6 Fakta Uang Rampasan KPK Dipajang: Ratusan Miliar, Pinjaman Bank?

M Nurhadi

Jum'at, 21 November 2025 | 18:54 WIB
6 Fakta Uang Rampasan KPK Dipajang: Ratusan Miliar, Pinjaman Bank?
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan alasan memamerkan uang Rp 300 miliar. (Suara.com/Dea)
baca 10 detik
  • KPK memamerkan Rp300 miliar hasil rampasan kasus investasi fiktif PT Taspen dalam konferensi pers di Jakarta.
  • Total uang rampasan yang diserahkan kepada PT Taspen mencapai Rp883 miliar, terkait kerugian negara Rp1 triliun.
  • Uang yang dipamerkan Rp300 miliar merupakan uang sitaan dari rekening penampungan bank.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menarik perhatian publik setelah memamerkan gunungan uang tunai senilai Rp300 miliar dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025).

Uang ini adalah bagian dari total uang rampasan yang akan diserahkan kepada negara, khususnya kepada PT Taspen (Persero), terkait kasus investasi fiktif yang merugikan negara hingga Rp1 triliun.

Namun, di balik tumpukan uang setinggi 1,5 meter yang terdiri dari 300 boks pecahan Rp100 ribu tersebut, terungkap fakta unik dan penting mengenai asal-usul uang yang dipamerkan.

Berikut adalah 5 fakta kunci terkait pameran uang triliunan hasil rampasan kasus investasi fiktif PT Taspen:

1. Kerugian Negara Capai Rp1 Triliun, Diserahkan Rp883 Miliar

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengonfirmasi kerugian negara dalam kasus investasi fiktif PT Taspen (Persero) mencapai Rp1 triliun, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan investigatif Badan Keuangan Negara (BPK) per 22 April 2025.

Kendati demikian, KPK hanya menyerahkan uang tunai sebesar Rp883.038.394.268 kepada PT Taspen. Uang ini merupakan hasil rampasan dari terdakwa mantan Direktur Utama PT Insight Investment Management (PT IIM), Ekiawan Heri Primaryanto (EHP), yang divonis 9 tahun penjara dan denda Rp500 juta.

Uang tersebut telah ditransfer pada 20 November 2025 ke rekening giro Tabungan Hari Tua (THT) Taspen di BRI Cabang Veteran, Jakarta. Sementara, sisa kerugian lainnya diperkirakan berasal dari terdakwa lain, termasuk mantan Dirut Taspen, Antonius NS Kosasih (ANSK), yang divonis 10 tahun penjara.

2. Uang Rp300 Miliar Khusus Dipinjam dari Bank BUMN

baca juga

Jaksa Eksekusi KPK, Leo Sukoto Manalu, mengungkapkan bahwa tumpukan uang yang dipamerkan (sekitar Rp300 miliar) merupakan uang yang dipinjam dari bank. KPK tidak menyimpan uang sitaan/rampasan di gedung Merah Putih.

Leo menjelaskan bahwa KPK telah mentransfer seluruh uang rampasan (Rp883 miliar lebih) ke PT Taspen pada pagi hari. Namun, untuk keperluan press conference sebagai bentuk transparansi, KPK meminjam uang tunai sebanyak Rp300 miliar dari salah satu bank BUMN.

3. Dipinjam dari BNI Mega Kuningan dan Dikembalikan Sore Hari

Jaksa Leo menyebutkan bahwa uang tunai sebesar Rp300 miliar yang dipamerkan itu dipinjam dari BNI Mega Kuningan pada pagi hari, sekitar pukul 10.00 WIB.

4. Keterbatasan Tempat dan Alasan Keamanan

Total uang rampasan yang diserahkan KPK mencapai Rp883 miliar, namun hanya Rp300 miliar yang ditampilkan ke publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Korupsi Ekspor POME: Kejagung Periksa 40 Saksi, Pejabat dan Swasta Dibidik

Skandal Korupsi Ekspor POME: Kejagung Periksa 40 Saksi, Pejabat dan Swasta Dibidik

News | Jum'at, 21 November 2025 | 15:54 WIB

Korupsi Tax Amnesty: Kejagung Sebut Periksa Sejumlah Nama Sebelum Pencekalan, Termasuk Bos Djarum?

Korupsi Tax Amnesty: Kejagung Sebut Periksa Sejumlah Nama Sebelum Pencekalan, Termasuk Bos Djarum?

News | Jum'at, 21 November 2025 | 15:28 WIB

Rumah Mewah Rafael Alun Senilai Rp19,7 M Resmi Diambil Negara

Rumah Mewah Rafael Alun Senilai Rp19,7 M Resmi Diambil Negara

Video | Jum'at, 21 November 2025 | 18:00 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×