Kilang Minyak Indonesia Tetap Relevan di Tengah Pergeseran ke EBT

Rabu, 19 November 2025 | 19:09 WIB
Kilang Minyak Indonesia Tetap Relevan di Tengah Pergeseran ke EBT
Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro mengatakan kilang minyak masih relevan di tengah pergeseran tren ke EBT. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
Baca 10 detik
  • Industri kilang tetap bertahan, bahkan ketika terjadi pergeseran dari bahan bakar fosil menuju energi baru terbarukan (EBT).
  • Kapasitas kilang bertambah, namun terjadi pergeseran produk dari BBM ke Petrokimia.
  • RDMP adalah langkah Pertamina merevitalisasi dan memodernisasi kilang-kilang minyak eksisting di Indonesia.

Suara.com - Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro memberikan pandangannya soal masa depan industri kilang minyak di tengah upaya transisi energi yang terjadi secara global. Menurutnya industri kilang tetap bertahan, bahkan ketika terjadi pergeseran dari bahan bakar fosil menuju energi baru terbarukan (EBT).

"Kalau yang kita baca di media, di media sosial, disampaikan bahwa industri kita ini akan berakhir atau selesai. Karena kita harus moving ke EBT," kata Komaidi dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Rabu (19/11/2025).

Berkaca dari tren global, Komaidi justru melihat kapasitas kilang bertambah, namun terjadi pergeseran produk. Di Uni Eropa, misalnya, kapasitas kilang meningkat seiring dengan pergeseran fokus produksi BBM ke produk-produk petrokimia.

Situasinya memang berbeda dengan kawasan Asia-Pasifik, seperti India, Cina, dan Indonesia yang sebagian besar produksi kilangnya untuk BBM. Dalam konteks Indonesia, Komaidi meyakini bisnis PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) tidak akan mati.

"Artinya, kalau melihat tren tersebut, bisnis KPI (Kilang Pertamina Internasional) atau kilang, itu sebetulnya enggak akan selesai. Akan ada terus begitu," ujarnya.

Sebab memiliki fleksibilitas untuk beralih dari memproduksi BBM ke produk petrokimia.

"Pun, ketika katakanlah dunia sudah sepakat untuk enggak menggunakan BBM misalnya, mereka bisa switching untuk produk dari BBM ke produk petrokimia," sambungnya.

Proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) menjadi relevan di tengah pergeseran tren produk industri kilang. RDMP adalah langkah Pertamina merevitalisasi dan memodernisasi kilang-kilang minyak eksisting di Indonesia.

Salah satu contohnya adalah Kilang Balikpapan yang dikembangkan lewat RDMP, kapasitasnya ditingkatkan dari 260.000 barel menjadi 360.000 barel per hari. Peningkatan ini tak hanya soal kuantitas, tetapi juga kecanggihan.

Baca Juga: Permintaan Pertamax Turbo Meningkat, Pertamina Lakukan Impor

Untuk mengukur sejauh mana kecanggihan dan kemampuan kilang, dapat diukur menggunakan Nelson Complexity Index (NCI). Komaidi menyebut, Kilang Cilacap dan Kilang Balongan merupakan dua kilang dengan skor NCI terbaik di Indonesia. Skornya berada di atas angka 10.

"Jadi kalau di atas 10 itu sudah bagus," tutup Komaidi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI