Ditutup Terpuruk di Rabu Sore, Rupiah Diprediksi Terus Melemah Terhadap Dolar AS

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Rabu, 10 Desember 2025 | 16:45 WIB
Ditutup Terpuruk di Rabu Sore, Rupiah Diprediksi Terus Melemah Terhadap Dolar AS
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). (Suara.com/Alfian Winanto)
baca 10 detik
  • Rupiah ditutup melemah 0,07 persen pada Rabu (10/12/2025) menjadi Rp16.688 per dolar AS.
  • Pelemahan rupiah diprediksi berlanjut karena sentimen global dan domestik memengaruhi pergerakan mata uang tersebut.
  • Pergerakan rupiah esok hari sangat bergantung pada nada pernyataan The Fed setelah hasil FOMC malam ini.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih terpuruk pada penutupan pasar hari ini, Rabu (10/12/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp16.688 per dolar Amerika Serikat.

Dengan kata lain, rupiah melemah 0,07 persen dibanding penutupan pada Selasa yang berada di level Rp 16.676 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.688 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah akan terus berlanjut. Hal ini seiring dengan sentimen global dan dalam negeri yang memengaruhi pergerakan mata uang garuda.

"Rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar AS. Rupiah mengurangi perlemahan awal setelah data menunjukkan kenaikan pada penjualan ritel Indonesia yang lebih tinggi dari perkiraan," katanya saat dihubungi Suara.com

Dia menilai kondisi rupiah besok akan tergantung pada hasil FOMC malam ini. Walau hampir dipastikan memangkas suku bunga, namun investor mencermati seberapa hawkish nada dari pernyataan the Fed.

"Apabila less hawkish maka rupiah bisa menguat dan sebaliknya Range 16600-16700," tandasnya.

Selain rupiah, beberapa mata uang juga mengalami pelemahan terhada dolar AS. Ringgit Malaysia misalnya menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,17 persen. Selanjutnya, rupee India yang berbalik melemah 0,08 persen dan won Korea Selatan yang terkoreksi 0,05 persen.

Peso Filipina juga ditutup turun 0,05 persen, sama seperti dolar Taiwan yang juga sudah ditutup melemah 0,04 persen dan baht Thailand yang tergelincir 0,04 persen.

Sementara Singapura menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,15 persen. Lalu ada yen Jepang yang terkerek 0,14 persen. Kemudian yuan China dan dolar Hongkong yang sama-sama menguat tipis 0,01 persen terhadap the greenback pada sore ini.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Kembali Merosot, Dolar Amerika Naik ke Rp16.694

Rupiah Kembali Merosot, Dolar Amerika Naik ke Rp16.694

Bisnis | Rabu, 10 Desember 2025 | 09:38 WIB

Rekomendasi Website Terbaik untuk Cek Nilai Tukar Kurs USD ke IDR

Rekomendasi Website Terbaik untuk Cek Nilai Tukar Kurs USD ke IDR

Bisnis | Rabu, 10 Desember 2025 | 05:52 WIB

Rupiah Berotot Tundukan Dolar AS di Level Rp 16.674 Hari Ini

Rupiah Berotot Tundukan Dolar AS di Level Rp 16.674 Hari Ini

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 15:43 WIB

Investor Masih Wait and See, Bikin Rupiah Masih Loyo Bertemu Dolar Amerika

Investor Masih Wait and See, Bikin Rupiah Masih Loyo Bertemu Dolar Amerika

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 10:05 WIB

Rupiah Jadi Mata Uang Asia Terlemah Hari Ini

Rupiah Jadi Mata Uang Asia Terlemah Hari Ini

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 16:34 WIB

Terkini

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

×