Rupiah Kembali Merosot, Dolar Amerika Naik ke Rp16.694

Rabu, 10 Desember 2025 | 09:38 WIB
Rupiah Kembali Merosot, Dolar Amerika Naik ke Rp16.694
Ilustrasi mata uang dolar AS. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Rupiah melemah 0,13% pada Rabu (10/12/2025), dibuka di level Rp16.694 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.
  • Mata uang Asia menunjukkan pergerakan bervariasi, dengan Ringgit Malaysia melemah terdalam, sementara Yen Jepang menguat paling signifikan.
  • Analis memprediksi pelemahan rupiah akan terbatas akibat sentimen global dan menunggu data penjualan ritel Indonesia.

Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali tidak berdaya pada pembukaan hari ini Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (10/12/2025) dibuka di level Rp16.694 Amerika Serikat (AS).

Alhasil, rupiah melemah 0,13 persen dibanding penutupan pada Senin yang berada di level Rp 16.674 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.677 per dolar AS.

Selain itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,16 persen.

Selanjutnya ada baht Thailand dan won Korea Selatan yang sama-sama terkoreksi 0,03 persen. Disusul, dolar Taiwan yang turun 0,029 persen.

Berikutnya ada dolar Hongkong yang terlihat stabil dengan kecenderungan melemah tipis di pagi ini.

Ilustrasi Yen. [Pixabay]
Ilustrasi Yen. [Pixabay]

Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,11 persen.

Lalu ada peso Filipina yang menanjak 0,05 persen. Kemudian ada dolar Singapura yang naik 0,02 persen dan yuan China yang menguat tipis 0,008 persen terhadap the greenback.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah akan terus berlanjut. Hal ini seiring dengan sentimen global dan dalam negeri yang memengaruhi pergerakan mata uang garuda.

Baca Juga: Rekomendasi Website Terbaik untuk Cek Nilai Tukar Kurs USD ke IDR

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah data perkerjaan AS Jolt yg lebih kuat dari perkiraan," katanya saat dihubungi Suara.com.

Namun, pelemahan rupiah masih bersifat terbatas. Apalagi, investor masih wait and see mengenai data penjualan ritel Indonesia.

"Namun perlemahan akan terbatas, dengan investor masih wait and see data penjualan ritel Indonesia dan tentunya FOMC malam ini. Range 16600-16700," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI