Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Purbaya Buka-bukaan Alasan Penerimaan Pajak Rendah: Ekonomi Sudah Lesu Sejak 2024

Dicky Prastya

Jum'at, 28 November 2025 | 14:29 WIB
Purbaya Buka-bukaan Alasan Penerimaan Pajak Rendah: Ekonomi Sudah Lesu Sejak 2024
Menteri Keuangan Indonesia (MenKeu), Purbaya Yudhi Sadewa. (YouTube/Kementerian Keuangan RI)
  • Realisasi penerimaan pajak hingga Oktober 2025 mencapai Rp1.459 triliun, 70,25% dari target 2025.
  • Penerimaan pajak ini lebih rendah 3,85% dibanding periode sama tahun lalu akibat perlambatan ekonomi.
  • Menkeu Purbaya mengusulkan stimulus ekonomi besar karena pertumbuhan ekonomi telah lesu sejak 2024.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan soal penerimaan pajak rendah yang terhitung sejak Oktober 2025. Tercatat penerimaan pajak sebesar Rp 1.459 triliun atau 70,25 persen dari outlook atau target 2025 sebesar Rp 2.076,9 triliun.

Diketahui realisasi penerimaan pajak ini lebih rendah 3,85 persen dari periode yang sama tahun lalu dengan angka mencapai Rp 1.517 triliun.

Menkeu Purbaya menjelaskan kalau penerimaan pajak rendah karena ekonomi Indonesia yang melambat hingga September 2025. Kondisi mulai membaik terjadi pada Oktober 2025.

"Yang perlu kita ingat adalah kita keadaannya enggak normal sampai September kemarin. Oktobernya baru mulai balik, belum keluar dari tekanan loh," kata Purbaya saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (27/11/2025).

Purbaya blak-blakan kalau Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bisa saja menerapkan banyak pajak di berbagai sektor. Namun kebijakan itu bisa membuat penerimaan pajak lebih rendah dari sebelumnya.

"Kalau lagi jatuh kita bebanin lagi akan lebih jatuh lagi," lanjut dia.

Menkeu menilai kalau Pemerintah mesti memberikan stimulus ekonomi besar-besaran. Ia juga ingin mengoptimalkan uang yang sudah ada untuk menciptakan perbaikan ekonomi.

"Alhamdulillah sekarang sudah mulai terlihat. Tapi bukan berarti keadaan sudah normal. Jadi kalau Anda tanya, 'Kenapa pajak Anda turun segitu banyak?'. Ya waktu itu lagi susah. Kalau businessman lagi susah, dipajakin ribut pasti kan? Uang-uangnya juga enggak ada orang lagi rugi," timpal dia.

Ekonomi lesu sejak 2024

Purbaya kemudian mengakui kalau pengumpulan pajak masih di bawah target. Namun dirinya berkomitmen ingin memperbaiki ke depan.

Purbaya juga menyinggung kalau pertumbuhan uang dasar sudah melambat sejak tahun lama.

"Pertumbuhan uang itu sudah cukup lama lesu dari 2024. Jadi ekonomi masih susah. Apa mau kita tekan masyarakat kita, pengusaha kita? kita pasti hancur ya. Jadi tolong dipertimbangkan juga hal itu," kata Purbaya ke anggota DPR.

Maka dari itu, Purbaya ingin Pemerintah memberikan stimulus ekonomi. Meskipun tidak sedikit karena hanya mengoptimalkan yang ada, itu dinilainya bisa memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia.

Bahkan Purbaya berkelakar kalau Kemenkeu siap menaikkan pajak anggota DPR apabila pertumbuhan ekonomi membaik.

"Saya juga mau kalau bisa kita hajar, terutama anggota DPR pajaknya kita naikin ya. Saya digebuk nanti. Atau Pak Tomi atau Pak ini," canda Purbaya sembari menunjuk Thomas Djiwandono dan Suahasil Nazara selaku Wamenkeu.

Purbaya lalu kembali memaparkan data kalau ekonomi sudah direm sejak tahun 2024 yang membuat pertumbuhan bank negatif.

"kita susah cuman waktu itu kita semua belum sadar dan saya sekarang mencoba memperbaiki ini dan itu pun masih belum optimal karena kan fiskal ya fiskal. Masih ada sisi mesin ekonomi kita yang belum membantu dari sisi moneter," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Yakin Demo Akan Berkurang, Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6% Tahun Depan

Purbaya Yakin Demo Akan Berkurang, Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6% Tahun Depan

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 11:26 WIB

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pegadaian dan Universitas Halu Oleo Berdayakan Pandai Besi Binongko

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pegadaian dan Universitas Halu Oleo Berdayakan Pandai Besi Binongko

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 11:21 WIB

Riset CORE Sebut Ekonomi RI Bisa Lebih Buruk di 2026, Apa Pemicunya

Riset CORE Sebut Ekonomi RI Bisa Lebih Buruk di 2026, Apa Pemicunya

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 09:02 WIB

Forum Ekonomi KB Bank Hadirkan Tokoh Nasional Bahas Arah Ekonomi dan Investasi Jelang 2026

Forum Ekonomi KB Bank Hadirkan Tokoh Nasional Bahas Arah Ekonomi dan Investasi Jelang 2026

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 18:43 WIB

Tak Kesal, Tapi Ancaman Purbaya Bekukan Bea Cukai Seperti Era Orba Tetap Berlaku Sampai...

Tak Kesal, Tapi Ancaman Purbaya Bekukan Bea Cukai Seperti Era Orba Tetap Berlaku Sampai...

News | Kamis, 27 November 2025 | 18:21 WIB

Mobil Suzuki Ignis Matic Bekas Harga Berapa? Intip Dulu Taksiran Pajaknya sebelum Beli

Mobil Suzuki Ignis Matic Bekas Harga Berapa? Intip Dulu Taksiran Pajaknya sebelum Beli

Otomotif | Kamis, 27 November 2025 | 18:10 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB