Bappenas Luncurkan RAPPP 20252029, Babak Baru Percepatan Pembangunan Papua

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 17 Desember 2025 | 08:26 WIB
Bappenas Luncurkan RAPPP 20252029, Babak Baru Percepatan Pembangunan Papua
Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Medrilzam dalam Peluncuran RAPPP 2025–2029 digelar di Kantor Bappenas, Jakarta pada Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Bappenas meluncurkan RAPPP 2025–2029 pada Selasa (16/12/2025) di Jakarta sebagai pedoman pembangunan Papua.
  • RAPPP ini merupakan tahap kedua implementasi Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua 2022–2041.
  • Dokumen tersebut ditetapkan melalui Perpres Nomor 107 Tahun 2025 memuat 19 program prioritas.

Suara.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) resmi meluncurkan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP) Tahun 2025–2029.

Dokumen ini disiapkan sebagai pedoman utama pembangunan jangka menengah di wilayah Papua.

Peluncuran RAPPP 2025–2029 digelar di Kantor Bappenas, Jakarta pada Selasa (16/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya penyelarasan langkah pembangunan pusat dan daerah agar percepatan pembangunan Papua berjalan lebih terarah.

Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Medrilzam, menyampaikan bahwa RAPPP dirancang untuk meningkatkan kesadaran bersama terhadap besarnya potensi pembangunan di Papua yang perlu dikelola secara kolaboratif.

“Semoga ini (RAPPP) menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pembangunan di Papua,” ujar Medrilzam.

Menurut Medrilzam, peluncuran RAPPP 2025–2029 menandai babak baru pembangunan Papua.

Dokumen ini sekaligus menjadi implementasi konkret dari Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua yang telah dirintis pada periode pemerintahan sebelumnya.

RAPPP 2025–2029 merupakan tahap kedua dari pelaksanaan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) 2022–2041.

baca juga

Tahapan ini dirancang untuk memastikan kesinambungan kebijakan pembangunan Papua dalam jangka panjang.

Dalam penyusunannya, RAPPP dikoordinasikan oleh Bappenas dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.

Sejumlah institusi yang terlibat antara lain Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Wakil Presiden, serta kementerian dan lembaga teknis terkait.

Selain itu, pemerintah daerah di Papua, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga kota, turut dilibatkan.

Partisipasi juga datang dari anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), termasuk perwakilan provinsi, tokoh adat dan agama, tokoh perempuan dan pemuda, organisasi masyarakat, akademisi, hingga mitra pembangunan.

“Proses penyusunan ini berlangsung cukup lama, dimulai sejak Desember 2023 dan baru final pada Oktober 2025,” ujar Medrilzam.

Ia menjelaskan, proses panjang tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rencana pembangunan Papua ke depan dapat tersinkronisasi dengan baik.

Ilustrasi Undang-Undang. (Pixabay/@succo)
Ilustrasi Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP). (Pixabay/@succo)

Dengan begitu, kolaborasi antarpihak diharapkan dapat saling memperkuat dan mendukung pelaksanaan program.

RAPPP 2025–2029 telah resmi ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2025.

Seluruh program di dalamnya diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, Trisula Pembangunan, serta program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Medrilzam menegaskan, RAPPP merupakan hasil kerja bersama untuk mendorong percepatan pembangunan Papua.

Sebanyak 19 program prioritas telah disusun agar dapat dijalankan secara harmonis melalui kerja sama yang erat lintas pemangku kepentingan.

“Langkah-langkah kolaboratif ini diharapkan dapat menggerakkan komitmen bersama dan memperkuat sinergi dalam mewujudkan visi Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bioekonomi Jadi Strategi Kunci Transformasi RI 2045, Apa Itu?

Bioekonomi Jadi Strategi Kunci Transformasi RI 2045, Apa Itu?

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 17:56 WIB

Melangkah di Lembah Baliem: Trekking Menyusuri Keindahan Alam Papua

Melangkah di Lembah Baliem: Trekking Menyusuri Keindahan Alam Papua

Lifestyle | Senin, 10 November 2025 | 13:15 WIB

Politisi PSI Yakin Gibran Adalah 'Jokowi 2.0', Tak Diasingkan di Papua

Politisi PSI Yakin Gibran Adalah 'Jokowi 2.0', Tak Diasingkan di Papua

Tekno | Kamis, 06 November 2025 | 18:14 WIB

Mahasiswa Papua Geram, Viral Video Bongkar Kelakuan Oknum yang Bikin Malu di Perantauan

Mahasiswa Papua Geram, Viral Video Bongkar Kelakuan Oknum yang Bikin Malu di Perantauan

Entertainment | Jum'at, 07 November 2025 | 06:00 WIB

Bertemu Wapres Gibran, Komite Otsus Papua Minta Tambahan Anggaran Hingga Dana BLT Langsung ke Rakyat

Bertemu Wapres Gibran, Komite Otsus Papua Minta Tambahan Anggaran Hingga Dana BLT Langsung ke Rakyat

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 20:44 WIB

Mengintip Museum Papua yang Dikunjungi Anies Baswedan di Jerman, Punya Ratusan Artefak

Mengintip Museum Papua yang Dikunjungi Anies Baswedan di Jerman, Punya Ratusan Artefak

Lifestyle | Sabtu, 01 November 2025 | 14:34 WIB

Terkini

Jelang Hadir di Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Ajudan Jokowi Ungkap Kondisi Ayah Gibran

Jelang Hadir di Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Ajudan Jokowi Ungkap Kondisi Ayah Gibran

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:30 WIB

Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek

Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek

Sumut | Minggu, 01 November 2026 | 18:25 WIB

Banjir Aceh Barat Gerus Pondasi Rumah dan Jalan, 3 Kecamatan Terdampak

Banjir Aceh Barat Gerus Pondasi Rumah dan Jalan, 3 Kecamatan Terdampak

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:17 WIB

Bukan Tak Peduli, Ketika Masyarakat Adat Takut Membela Tanahnya Sendiri

Bukan Tak Peduli, Ketika Masyarakat Adat Takut Membela Tanahnya Sendiri

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:15 WIB

Momen Personel Ungu Nyanyi di Konser, Rowman Bikin Cliquers Tepuk Tangan

Momen Personel Ungu Nyanyi di Konser, Rowman Bikin Cliquers Tepuk Tangan

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 18:06 WIB

150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan

150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan

Sumut | Minggu, 01 November 2026 | 18:04 WIB

Zero ODOL Mulai Januari 2027 Terancam Tak Tercapai, Akademisi Ungkap Masalahnya

Zero ODOL Mulai Januari 2027 Terancam Tak Tercapai, Akademisi Ungkap Masalahnya

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 18:04 WIB

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:00 WIB

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 17:59 WIB

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:54 WIB

×