Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Menperin Andalkan Vokasi Jadi Investasi Sektor Industri

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 09 Desember 2025 | 16:35 WIB
Menperin Andalkan Vokasi Jadi Investasi Sektor Industri
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan optimisme tinggi bahwa kehadiran proyek raksasa New Ethylene Project PT Lotte Chemical Indonesia akan secara signifikan memperkuat keuangan negara melalui pengurangan drastis impor produk petrokimia. Foto Fadil-Suara.com
  • Pemerintah memperkuat pendidikan vokasi melalui standardisasi, pemagangan, dan modernisasi sarana untuk menjawab dinamika kebutuhan industri global.
  • Penguatan vokasi difokuskan pada kurikulum internasional, literasi teknologi, dan sertifikasi guna memperluas peluang kerja tenaga terampil lintas negara.
  • Wisuda serentak 2.993 lulusan Kemenperin menunjukkan keberhasilan pendekatan link-and-match dalam menciptakan SDM berdaya saing industri global.

Suara.com - Pemerintah kembali menyoroti penguatan pendidikan vokasi sebagai salah satu agenda pengembangan industri nasional. Langkah ini diarahkan untuk menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dengan perubahan teknologi dan dinamika kompetisi global yang semakin cepat.

"Pendidikan vokasi adalah investasi untuk masa depan. Dengan SDM yang kompeten dan unggul, industri kita akan tumbuh lebih produktif, resilien, dan berdaya saing global," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).

Agus menyebut penguatan vokasi dilakukan melalui standardisasi kompetensi, pemagangan, sertifikasi, hingga modernisasi sarana pembelajaran. Upaya ini ditujukan agar lulusan vokasi mampu menjawab kebutuhan industri yang berubah cepat.

Dalam agenda yang mereka sebut sebagai 'vokasi go global', pemerintah mendorong penyesuaian kurikulum dengan standar kompetensi internasional. Pendekatan tersebut juga mencakup literasi teknologi tingkat lanjut, peningkatan sertifikasi profesi, serta kemitraan dengan industri luar negeri. 

Ilustrasi Vokasi (Foto Istimewa)
Ilustrasi Vokasi (Foto Istimewa)

Agus menilai langkah ini diperlukan untuk memperluas peluang kerja dan mobilitas tenaga terampil lintas negara.

Ia juga menekankan pentingnya jejaring alumni berskala global untuk memperkuat konektivitas industri. Model ini diharapkan membantu lulusan masuk ke rantai pasok sektor-sektor strategis seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, energi hijau, dan otomasi industri.

Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menyampaikan penguatan vokasi menjadi bagian dari Strategi Baru Industrialisasi Nasional. Ia memandang kebutuhan industri saat ini tidak bisa dijawab dengan pola lama. 

"Kita harus menjawab kebutuhan masa depan. Target pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi tidak mungkin tercapai kalau SDM-nya masih seperti dahulu. SDM harus produktif, terampil, kompeten, dan berorientasi global," katanya.

Doddy menambahkan pendidikan vokasi seharusnya tidak berhenti pada penyediaan tenaga kerja domestik. Menurutnya, lulusan Indonesia perlu disiapkan untuk menjadi bagian dari ekosistem industri global melalui peningkatan kompetensi teknis, mobilitas tenaga kerja, dan jejaring profesional.

Komitmen tersebut terlihat dari penyelenggaraan wisuda serentak yang melepas 2.993 lulusan dari politeknik dan akademi komunitas milik Kemenperin.

Para lulusan diproyeksikan masuk ke industri nasional sekaligus diarahkan untuk mampu bersaing di pasar global melalui sertifikasi profesional, kecakapan bahasa, dan pemahaman budaya kerja internasional. 

"Penyerapan lulusan vokasi Kemenperin yang secara konsisten menunjukkan kinerja tinggi menjadi bukti keberhasilan pendekatan link-and-match dan peningkatan relevansi pendidikan terhadap kebutuhan industri modern," kata Doddy.

Ia menyebut Kemenperin akan terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi melalui modernisasi kurikulum, peningkatan kapasitas instruktur, serta perluasan jejaring global. 

"Langkah ini diharapkan mampu menciptakan SDM yang adaptif terhadap disrupsi teknologi dan memiliki kompetensi untuk memperkuat daya saing industri nasional di arena global," tambahnya.

Salah satu unit pendidikan vokasi yang menjalankan model tersebut adalah SMK-SMTI Yogyakarta. Sekolah ini menggunakan sistem dual system dengan porsi praktik mencapai 70 persen serta kurikulum berstandar internasional. 

Doddy menilai pendekatan itu menjadi bagian penting dari transformasi SDM industri. 

"Peningkatan kompetensi SDM industri merupakan fondasi dari transformasi ekonomi nasional," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin Gaspol Transformasi Digital Manufaktur Lewat Making Indonesia 4.0

Kemenperin Gaspol Transformasi Digital Manufaktur Lewat Making Indonesia 4.0

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 13:10 WIB

Menperin Beberkan Industri Indonesia Masih Kuat, Ini Buktinya

Menperin Beberkan Industri Indonesia Masih Kuat, Ini Buktinya

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 14:02 WIB

Menperin Sebut Investasi Asing Menguat ke Industri Manufaktur

Menperin Sebut Investasi Asing Menguat ke Industri Manufaktur

Bisnis | Selasa, 25 November 2025 | 20:59 WIB

Terkini

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:59 WIB

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB