Rupiah Justru Melempem ke Level Rp 16.667 Setelah BI Tahan Suku Bunga

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Rabu, 17 Desember 2025 | 16:11 WIB
Rupiah Justru Melempem ke Level Rp 16.667 Setelah BI Tahan Suku Bunga
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah melemah 0,02 persen di pasar spot, ditutup Rp16.667 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 17 Desember 2025.
  • Pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen dalam dan luar negeri serta kenaikan tajam indeks dolar AS hari itu.
  • Investor menilai data ketenagakerjaan AS tidak signifikan memengaruhi prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Suara.com - Nilai tukar rupiah berbalik melemah pada penutupan perdagangan Rabu, 17 Desember 2025. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada  level Rp 16.667 Amerika Serikat (AS).

Alhasil, rupiah melemah 0,02 persen dibanding penutupan pada Selasa yang berada di level Rp 16.694  per dolar AS. 

Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.698 per dolar AS.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dalam hal ini, pelemahan dolar AS terjadi di mata uang asing. Di mana yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,52 persen. Disusul, won Korea Selatan yang terkoreksi 0,45 persen.

Selanjutnya ada dolar Singapura yang tergelincir 0,29 persen dan baht Thailand tertekan 0,26 persen. Lalu ada dolar Taiwan yang sudah ditutup terdepresiasi 0,13 persen.

Berikutnya, ringgit Malaysia turun 0,09 persen dan yuan China terlihat melemah tipis 0,04 persen di sore ini. 

Sementara itu, rupee India menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,73 persen.

Diikuti, peso Filipina yang ditutup menguat 0,06 persen dan dolar Hongkong menguat tipis 0,03 persen terhadap the greenback

Pendorong Pelemahan Rupiah

baca juga

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah diperkirakan masih akan terjadi. Pasalnya, penutupan hari ini dipengaruhi sentimen dalam negeri dan global.

"Rupiah ditutup datar/melemah tipis terhadap dolar AS setelah dalam rapat dewan gubernur, BI mempertahankan suku bunga, ini memberikan dukungan pada rupiah," katanya saat dihubungi Suara.com.

Lukman menuturkan, indeks dolar AS sendiri naik cukup tajam hari ini, investor melihat perlemahan moderat pada data ketenagakerjaan AS tidak akan mempengaruhi prospek pemangkasan suku bunga oleh the Fed. 

"Terlebih data inflasi AS besok diperkirakan akan menunjukkan tekanan harga di AS yang masih tetap bertahan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Berbalik Menguat, Dolar Amerika Serikat Loyo Sentuh Level Rp16.667

Rupiah Berbalik Menguat, Dolar Amerika Serikat Loyo Sentuh Level Rp16.667

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 10:11 WIB

Rupiah Melorot Lagi Hari Ini ke Level Rp 16.691

Rupiah Melorot Lagi Hari Ini ke Level Rp 16.691

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 16:38 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Makin Kuat Sentuh Level Rp16.678

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Makin Kuat Sentuh Level Rp16.678

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 09:43 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

×