Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Purbaya Yakin Demo Akan Berkurang, Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6% Tahun Depan

Dicky Prastya

Jum'at, 28 November 2025 | 11:26 WIB
Purbaya Yakin Demo Akan Berkurang, Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6% Tahun Depan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara/Aditya Pradana Putra]
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaitkan penurunan aksi demonstrasi dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
  • Purbaya menempatkan dana pemerintah Rp 276 triliun ke Himbara untuk memicu optimisme dan pertumbuhan ekonomi lokal.
  • Peningkatan indeks keyakinan konsumen ini diharapkan dapat menekan aksi unjuk rasa serta mencapai target pertumbuhan 6 persen.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri kalau aksi demonstrasi atau unjuk rasa akan berkurang jika pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik.

Mulanya, Menkeu Purbaya memaparkan survei soal Indeks Keyakinan Konsumen terhadap Kinerja Pemerintah yang dinilainya menggambarkan sistem politik di Indonesia.

Ia menyebut kalau kondisi ekonomi Indonesia tengah melambat sejak Juni hingga September. Akibatnya, indeks masyarakat turun selama periode tersebut.

"Itu menggambarkan ketidakpuasan masyarakat ke kita semua. Bukan ke saya, bukan kami saja, tapi ke semuanya," kata Purbaya saat Rapat Kerja Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Komisi XI DPR RI pada Kamis (28/11/2025).

Dampak dari ketidakpuasan itu adalah masyarakat kerap kali aksi demo di jalan. Purbaya menilai apabila Pemerintah tidak melakukan sesuatu, negara dalam keadaan berbahaya.

"Bukan DPR saja, Pemerintah juga utamanya," lanjut dia.

Setelah menggantikan Sri Mulyani dan dilantik jadi Menkeu pada September 2025 lalu, Purbaya memutuskan untuk menempatkan dana Pemerintah sebesar Rp 200 triliun yang ditambah Rp 76 triliun ke Himpunan Bank Negara (Himbara).

Bendahara Negara berpandangan kalau itu berhasil memicu optimisme masyarakat serta pertumbuhan ekonomi lokal.

"Sehingga ketika mereka disuruh beli lagi, di bulan Oktober sudah naik ke level yang tinggi, di bulan November level yang ini, 118. Ini boleh dibilang level tertinggi sepanjang sejarah ini," klaim Purbaya.

"Artinya, atas dukungan Komisi XI, restu pak Presiden untuk menaruh uang Rp 200 triliun dan me-manage keuangan kita lebih baik, itu saja sudah bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi dan membalik arah ekonomi kita, menimbulkan momentum pertumbuhan ekonomi yang baru. Sehingga masyarakat sudah puas lagi dengan sistem atau kebijakan yang ada," bebernya lagi.

Purbaya menekankan kalau Pemerintah mesti menjaga momentum perbaikan ekonomi ini agar tidak hilang demi menciptakan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi.

Lebih lanjut Purbaya menyebut, apabila masyarakat puas ke Pemerintah sekarang, seharusnya aksi unjuk rasa akan lebih sedikit di masa depan. Ia juga menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen di tahun 2026.

"Ketika masyarakat puas ke pemerintah seperti sekarang, harusnya demo akan lebih sedikit ke depan, dan pemerintah bersama DPR tentunya bisa memfokuskan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat, fokus menjalankan program-program yang sudah disetujui oleh DPR untuk memastikan kita bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Kalau yang kita bisa jaga sih tahun depan kita bisa tumbuh 6 persen dengan tidak terlalu sulit," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pegadaian dan Universitas Halu Oleo Berdayakan Pandai Besi Binongko

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pegadaian dan Universitas Halu Oleo Berdayakan Pandai Besi Binongko

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 11:21 WIB

Riset CORE Sebut Ekonomi RI Bisa Lebih Buruk di 2026, Apa Pemicunya

Riset CORE Sebut Ekonomi RI Bisa Lebih Buruk di 2026, Apa Pemicunya

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 09:02 WIB

Forum Ekonomi KB Bank Hadirkan Tokoh Nasional Bahas Arah Ekonomi dan Investasi Jelang 2026

Forum Ekonomi KB Bank Hadirkan Tokoh Nasional Bahas Arah Ekonomi dan Investasi Jelang 2026

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 18:43 WIB

Tak Kesal, Tapi Ancaman Purbaya Bekukan Bea Cukai Seperti Era Orba Tetap Berlaku Sampai...

Tak Kesal, Tapi Ancaman Purbaya Bekukan Bea Cukai Seperti Era Orba Tetap Berlaku Sampai...

News | Kamis, 27 November 2025 | 18:21 WIB

Airlangga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,6 Persen, Kalah Optimistis dari Purbaya

Airlangga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,6 Persen, Kalah Optimistis dari Purbaya

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 18:04 WIB

CORE Economic Outlook 2026: Resiliensi Terjaga, Akselerasi Tertahan

CORE Economic Outlook 2026: Resiliensi Terjaga, Akselerasi Tertahan

Video | Kamis, 27 November 2025 | 17:40 WIB

Terkini

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:56 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:39 WIB

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:44 WIB

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:00 WIB

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:55 WIB