Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Permata Bank Klaim Telah Turunkan Bunga Kredit, Tapi Hanya Segmen Tertentu

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 23 November 2025 | 13:35 WIB
Permata Bank Klaim Telah Turunkan Bunga Kredit, Tapi Hanya Segmen Tertentu
Permata Bank
  • Bank Indonesia telah memangkas suku bunga acuan menjadi 4,75 persen dan meminta bank segera menurunkan suku bunga kredit mereka.
  • Permata Bank telah menurunkan suku bunga untuk kredit modal usaha dan terus mengamati tren pasar untuk penyesuaian lebih lanjut.
  • Gubernur BI mempertimbangkan pemangkasan suku bunga acuan lanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional lebih tinggi.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) meminta agar perbankan untuk segera menurunkan suku bunga kreditnya. Lantaran, BI sudah memangkas suku bunga acuan atau BI Rate sebanyak 150 basis poin hingga mencapai 4,75 persen, angka terendah sejak 2022.

Division Head Consumer Lending Permata Bank, Haryanto mengatakan turut menurunkan suku bunga kredit di segmen tertentu. 

Pihaknya, terus mengamati tren suku bunga yang ada di pasar dan bakal melakukan penyesuaian jika memang diperlukan.

"Kalau dari kami, kami terus mengamati tren untuk suku bunga yang ada di market," ujar Haryanto saat konferensi pers pameran otomotif GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 di Indonesia Convention Exhibition BSD, Jumat (21/11/2025). 

Simulasi Kredit Toyota Innova (freepik)
Simulasi Kredit Toyota Innova (freepik)

Dia mengatakan saat ini, Permata Bank sudah mulai menurunkan suku bunga kredit untuk jenis kredit modal usaha. Salah satunya  ada beberapa sektor kredit yang dilakukan adjustmentsesuai tren penurunan suku bunga acuan.

"Tergantung dari segmen masing-masing dan termasuk juga tergantung dari tingkat penurunan yang terjadi. Jadi, tidak bisa dipukul rata semua sama. Tapi, dari berbagai segmen itu, kami melakukan penyesuaian dan review secara menyeluruh," jelasnya.

Alasan Gubernur BI Minta Bank Turunkan Bunga

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan masih membuka opsi untuk melakukan pemangkasan suku bunga acuan atau BI Rate ke depannya.

Perry menjelaskan keputusan tersebut nantinya akan mempertimbangkan dua hal. Pertama, dengan prakiraan inflasi 2025 dan 2026 yang terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen.

Kedua, perlunya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pasalnya, ekonomi RI saat ini masih di bawah kapasitas nasional, sehingga suku bunga acuan perlu diturunkan agar perekonomian terakselerasi.

"Oleh karena itu, mengenai arah suku bunga, penurunan suku bunga acuan ke depan, ya memang ada ruang penurunan suku bunga acuan BI lebih lanjut,” bebernya.

Saat ini, BI terus berkoordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terkait dengan pemberian spesial rate untuk suku bunga deposito.

Selain itu, dia menyebutkan, BI akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk mendorong permintaan kredit dari sektor riil.

Adapun pada Oktober 2025, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 7,36 persen. Posisi ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 7,7 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uang Beredar M2 RI Melambat di Oktober 2025: Likuiditas Makin Ketat?

Uang Beredar M2 RI Melambat di Oktober 2025: Likuiditas Makin Ketat?

Bisnis | Minggu, 23 November 2025 | 13:16 WIB

Aliran Modal Asing Rp 2,29 Triliun Deras Masuk ke RI pada Pekan ke-3 November, Ke Mana Saja?

Aliran Modal Asing Rp 2,29 Triliun Deras Masuk ke RI pada Pekan ke-3 November, Ke Mana Saja?

Bisnis | Minggu, 23 November 2025 | 09:27 WIB

Permata Bank Targetkan Raup Rp 100 Miliar dari GJAW 2025

Permata Bank Targetkan Raup Rp 100 Miliar dari GJAW 2025

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 20:10 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB