Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.094,526
LQ45 719,628
Srikehati 343,829
JII 483,464
USD/IDR 17.017

Target Harga DEWA, Sahamnya Masih Bisa Menguat Drastis Tahun 2026?

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 18 Desember 2025 | 15:46 WIB
Target Harga DEWA, Sahamnya Masih Bisa Menguat Drastis Tahun 2026?
Darma Henwa (DEWA)
  • Mandiri Sekuritas merevisi naik proyeksi kinerja keuangan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) karena prospek produksi.
  • Lembaga tersebut memproyeksikan kenaikan laba bersih DEWA 10,1% hingga 11,7% pada 2026–2027.
  • Prospek DEWA diperkuat oleh ekspektasi hasil sumber daya mineral perdana Gayo Mineral.

Suara.com - Prospek PT Darma Henwa Tbk (DEWA), diprediksi akan semakin cemerlang dalam beberapa tahun ke depan.

Optimisme ini muncul seiring dengan proyeksi produksi yang lebih kokoh serta ekspansi kontrak kerja yang diproyeksikan mulai berakselerasi signifikan pada tahun 2026.

Merespons potensi tersebut, Mandiri Sekuritas secara resmi melakukan revisi naik terhadap proyeksi kinerja keuangan perseroan, baik dari sisi pendapatan (topline) maupun laba bersih (bottomline).

Langkah ini memberikan sinyal positif bagi para investor yang membidik sektor energi dan jasa tambang dalam portofolio jangka menengah mereka.

Dalam riset harian terbarunya, Mandiri Sekuritas memproyeksikan adanya kenaikan laba bersih DEWA untuk periode tahun 2026 hingga 2027 dengan rentang kenaikan antara 10,1% hingga 11,7%.

Pertumbuhan laba yang cukup agresif ini menjadi landasan utama bagi sekuritas tersebut untuk menaikkan target harga saham DEWA.

Mandiri Sekuritas kini menetapkan target harga baru untuk saham DEWA di level Rp700 per saham, dengan mempertahankan rekomendasi Beli. Sebagai perbandingan, pada penutupan perdagangan sebelumnya, saham DEWA berada di level Rp560.

Sementara itu, pada pantauan pasar hari Kamis (18/12/2025), harga saham DEWA bergerak di kisaran Rp530, mengalami pelemahan tipis jika dibandingkan dengan harga saat pembukaan pasar.

Kondisi fluktuasi jangka pendek ini dinilai masih dalam batas wajar di tengah sentimen pasar secara umum.

Penguatan fundamental Darma Henwa di masa depan diyakini bersumber dari ekspektasi volume produksi yang lebih tinggi.

Mandiri Sekuritas menyoroti bahwa pertumbuhan kontrak kerja baru akan mulai memberikan kontribusi nyata terhadap laporan keuangan perseroan mulai tahun 2026 mendatang.

"Prospek produksi yang lebih kuat, didukung oleh pertumbuhan kontrak mulai tahun 2026F dan seterusnya, mendorong asumsi pendapatan DEWA yang lebih tinggi," tulis Mandiri Sekuritas dalam laporannya bertajuk Investor Digest.

Kontrak-kontrak baru ini dipandang sebagai pilar utama yang akan memperkuat kinerja operasional di lapangan, sekaligus memberikan kepastian arus kas (cash flow) yang lebih stabil bagi perusahaan dalam jangka menengah.

Selain dari sisi operasional jasa tambang, terdapat sentimen tambahan yang berpotensi memicu lonjakan valuasi saham DEWA. Hal ini berkaitan dengan rencana pengumuman sumber daya perdana (maiden resource) dari Gayo Mineral.

Katalis dari sektor mineral ini dinilai mampu memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap aset perseroan. Jika hasil pengumuman sumber daya tersebut sesuai atau melampaui ekspektasi pasar, maka ruang kenaikan (upside) bagi harga saham DEWA diperkirakan akan semakin lebar.

Secara keseluruhan, kombinasi antara peningkatan volume produksi, ekspansi kontrak strategis, dan potensi dari sektor mineral menjadikan Darma Henwa sebagai salah satu emiten yang menarik untuk dicermati.

Dengan target harga Rp700, terdapat selisih harga yang cukup menjanjikan dibandingkan harga pasar saat ini bagi investor yang mengutamakan pertumbuhan fundamental.

Desclaimer: Redaksi tidak menyarankan pembelian aset, termasuk saham. Investor tetap disarankan untuk memantau realisasi kontrak kerja di sepanjang tahun 2026 dan fluktuasi harga komoditas global yang tetap menjadi faktor eksternal penentu kinerja sektor jasa pertambangan di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelangsungan Usaha Tidak Jelas, Saham Toba Pulp Lestari (INRU) Digembok BEI Usai Titah Prabowo

Kelangsungan Usaha Tidak Jelas, Saham Toba Pulp Lestari (INRU) Digembok BEI Usai Titah Prabowo

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 11:40 WIB

IHSG Berbalik Perkasa di Kamis Pagi ke Level 8.700

IHSG Berbalik Perkasa di Kamis Pagi ke Level 8.700

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 09:17 WIB

Pakar Ingatkan Risiko Harga Emas, Saham, hingga Kripto Anjlok Tahun Depan!

Pakar Ingatkan Risiko Harga Emas, Saham, hingga Kripto Anjlok Tahun Depan!

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 22:13 WIB

Terkini

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB