Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bank-Pindar Mulai Kolaborasi Suntik Akses Kredit ke UMKM Lewat Teknologi Canggih

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 23 November 2025 | 18:09 WIB
Bank-Pindar Mulai Kolaborasi Suntik Akses Kredit ke UMKM Lewat Teknologi Canggih
Ilustasi Pinjaman Online [Suara.com/Istimewa]
  • Tingkat inklusi keuangan Indonesia mencapai 92,74 persen, namun literasi keuangan baru 66,64 persen per SNLIK 2025.
  • Easycash dan Bank Saqu berkolaborasi strategis melalui loan channeling untuk akses pembiayaan cepat.
  • Kerja sama ini memanfaatkan AI credit scoring Easycash dan ekosistem digital Bank Saqu demi kepatuhan OJK.

Suara.com - Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat tingkat inklusi keuangan Indonesia sudah mencapai 92,74 persen. Sedangkan, literasi keuangan baru 66,64 persen.

Oleh sebab itu, masih banyak jutaan solopreneur, UMKM, dan masyarakat underbanked yang belum sepenuhnya mendapatkan akses pembiayaan memadai untuk mendukung aktivitas produktif mereka. 

Untuk itu, Easycash dan Bank Saqu berkomitmen memperkuat inklusi keuangan nasional dengan menyediakan akses pembiayaan yang lebih cepat, aman, dan transparan.

Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo mengungkapkan kecanggihan perhitungan sistem credit scoring berbasis artificial intelligence (AI) yang dimiliki oleh Easycash, keamanan, kemudahan pengajuan pinjaman dan transparansi serta pemenuhan kewajiban compliance menjadi keunggulan dalam kerja sama ini. 

Ilustrasi
Ilustrasi Pindar

Easycash sendiri telah mencatatkan kontribusi signifikan terhadap inklusi keuangan nasional, dengan total penyaluran pinjaman mencapai lebih dari Rp 81,97 triliun kepada lebih dari 8 juta penerima dana hingga September 2025.

"Kami pastikan pengajuan pinjaman berjalan cepat, efisien, dan terukur risikonya dengan teknologi mutakhir dari kami. Bersama Bank Saqu, kami bersama-sama menjamin transparansi penuh, perlindungan data pengguna, dan pemenuhan kewajiban compliance tertinggi. Ini adalah kolaborasi bertanggung jawab yang memudahkan akses pembiayaan dengan aman, mudah dan cepat," ujar Nucky di Jakarta, Minggu (23/11/2025).

Hal ini pun dimanfaatkan oleh PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), platform pinjaman daring (Pindar) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bank Saqu Indonesia (Bank Saqu). Nantinya, layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab, secara resmi mengumumkan kerja sama strategis melalui Penyaluran Pinjaman (Loan Channeling). 

Kolaborasi ini merupakan langkah konkret kedua belah pihak dalam menghadirkan akses pembiayaan kepada segmen masyarakat unbanked dan underbanked

di Indonesia. Sinergi ini hadir sebagai jawaban atas kesenjangan yang masih lebar dalam lanskap finansial Indonesia dan selaras dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 40 Tahun 2024 yakni mendorong kolaborasi antara lembaga keuangan, termasuk model loan channeling antara pindar dan bank.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Digital Business Officer Bank Saqu, Angela Lew Dermawan mengatakan, Kolaborasi ini berperan penting dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

Dengan menggabungkan keunggulan teknologi fintech dan ekosistem perbankan digital dari Bank Saqu.

"Kami berkomitmen untuk menghadirkan akses layanan keuangan yang lebih merata, aman, dan bertanggung jawab. Sinergi ini tidak hanya berfokus pada penyaluran dana, tetapi juga pada pembangunan ekosistem yang berkelanjutan bagi solopreneur, UMKM, serta masyarakat underbanked untuk bertumbuh dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,"bebernya.

Hingga saat ini, Bank Saqu telah memiliki lebih dari 3 juta nasabah. Pencapaian ini didukung oleh berbagai produk inovatif seperti Saku Kredit, Busposito, Tabungmatic, dan Saku

Booster yang terbukti efektif membantu solopreneur, UMKM dan masyarakat underbanked dalam mengelola keuangan.

Oleh karena itu, Nucky berharap kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk memperluas inklusi keuangan secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biaya Haji Turun, OJK Minta Bank Jemput Bola Jaring Nasabah

Biaya Haji Turun, OJK Minta Bank Jemput Bola Jaring Nasabah

Bisnis | Minggu, 23 November 2025 | 17:51 WIB

MNC Bank-Nobu Batal Kawin, OJK: Harapannya Tetap Fokus Target Pertumbuhan

MNC Bank-Nobu Batal Kawin, OJK: Harapannya Tetap Fokus Target Pertumbuhan

Bisnis | Minggu, 23 November 2025 | 14:39 WIB

BRI Manajemen Investasi Catatkan KIK EBA Syariah Perdana di Indonesia

BRI Manajemen Investasi Catatkan KIK EBA Syariah Perdana di Indonesia

Bisnis | Minggu, 23 November 2025 | 14:12 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB