Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

INET Tancap Gas, Target Harga Saham Meroket: Efek Ekspansi Rp4,2 Triliun?

M Nurhadi

Rabu, 10 Desember 2025 | 16:05 WIB
INET Tancap Gas, Target Harga Saham Meroket: Efek Ekspansi Rp4,2 Triliun?
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
  • Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi saham INET pada Rabu (10/12/2025) setelah empat hari karena lonjakan harga tidak wajar.
  • Analis Samuel Sekuritas menaikkan target harga INET menjadi Rp1.350 berdasarkan proyeksi laba kuat dan fundamental membaik.
  • INET menunjukkan pertumbuhan pendapatan 190,5% dan laba bersih melonjak 960% didukung rencana ekspansi Rp4,2 triliun.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Rabu (10/12/2025), resmi mencabut penghentian sementara (unsuspend) perdagangan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) pada sesi pertama.

Sementara, menjelang penutupan pasar pada sesi II, harga INET berada di kisaran 850, Menguat hingga 9,86% jika dibandingkan dengan pembukaan bursa hari ini.

Pembukaan segel INET sendiri mengakhiri masa suspensi selama empat hari bursa yang dipicu oleh lonjakan harga saham INET yang dinilai tidak wajar dalam beberapa pekan terakhir.

Segera setelah saham kembali diperdagangkan, sejumlah analis pasar langsung memperbarui pandangan mereka terhadap prospek INET.

Dalam riset terbarunya, analis dari Samuel Sekuritas, Jason Sebastian dan Jonathan Guyadi, mempertahankan rekomendasi Speculative Buy dan menaikkan target harga secara signifikan.

Target harga saham INET diproyeksikan naik menjadi Rp1.350 per saham, yang mengindikasikan potensi kenaikan mencapai 74,2% dari harga acuan terakhir sebelum suspensi dicabut (Rp775).

Kenaikan target harga yang agresif ini didasarkan pada perbaikan proyeksi laba ke depan serta penguatan kinerja fundamental perseroan, menggunakan valuasi EV/EBITDA 2027F di kisaran 25 kali.

“Kenaikan target harga ini didasarkan pada perbaikan estimasi laba dan kinerja perusahaan yang kuat, terutama pada kuartal ketiga tahun 2025,” jelas riset Samuel Sekuritas, dikutip Rabu (10/12/2025).

Optimisme analis didukung oleh lonjakan kinerja keuangan INET yang impresif sepanjang tahun 2025. Laporan kuartal III-2025 menunjukkan performa eksplosif, terutama pada segmen Internet Service Provider (ISP) yang menjadi kontributor utama pendapatan.

Hingga periode Januari–September 2025, INET berhasil mencatatkan total pendapatan Rp68,6 miliar, melompat 190,5% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Segmen ISP menyumbang hampir seluruh pendapatan, yakni senilai Rp67 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh bertambahnya pelanggan melalui mitra INET yang meningkat drastis dari 220.000 menjadi 1,5 juta pelanggan.

Profitabilitas perusahaan juga menunjukkan perbaikan drastis:

  • Laba Bersih: Laba bersih kuartal III-2025 melonjak 960% YoY menjadi Rp11,6 miliar. Total laba bersih Januari–September 2025 mencapai Rp19,4 miliar, setara dengan pertumbuhan 818,9% YoY.
  • Efisiensi: Perbaikan kinerja didukung oleh pengendalian beban operasi yang ketat. Marjin kotor (Gross Profit Margin/GPM) kuartal III meningkat menjadi 66,3%, dan marjin EBITDA melesat ke 76,4% (dari 26,8% pada periode sama tahun sebelumnya).

Kinerja solid ini mendorong proyeksi laba bersih di masa depan. Samuel Sekuritas memperkirakan laba bersih INET dapat mencapai Rp257 miliar pada 2026 dan melonjak signifikan menjadi Rp736 miliar pada 2027, menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat agresif.

Rencana Ekspansi Jumbo Rp4,2 Triliun

Prospek pertumbuhan INET didukung rencana pendanaan besar senilai sekitar Rp4,2 triliun yang akan dieksekusi dalam dua tahap. Pendanaan ini bertujuan untuk mengakselerasi ekspansi agresif perseroan:

  1. Rights Issue: Penerbitan saham baru (rights issue) senilai Rp3,2 triliun ditargetkan tuntas pada akhir 2025.
  2. Obligasi: Penerbitan obligasi sebesar Rp1 triliun direncanakan terbit pada 2026.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur strategis seperti kabel bawah laut (subsea cable), proyek Fiber To The Home (FTTH), dan layanan node-based internet.

Selain itu, INET juga berencana mengakuisisi PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) dan PT Trans Hybrid Communication (THC) untuk memperkuat kapasitas kontraktor FTTH dan layanan managed service.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham INET Meroket Hingga Suspend, Efek Ekspansi Jumbo dan Proyek Bisnis Baru?

Saham INET Meroket Hingga Suspend, Efek Ekspansi Jumbo dan Proyek Bisnis Baru?

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 12:54 WIB

Saham INET Meroket Lagi Hari Ini: YTD Tembus 1.200 Persen, Ada Update Right Issue

Saham INET Meroket Lagi Hari Ini: YTD Tembus 1.200 Persen, Ada Update Right Issue

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 15:58 WIB

Sosok Pemilik PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)

Sosok Pemilik PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)

Bisnis | Minggu, 30 November 2025 | 10:35 WIB

Terkini

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:17 WIB

Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram

Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:04 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian

Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:59 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'

Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:54 WIB

Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya

Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:51 WIB

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:36 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:15 WIB

Harga Pertamax Nyaris Rp 17.000, Pertamina Anggap Sudah Wajar

Harga Pertamax Nyaris Rp 17.000, Pertamina Anggap Sudah Wajar

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:13 WIB

BI Rate Naik Mendadak, Pertanda Apa untuk Ekonomi Indonesia?

BI Rate Naik Mendadak, Pertanda Apa untuk Ekonomi Indonesia?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:53 WIB

OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor

OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:45 WIB