Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Rupiah Cuma Menguat Sejengkal, tapi Tetap Lebih Perkasa dari Dolar AS

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 01 Desember 2025 | 15:43 WIB
Rupiah Cuma Menguat Sejengkal, tapi Tetap Lebih Perkasa dari Dolar AS
Nilai tukar rupiah parkir di level Rp16.663 per dolar AS, menguat 0,07 persen. Foto Antara.
  • Nilai tukar rupiah parkir di level Rp16.663 per dolar AS, menguat 0,07 persen.
  • Meski menguat tipis, rupiah tetap mencatatkan arah positif di tengah pergerakan beragam mata uang Asia.
  • Sebaliknya, sejumlah mata uang Asia tersungkur.

Suara.com - Nilai tukar rupiah menutup awal pekan dengan sentuhan penguatan. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada perdagangan Senin (1/12/2025) parkir di level Rp16.663 per dolar AS, menguat 0,07 persen dibanding penutupan Jumat di Rp16.675 per dolar AS.

Meski menguat tipis, rupiah tetap mencatatkan arah positif di tengah pergerakan beragam mata uang Asia. Yen Jepang menjadi bintang sore ini dengan lonjakan 0,52 persen, disusul baht Thailand yang naik 0,42 persen. Mata uang regional lain ikut menguat: dolar Singapura (0,09 persen), ringgit Malaysia (0,04 persen), serta peso Filipina (0,12 persen).

Sebaliknya, sejumlah mata uang Asia tersungkur. Won Korea melemah 0,07 persen, yuan China terdepresiasi 0,03 persen, sementara dolar Hong Kong dan dolar Taiwan terkoreksi masing-masing 0,04 persen dan 0,13 persen terhadap dolar AS.

Research and Development ICDX, Taufan Dimas Hareva, menjelaskan bahwa penguatan rupiah tak lepas dari semakin kuatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga.

“Ekspektasi penurunan suku bunga membuat tekanan terhadap dolar AS mereda, sehingga investor global kembali beralih ke aset negara berkembang, termasuk rupiah yang menawarkan prospek return lebih menarik,” ujar Taufan saat dihubungi.

Dari dalam negeri, ia menilai kondisi ekonomi yang stabil serta langkah aktif Bank Indonesia (BI) menjaga likuiditas menjadi faktor penyokong rupiah.

“Kombinasi permintaan valuta asing yang terkendali dan pasokan rupiah yang memadai turut memperkuat mata uang domestik,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awal Desember, Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar Amerika Serikat

Awal Desember, Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar Amerika Serikat

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 09:58 WIB

Bos BI Mau Luncurkan Rupiah Digital, Apa Manfaatnya?

Bos BI Mau Luncurkan Rupiah Digital, Apa Manfaatnya?

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 07:49 WIB

Nilai Tukar Rupiah Merosot Lagi Jumat Petang, Ini Pemicunya

Nilai Tukar Rupiah Merosot Lagi Jumat Petang, Ini Pemicunya

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 17:19 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB