Pakai Bahasa Pesantren! BP BUMN Sindir Perusahaan Pelat Merah Rugi Terus: La Yamutu Wala Yahya

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 19 November 2025 | 19:24 WIB
Pakai Bahasa Pesantren! BP BUMN Sindir Perusahaan Pelat Merah Rugi Terus: La Yamutu Wala Yahya
Pakai Bahasa Pesantren! Wakil BP BUMN Sebut Banyak Perusahaan Pelat Merah 'La Yamutu Wala Yahya' Foto Fadil-Suara.com
baca 10 detik
  • Hanya 8 BUMN Sumbang 70 persen Dividen Negara; Mayoritas Lain Rugi Besar.

  • 52 persen Perusahaan BUMN Rugi; BP BUMN Sebut Kondisinya 'La Yamutu Wala Yahya'. 

  • Danantara Bidik Perombakan BUMN Merugi; Konsolidasi Jadi Solusi Utama.

Suara.com - Kondisi keuangan perusahaan-perusahaan pelat merah (BUMN) kembali menjadi sorotan tajam. Pemerintah menyoroti fakta bahwa dari banyaknya BUMN, termasuk anak, cucu, dan cicit usahanya, sebagian besar justru mencatatkan kerugian dan memberikan kontribusi minimal.

Wakil Ketua Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Aminuddin Ma'ruf, menggunakan istilah tegas dari bahasa pesantren untuk menggambarkan perusahaan-perusahaan BUMN yang tidak sehat.

"Yang lainnya, kalau bahasa anak pesantren itu 'La Yamutu Wala Yahya', tidak bermutu makan banyak biaya," kata Aminuddin, di Hotel Westin Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Aminuddin mengungkapkan fakta yang mengkhawatirkan: hanya sedikit BUMN yang benar-benar sehat dan mampu berkontribusi. Dari total 70 persen hingga 80 persen dividen yang disetorkan ke kas negara, seluruhnya disumbang oleh hanya sekitar 8 perusahaan raksasa saja.

Senada dengan Aminuddin, Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Pandu Sjahrir, memaparkan data yang lebih terperinci mengenai buruknya kinerja ratusan anak perusahaan BUMN.

"Dari 1.060 perusahaan yang ada di bawah Danantara, yang memberikan dividen itu hanya 95 persen datang dari 8. Less than 1 percent (setor dividen), yang rugi minimum 52 persen," ujar Pandu.

Artinya, lebih dari separuh perusahaan di bawah naungan BUMN mencatatkan rapor merah alias rugi.

Pandu Sjahrir menegaskan bahwa tugas utama BPI Danantara saat ini adalah memperbaiki dan menyehatkan BUMN-BUMN yang merugi tersebut. Salah satu strategi utama yang sedang digencarkan adalah konsolidasi atau penggabungan perusahaan, sebagai upaya restrukturisasi agar perusahaan-perusahaan yang "tidak bermutu" tersebut bisa menjadi entitas yang lebih efisien dan berkelanjutan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menuju Era Baru BUMN Konstruksi: Skema Holding Karya Difinalisasi Desember Ini

Menuju Era Baru BUMN Konstruksi: Skema Holding Karya Difinalisasi Desember Ini

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 13:52 WIB

Biaya Masuk Pondok Pesantren Lirboyo, Tempat Gus Elham Menimba Ilmu

Biaya Masuk Pondok Pesantren Lirboyo, Tempat Gus Elham Menimba Ilmu

Lifestyle | Kamis, 13 November 2025 | 14:31 WIB

Viral Cium Anak Kecil, Gus Elham Yahya dari Pondok Pesantren Mana?

Viral Cium Anak Kecil, Gus Elham Yahya dari Pondok Pesantren Mana?

Lifestyle | Kamis, 13 November 2025 | 13:03 WIB

Terkini

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

×