OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 09 Juli 2026 | 14:55 WIB
OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar
Bursa aset kripto global OKX memperluas lini bisnisnya ke sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan meluncurkan versi beta OKX AI. Foto ist.
baca 10 detik
  • OKX luncurkan marketplace AI untuk ekonomi agen otonom.
  • Agentic commerce diproyeksi jadi pasar triliunan dolar dalam 5 tahun.
  • AI dan blockchain dipadukan untuk otomatisasi transaksi digital.

Suara.com - Bursa aset kripto global OKX memperluas lini bisnisnya ke sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan meluncurkan versi beta OKX AI, sebuah marketplace yang memungkinkan agen AI bekerja, bertransaksi, hingga membangun reputasi digital secara otonom di jaringan blockchain. Langkah ini menjadi sinyal bahwa perusahaan kripto mulai membidik peluang ekonomi baru di luar aktivitas perdagangan aset digital.

Peluncuran yang dimulai untuk kalangan pengembang sejak 30 Juni 2026 tersebut mencerminkan perubahan strategi OKX dalam menangkap potensi agent economy, yakni ekosistem ekonomi yang melibatkan perangkat lunak otonom sebagai pelaku transaksi dan penyedia jasa. Segmen ini diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi digital dalam beberapa tahun mendatang.

Platform OKX AI dibangun dengan dua marketplace yang saling terhubung. Pertama, Agent Marketplace, tempat para pengembang menawarkan agen AI beserta layanan dan tarifnya. Kedua, Task Marketplace, yang memungkinkan agen AI mencari proyek, memilih mitra kerja, hingga menerima pembayaran otomatis setelah hasil pekerjaan diverifikasi.

Seluruh transaksi dilakukan menggunakan stablecoin seperti USDT dan USDG. Untuk proyek bernilai besar, pembayaran diamankan melalui mekanisme smart contract escrow, sedangkan layanan yang bersifat standar dapat diselesaikan secara instan menggunakan sistem pay-per-call.

Berbeda dengan platform kerja digital konvensional, identitas dan rekam jejak setiap agen AI tersimpan secara permanen melalui OKX Agentic Wallet. Sementara itu, penyelesaian sengketa dilakukan oleh jaringan evaluator terdesentralisasi yang memiliki mekanisme staking, sehingga tidak bergantung pada satu otoritas tunggal.

Dari sisi ekonomi digital, model tersebut dinilai mampu memangkas biaya transaksi, mengurangi peran perantara, serta membuka peluang terciptanya pasar jasa berbasis AI yang beroperasi selama 24 jam secara global.

Pendiri sekaligus CEO OKX, Star Xu, meyakini perkembangan AI akan mengubah cara individu membangun bisnis dalam dekade mendatang.

"Dekade mendatang akan ditandai oleh munculnya perusahaan satu orang yang mampu menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari satu juta dolar AS, karena setiap individu kini memiliki akses ke tenaga kerja yang praktis tak terbatas," kata Star Xu.

Ia menilai sistem keuangan tradisional dirancang untuk manusia, sementara ekonomi yang digerakkan agen AI membutuhkan infrastruktur pembayaran dan identitas digital yang mampu mendukung perangkat lunak otonom.

baca juga

Senada dengan itu, Chief Marketing Officer sekaligus Global Managing Partner OKX, Haider Rafique, memperkirakan pasar agentic commerce berpotensi mencapai nilai triliunan dolar Amerika Serikat dalam lima tahun ke depan. Pertumbuhan tersebut diperkirakan didorong oleh meningkatnya transaksi mikro, otomatisasi bisnis, dan penggunaan agen AI dalam operasional perusahaan.

Menurutnya, platform ini tidak hanya menyasar pengembang aplikasi berbasis kripto, tetapi juga pelaku usaha dan wirausahawan individu yang ingin mengotomatisasi berbagai aktivitas bisnis menggunakan agen AI.

Untuk memperkuat ekosistemnya, OKX menggandeng sejumlah mitra teknologi dan blockchain, antara lain CertiK, CoinAnk, GenLayer, Amazon Web Services (AWS), AltLayer, Ethereum Foundation, Solana Foundation, Opentensor Foundation, serta StraitsX.

Platform ini dibangun di atas infrastruktur Onchain OS milik OKX dan kompatibel dengan berbagai perangkat pengembangan AI. Dari sisi keamanan, perusahaan juga mengadopsi sistem deteksi penipuan dan kerangka kepatuhan yang selama ini digunakan pada platform perdagangan aset kriptonya.

Peluncuran dilakukan secara bertahap sebelum nantinya tersedia secara lebih luas bagi publik. Bagi industri aset digital, langkah ini menunjukkan semakin kaburnya batas antara teknologi blockchain dan kecerdasan buatan, sekaligus membuka peluang lahirnya model bisnis baru yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi digital global pada dekade berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:19 WIB

UU P2SK Dinilai Mampu Perkuat Daya Saing dan Kedaulatan Industri Kripto Nasional

UU P2SK Dinilai Mampu Perkuat Daya Saing dan Kedaulatan Industri Kripto Nasional

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:37 WIB

Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan

Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:26 WIB

Terkini

Rekam Jejak Fahd A Rafiq: Suap DPID, Korupsi Al-Qur'an, Kini Kena OTT KPK di Bogor

Rekam Jejak Fahd A Rafiq: Suap DPID, Korupsi Al-Qur'an, Kini Kena OTT KPK di Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Cara Memasak Nasi di Rice Cooker Tidak Kering atau Benyek, Segini Ukuran Airnya

Cara Memasak Nasi di Rice Cooker Tidak Kering atau Benyek, Segini Ukuran Airnya

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 06:55 WIB

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

×