Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Meski Dihantam Aksi Ambil Untung, IHSG Ditutup Tetap di Level 8.600

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 05 Desember 2025 | 17:01 WIB
Meski Dihantam Aksi Ambil Untung, IHSG Ditutup Tetap di Level 8.600
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • IHSG pada Jumat, 5 Desember 2025, melemah 0,09 persen mencapai level 8.632 akibat aksi ambil untung investor.
  • Secara teknikal, muncul sinyal pelemahan momentum, namun tren penguatan IHSG masih terjaga di atas MA 20, 50, dan 200.
  • Rupiah menguat tipis menjadi Rp 16.648 per dolar AS seiring antisipasi penurunan suku bunga acuan The Fed.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada akhir perdagangan Jumat, 5 Desember 2025. IHSG terkoreksi 0,09 persen ke level 8.632.

Meski sempat menembus rekor intraday baru di 8.689, indeks akhirnya terkoreksi akibat aksi ambil untung di tengah kondisi pasar yang mulai jenuh beli.

Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya mengungkapkan, secara teknikal tekanan terjadi seiring posisi candlestick IHSG yang mendekati upper Bollinger Band, serta menguatnya sinyal pelemahan momentum dari indikator MACD dan Stochastic RSI.

Kendati demikian, secara tren IHSG masih berada dalam jalur penguatan karena bertahan di atas MA20, MA50, dan MA200.

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Di pasar valuta asing, rupiah justru bergerak menguat tipis ke Rp 16.648 per dolar AS, sejalan dengan penguatan mayoritas mata uang Asia di tengah ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pekan depan.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 47,43 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,44 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,54 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 384 saham bergerak naik, sedangkan 308 saham mengalami penurunan, dan 264 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, BLUE, BREN, BUVA, BYAN, CASA, CBDK, COIN, DATA, EXCL, FILM, IMPC, INTP.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ADES, ASPI, BRAM, CLAY, CTBN, DCII, DSSA, FPNI, GGRM, GHON, ICBP, INKP.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DEWA Milik Bakrie Terkoreksi, Divestasi Besar Andhesti Tungkas Pratama Penyebabnya?

DEWA Milik Bakrie Terkoreksi, Divestasi Besar Andhesti Tungkas Pratama Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 15:11 WIB

Harga COIN Naik: Saham Diborong Investor, Bakal Terus Menguat atau Amblas?

Harga COIN Naik: Saham Diborong Investor, Bakal Terus Menguat atau Amblas?

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 14:16 WIB

Saham INET Meroket Hingga Suspend, Efek Ekspansi Jumbo dan Proyek Bisnis Baru?

Saham INET Meroket Hingga Suspend, Efek Ekspansi Jumbo dan Proyek Bisnis Baru?

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 12:54 WIB

Terkini

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:42 WIB

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:06 WIB

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:00 WIB

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:05 WIB

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:02 WIB

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:57 WIB