Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Cadangan Gas Turun, PGN Ungkap Tantangan Industri Migas Nasional

M Nurhadi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Selasa, 23 Desember 2025 | 20:42 WIB
Cadangan Gas Turun, PGN Ungkap Tantangan Industri Migas Nasional
PT Pertamina EP Zona 4 berhasil mencetak rekor produksi minyak dan gas bumi yang jauh melampaui target di sumur BNG 061, Struktur Benuang.
  • PGN menyatakan bahwa infrastruktur konektivitas krusial untuk menghubungkan pasokan.
  • Tantangan utama industri gas adalah penurunan produksi di wilayah daratan dan pergeseran eksplorasi ke laut lepas.
  • PGN fokus pada konektivitas terpadu dan semi agregasi pasokan untuk efisiensi biaya produksi gas.

Suara.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menekankan bahwa pengembangan industri gas bumi di Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan stok (supply) dan besarnya permintaan (demand).

Faktor krusial yang sering menjadi penghambat utama adalah konektivitas infrastruktur yang mampu menjembatani keduanya.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, menjelaskan bahwa tiga pilar utama—pasokan, jaringan distribusi, dan serapan pasar—harus bergerak secara simultan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam ekosistem energi.

"Challenging buat kita ini kalau kita ngomong gas bumi tidak hanya bicara supply dan demand, tapi supply, konektivitas untuk dari supply ke demand atau infrastruktur dan demand," ujar Mirza dalam forum diskusi INDEF di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Salah satu tantangan paling berat yang dihadapi industri gas saat ini adalah fenomena pergeseran titik produksi. Mirza mengungkapkan bahwa cadangan gas di wilayah onshore (daratan) seperti Sumatera Selatan dan Jawa bagian Barat terus mengalami penurunan produksi secara alami (natural decline).

Kondisi ini memaksa kegiatan eksplorasi bergeser jauh ke wilayah Indonesia bagian timur dengan medan yang lebih menantang karena berada di lepas pantai (offshore). Perubahan geografis ini membawa konsekuensi ekonomi yang tidak sedikit.

"Gas-gas yang dieksplorasi lebih banyak lagi ke Indonesia bagian timur, dan makin ke laut. Namanya laut teknologi makin tinggi, tentunya cost of production-nya akan makin tinggi," jelas Mirza.

Tingginya biaya produksi akibat kebutuhan teknologi canggih ini menuntut adanya solusi infrastruktur yang efisien agar harga gas tetap kompetitif saat sampai ke tangan konsumen industri maupun rumah tangga.

Guna menyiasati kendala tersebut, PGN kini tengah melakukan pemetaan ulang yang lebih komprehensif. Fokus utama perusahaan adalah memastikan setiap titik eksplorasi baru terkoneksi secara terintegrasi dengan jaringan infrastruktur yang sudah ada maupun yang sedang direncanakan.

Strategi PGN ke depan mencakup beberapa langkah kunci:

Konektivitas Terpadu: PGN menghindari pembangunan infrastruktur yang bersifat parsial atau terkotak-kotak (spot-spot). Integrasi penuh antara titik pasokan dan pusat beban (demand) menjadi prioritas utama.

Semi Agregasi Pasokan: Melakukan penggabungan sejumlah pasokan gas guna mengoptimalkan kapasitas jaringan pipa yang saat ini dioperasikan oleh perseroan.

Pemanfaatan Jaringan Pipa: Terus memperluas distribusi melalui pipa gas sebagai moda transportasi energi yang paling efisien.

Di tengah tuntutan global akan energi bersih, PGN memosisikan infrastruktur gas bumi sebagai jembatan atau enabler dalam proses transisi energi menuju target rendah karbon.

Mirza optimis bahwa tantangan teknis dan biaya yang ada saat ini dapat dikonversi menjadi peluang pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Mulai Pangkas Kuota Ekspor Gas Secara Bertahap

Pemerintah Mulai Pangkas Kuota Ekspor Gas Secara Bertahap

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 20:12 WIB

ICW Tuding KPK Lamban, 2 Laporan Korupsi Kakap Mengendap Tanpa Kabar

ICW Tuding KPK Lamban, 2 Laporan Korupsi Kakap Mengendap Tanpa Kabar

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 18:56 WIB

Obral Insentif! ESDM Lelang 8 Blok Migas Tahap III: Ada 'Raksasa' Papua 15 Miliar Barel

Obral Insentif! ESDM Lelang 8 Blok Migas Tahap III: Ada 'Raksasa' Papua 15 Miliar Barel

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 12:23 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB