Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Menko Airlangga Buka Peluang Swasta Bisa Ikut Impor BBM dan LPG dari AS

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 20 November 2025 | 19:35 WIB
Menko Airlangga Buka Peluang Swasta Bisa Ikut Impor BBM dan LPG dari AS
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Menteri Koordinator Perekonomian memastikan impor BBM dan LPG dari Amerika Serikat akan dilaksanakan melalui proses lelang khusus untuk vendor di negara tersebut.
  • Proses impor ini bergantung pada penyelesaian perjanjian resiprokal tarif dengan AS yang ditargetkan selesai menjelang akhir tahun ini.
  • Kesepakatan ini ditukar dengan penurunan tarif impor produk unggulan Indonesia, serta komitmen impor energi senilai USD 15 miliar dari Pertamina.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan impor BBM dan LPG dari Amerika Serikat tetap dilakukan melalui lelang. Proses lelang itu ditujukan bagi vendor Amerika Serikat. 

"Ya tentu pertama import langsung itu nanti pasti ada bidding (lelang) untuk vendor Amerika-nya. pasti ada bidding," ujar Airlangga saat ditemui di Hotel Westin, Kamis (20/11/2025).

Ia menyebut, kini pemerintah sedang menunggu kesepakatan dari perjanjian resiprokal tarif dengan AS, yang kemungkinan selesai pada akhir tahun ini. 

Setelah perjanjian itu selesai, selanjutnya akan ada nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang menjadi produk turunannya. 

Kapal tanker minyak melewati selat hormuz (Reuters/Hamad I Mohammed)
Kapal tanker minyak (Reuters/Hamad I Mohammed)

Soal kepastian kapan minyak dan gas AS masuk ke Indonesia, Airlangga bilang, baru bisa dipastikan setelah sejumlah proses itu selesai dilalui. 

"Ya tentu tunggu tanda tangannya dulu kan,  itu perlu pengadaan perlu proses dan lain-lain," imbuhnya. 

Di sisi lain, pemerintah juga membuka peluang bagi badan usaha swasta yang ingin memasok minyak dan gas dari Amerika. 

"Kalau swasta kepengin (impor dari AS), boleh," ujarnya. 

Sebagaimana diketahui, kebijakan pembelian gas dan minyak itu, merupakan kesepakatan dagang antara pemerintah setelah AS bersedia menurunkan tarif impor bagi sejumlah produk unggulan Indonesia, seperti minyak kelapa sawit (CPO), karet, teh, dan kopi.

baca juga

Sebagai gantinya, Indonesia melalui Pertamina berkomitmen untuk meningkatkan impor energi dari AS dengan nilai hingga 15 miliar Dolar AS. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko Airlangga: Ekonomi Digital Indonesia Bakal Melejit 6 Kali Lipat, Tembus Rp9.000 Triliun!

Menko Airlangga: Ekonomi Digital Indonesia Bakal Melejit 6 Kali Lipat, Tembus Rp9.000 Triliun!

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 18:54 WIB

Rupiah Ngacir di Penutupan Sore ke Level Rp 16.708, Imbas BI Rate Ditahan

Rupiah Ngacir di Penutupan Sore ke Level Rp 16.708, Imbas BI Rate Ditahan

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 16:35 WIB

Indonesia Gandeng Singapura Integrasikan Kawasan Batam-Bintan-Karimun

Indonesia Gandeng Singapura Integrasikan Kawasan Batam-Bintan-Karimun

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 15:18 WIB

Terkini

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:33 WIB

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:20 WIB

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:15 WIB

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:13 WIB

SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026

SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:44 WIB

Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026

Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:37 WIB

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:40 WIB

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:15 WIB

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 22:44 WIB

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:57 WIB

×