kokoh untuk memerangi ketidakjujuran lingkungan.

Peluncuran Nature Credit Policy Forum ini dianggap sebagai tonggak penting dalam upaya global untuk mencapai target Kesepakatan Kunming-Montreal, yaitu menghentikan laju kehilangan keanekaragaman hayati sebelum tahun 2030.

Dengan memimpin inisiatif ini, Indonesia tidak hanya menuntut aksi, tetapi juga menyediakan solusi praktis untuk memastikan investasi lingkungan berjalan dengan jujur, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi pelestarian alam serta kesejahteraan masyarakat di garis depan konservasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandu Sjahrir Blak-blakan: Danantara Tak Bisa Jauh dari Politik!

Pandu Sjahrir Blak-blakan: Danantara Tak Bisa Jauh dari Politik!

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 14:30 WIB

Premanisme Bikin Biaya Investasi RI Bengkak 40 Persen

Premanisme Bikin Biaya Investasi RI Bengkak 40 Persen

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 14:06 WIB

Pandu Sjahrir Pede Investasi 2026 Moncer: Indonesia Pindah Haluan dari SDA ke Otak Manusia!

Pandu Sjahrir Pede Investasi 2026 Moncer: Indonesia Pindah Haluan dari SDA ke Otak Manusia!

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 13:31 WIB

Terkini

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB