Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Freeport Pede Setoran ke Negara 2025 Rp 70 Triliun di Tengah Produksi Turun, Kok Bisa?

Achmad Fauzi

Senin, 24 November 2025 | 16:27 WIB
Freeport Pede Setoran ke Negara 2025 Rp 70 Triliun di Tengah Produksi Turun, Kok Bisa?
Pekerja Tambang Freeport saat berada di area pertambangan bawah tanah Grasberg, Papua. [Ist]
baca 10 detik
  • PT Freeport Indonesia memproyeksikan setoran ke negara sebesar USD 4,1 miliar pada tahun 2025 meskipun produksi di bawah target RKAB.
  • Kenaikan signifikan harga jual tembaga dan emas menaikkan pendapatan meskipun volume produksi tembaga hanya 70 persen dan emas 50 persen.
  • Penerimaan negara tersebut meliputi pajak penghasilan badan, PNBP, dividen, serta cicilan pajak badan tahun 2024.

Suara.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) mengaku bisa menyetor dana ke negara sebesar USD 4,1 miliar atau setara Rp 70 triliun di tahun 2025. Padahal, produksi emas maupun tembaga diproyeksikan perusahaan bakal jauh dari target Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB).

Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas mengungkapkan, setoran penerimaan negara itu imbas dari kenaikan harga baik dari tembaga dan emas.

Ia memaparkan, pada tembaga meski produksinya diproyeksikan hanya 70 persen, tetapi harga jualnya telah naik 19 persen dari RKAB dari USD 3,75 per lb menjadi USD 4,46 per lb.

"Sehingga proyeksi pencapaian penjualan tembaga itu, walaupun produksinya turun, tapi pendapatannya naik. Jadi kalau kita lihat tadi di atas produksi kita hanya 70 persen untuk tembaga, tapi pendapatannya bisa naik 19 persen, 119 persen totalnya," ujar Tony dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Smelter Freeport di Gresik, Jawa Timur. [Foto dok. PT Freeport Indonesia]
Smelter Freeport di Gresik, Jawa Timur. [Foto dok. PT Freeport Indonesia]

Begitu juga dengan harga emas, ia menuturkan ada lonjakan hingga 80 persen dari USD 1.900 per ounce menjadi USD 3.426 per ounce.

Hal ini, yang membuat pendapatan dari penjualan emas meroket drastis, meski capaian produksinya hanya mencapai 50 persen tahun 2025.

"Di RKAB kami, itu proyeksi harganya USD 1.900 per ounce. Harga saat ini itu sementara sudah USD 4.300, tapi di proyeksi pada saat kami lakukan disemat waktu kedua itu harganya masih USD 3.000. Ini realisasinya USD 3.400 dolar per ounce. Sehingga kenaikan pendapatannya malah tinggi sekitar 80 persen, padahal produksinya berkurang hampir separuhnya," ucapnya.

Tony menegaskan, penerimaan negara yang disetor Freeport berasal dari pajak penghasilan badan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta dividen. Sehingga, jika ditotal jumlahnya diprediksi bisa mencapai USD 4,1 miliar.

"Ini juga ada faktor lain yaitu faktor cicilan atau installment pajak perseroan badan, pajak penghasilan badan, yang harus kami bayarkan berdasarkan hasil di tahun 2024. Ini akan terus kita bayarkan sampai akhir tahun, makanya memang angkanya lebih dari RKAB 2025 karena faktor-faktor tadi tersebut," imbuhnya.

baca juga

Produksi Emas Anjlok

Tony emaparkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan mematok produksi emas sebesar 67 ton.

Namun, setelah adanya insiden tersebut, perusahaan menurunkan target dengan proyeksi produksi hanya 33 ton. Jumlah ini turun hingga 50 persen dari target RKAB.

"Namun, dengan adanya insiden di mana kita berhenti, insiden di tanggal 8 September, yaitu insiden luncuran material basah di tambang, menyebabkan kami hentikan semua produksi di tambang bawah tanah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hanya Produksi 2 Tambang, Produksi Emas Freeport di 2025 Meleset 50 Persen dari Target

Hanya Produksi 2 Tambang, Produksi Emas Freeport di 2025 Meleset 50 Persen dari Target

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 12:41 WIB

Proses Evaluasi Longsor di Tambang PT Freeport Selesai Antara Maret atau April

Proses Evaluasi Longsor di Tambang PT Freeport Selesai Antara Maret atau April

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 19:06 WIB

Bahlil Dorong Freeport Olah Konsentrat Tembaga Amman

Bahlil Dorong Freeport Olah Konsentrat Tembaga Amman

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 18:51 WIB

Terkini

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Anjlok Semua, Ikutan Tren Global

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Anjlok Semua, Ikutan Tren Global

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:59 WIB

Resmi Melantai di BEI, Emiten PRDL Incar Dana Rp62,75 Miliar

Resmi Melantai di BEI, Emiten PRDL Incar Dana Rp62,75 Miliar

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:51 WIB

Cisem II Tak Hanya untuk Industri, Pertagas Pastikan Gas Bumi Juga Mengalir ke Rumah Tangga

Cisem II Tak Hanya untuk Industri, Pertagas Pastikan Gas Bumi Juga Mengalir ke Rumah Tangga

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:21 WIB

Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif

Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:11 WIB

Plastik Murah China Kepung RI, Industri Petrokimia Terancam Tumbang

Plastik Murah China Kepung RI, Industri Petrokimia Terancam Tumbang

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:04 WIB

Kolaborasi Pendidikan Hukum Nasional Diyakini Perkuat Kepastian Investasi di Indonesia

Kolaborasi Pendidikan Hukum Nasional Diyakini Perkuat Kepastian Investasi di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:58 WIB

Rupiah Paling Lemah di Asia Lawan Dolar AS ke Level Rp18.058

Rupiah Paling Lemah di Asia Lawan Dolar AS ke Level Rp18.058

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:44 WIB

Nasib LPG 3 Kg Mulai Terjawab, Pertagas Beberkan Kesiapan Proyek CNG

Nasib LPG 3 Kg Mulai Terjawab, Pertagas Beberkan Kesiapan Proyek CNG

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:25 WIB

Bank Danamon Proyeksikan Simpanan Valas Naik hingga 60 Persen, Ini Pendorong Utamanya

Bank Danamon Proyeksikan Simpanan Valas Naik hingga 60 Persen, Ini Pendorong Utamanya

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:40 WIB

Fantastis! Segini Harga 74 Kilogram Emas Batangan Hasil Sitaan Kasus Korupsi di Sentul

Fantastis! Segini Harga 74 Kilogram Emas Batangan Hasil Sitaan Kasus Korupsi di Sentul

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:02 WIB

×