Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Mensos Tinjau Penyaluran BLT Kesra di Bandung, PT Pos Indonesia: Target Rampung Akhir November

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Sabtu, 29 November 2025 | 19:01 WIB
Mensos Tinjau Penyaluran BLT Kesra di Bandung, PT Pos Indonesia: Target Rampung Akhir November
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau langsung proses penyaluran BLT Kesra di Bandung bersama PT Pos Indonesia (Dok: PT Pos Indonesia)

Suara.com - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) di Kota Bandung dipastikan berjalan lancar. PT Pos Indonesia (Persero) menyalurkan bantuan tersebut kepada keluarga penerima manfaat (KPM) melalui Kantorpos KCU Bandung.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau langsung proses penyaluran sebagai bagian dari monitoring percepatan distribusi bantuan secara nasional. Ia memastikan penyaluran di Bandung dan sejumlah daerah berjalan sesuai target.

Mensos menyampaikan bahwa penyaluran BLT Kesra secara nasional telah melampaui 50 persen dari total 12 juta KPM.

“Alhamdulillah, dari 12 juta itu sudah tersalur lebih dari 50 persen. Tertib, dan saya melihat langsung bagaimana mereka bersyukur dan memanfaatkan bantuan ini dengan baik,” ujar Saifullah.

Lebih lanjut, Mensos juga menegaskan pentingnya akurasi data penerima bantuan. Dengan demikian, banyak masyarakat yang membutuhkan bisa menikmati bantuan ini.

"Per hari ini kita juga akan mengirim lagi ke BPS 1.300.000 lebih KPM baru yang telah dilakukan verifikasi. Dengan begitu, secara keseluruhan insyaallah sudah lebih dari 30 juta data penerima manfaat, baik reguler maupun yang baru telah terverifikasi dan siap untuk disalurkan secara bertahap," kata Saifullah.

Ia berharap seluruh data terverifikasi dapat tersalurkan pada awal Desember, sambil tetap memperhatikan mekanisme PT Pos Indonesia.

"Harapan kami, nanti mungkin di awal Desember sesuai data yang terverifikasi sudah semuanya bisa disalurkan. Tapi nanti kita lihat di lapangannya seperti apa, karena PT Pos punya prosedur, mekanisme untuk menyalurkan ini dengan baik," tambahnya.

Selain itu, Mensos juga berharap pihaknya bersama Pos Indonesia juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) saat melaksanakan penyaluran bantuan. Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan Pemda demi menjaga ketertiban dan menghindari antrean panjang.

3 Pola Penyaluran oleh PT Pos Indonesia

Plt Direktur Utama Pos Indonesia, Haris, menjelaskan penyaluran BLT Kesra dilakukan melalui tiga pola: pembayaran di kantor pos, penyaluran berbasis komunitas, dan layanan antar untuk lansia serta warga sakit.

"PT Pos Indonesia alhamdulillah diberi amanah oleh negara untuk menyalurkan bantuan ini. Kami menyalurkan ini dengan tiga pola. Dibayarkan di Kantorpos, di komunitas, dan antaran untuk orang-orang tua kita yang lansia, yang sedang sakit," jelas Haris.

Haris mengungkapkan progres pencairan nasional. Menurutnya, hingga pukul 07.00 pagi, Pos Indonesia telah menyalurkan bantuan kepada 7,2 juta penerima atau 58 persen dari total 12 juta KPM.

Ia memastikan PT Pos menargetkan penyaluran selesai pada akhir November.

"Karena alhamdulillah kemarin posisinya kami sudah bisa menyalurkan 1 hari dalam angka 1,8 juta. Insyaallah di tiga hari ke depan ini kami bisa menuntaskan tugas ini," jelas Haris.

Ia juga menjelaskan mekanisme QR code pada surat pemberitahuan yang menjadi identitas digital untuk pencairan.

"Penerima nanti cukup datang ke Kantorpos, menunjukkan surat pemberitahuan, petugas kami akan melakukan scan terhadap QR code-nya, akan muncul datanya, dan di situ dilakukan proses pencocokan kembali," terang Haris.

Tantangan Penyaluran di Wilayah Bencana

Pada kesempatan itu juga Haris angkat bicara mengenai penyaluran bantuan yang dilakukan Pos Indonesia di beberapa wilayah Sumatra yang terdampak bencana alam. Mulai dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

"Ada tiga provinsi di Sumatra yang terdampak dari bencana ini, khususnya Tapanuli Tengah. Realisasinya sampai saat ini masih rendah, di 25 persen," kata Haris.

Menurutnya, masyarakat di wilayah tersebut masih fokus pada upaya pengungsian, dan PT Pos akan menyalurkan bantuan ketika kondisi memungkinkan.

Mensos membenarkan hal tersebut. Ia memastikan penyaluran bantuan ini masih harus mengikuti perkembangan yang ada di wilayah terdampak bencana.

"Tentunya menyesuaikan situasi dan kondisi di daerah bencana, mungkin di tempat pengungsian atau di tempat-tempat yang bisa dijangkau oleh PT Pos maupun oleh penerima manfaat," kata Saifullah.

KPM Sangat Terbantu BLT Kesra

Sejumlah penerima manfaat yang hadir di Kantorpos KCU Bandung mengungkapkan rasa syukur atas bantuan BLT Kesra sebesar Rp900.000 yang diberikan pemerintah. Aneu Muliyati, wali dari Deri Muhammad Ginajar, penyandang down syndrome, mengatakan bantuan ini sangat berarti bagi kebutuhan adiknya.

"Alhamdulillah, sekarang adik saya dapat bantuan. Saya sendiri sangat senang. Bantuan ini sangat ngebantu sekali," ujar Aneu.

Ia menjelaskan bahwa proses pencairan berlangsung mudah dan tertib. "Alhamdulillah sangat baik sekali pelayanan di Kantorpos, ramah-ramah orangnya," katanya.

Deri sendiri mengungkapkan rasa senangnya, "Deri senang dapat bantuan ini."

Ungkapan syukur juga dilontarkan oleh KPM lainnya, Fitriani. Ia senang bisa mendapatkan bantuan. Menurutnya, proses pengambilan bantuan ini juga sangat mudah.

"Proses pengambilan bantuannya gampang. Pelayanan petugas Kantorpos sangat baik," ujarnya.

Fitiriani mengaku bantuan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak.

Ika Heriyani, yang juga menerima BLT Kesra, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah.

"Bantuan ini, alhamdulillah, sangat bermanfaat ya bagi kami. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, kepada Kementerian Sosial, dan kepada Kantorpos," katanya.

Ika berharap bantuan serupa dapat berlanjut dan bahkan bisa menjadi modal usaha agar masyarakat bisa lebih mandiri.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI x SOGO Resmi Luncurkan UMKM Corner: Dorong Produk Lokal Masuk ke Pasar Modern

BRI x SOGO Resmi Luncurkan UMKM Corner: Dorong Produk Lokal Masuk ke Pasar Modern

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 21:00 WIB

Faber Instrument Hadirkan Inovasi Audio Kayu Jati Melalui Ekosistem BRI UMKM EXPO(RT)

Faber Instrument Hadirkan Inovasi Audio Kayu Jati Melalui Ekosistem BRI UMKM EXPO(RT)

Bisnis | Selasa, 25 November 2025 | 21:38 WIB

Perkuat Tulang Punggung Ekonomi, BRI Salurkan KUR untuk UMKM

Perkuat Tulang Punggung Ekonomi, BRI Salurkan KUR untuk UMKM

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 15:25 WIB

Jadi Pondasi Ekonomi Daerah, Pemprov Jateng Beri Perhatian Penuh pada UMKM

Jadi Pondasi Ekonomi Daerah, Pemprov Jateng Beri Perhatian Penuh pada UMKM

News | Kamis, 20 November 2025 | 18:13 WIB

GoFood Digitalisasi Ratusan UMKM Kuliner Dalam 5 Menit dengan Aplikasi GoFood Merchant

GoFood Digitalisasi Ratusan UMKM Kuliner Dalam 5 Menit dengan Aplikasi GoFood Merchant

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 12:10 WIB

Dorong Ekonomi Indonesia, HSBC Indonesia Komitmen Bantu UMKM Naik Kelas

Dorong Ekonomi Indonesia, HSBC Indonesia Komitmen Bantu UMKM Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 08:41 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB