- Kementerian PU memulihkan infrastruktur sanitasi terdampak bencana di Aceh Tamiang melalui tanggap darurat hingga rekonstruksi.
- Fokus utama pemulihan meliputi TPA Rantau dan IPLT Aceh Tamiang, dilengkapi penyediaan sanitasi darurat seperti toilet portabel.
- Pemulihan jangka panjang mencakup perbaikan permanen, pengadaan sarana pengolahan, dan usulan teknologi sanitasi ramah lingkungan.
Hingga 27 Desember 2025, progres yang telah dilakukan meliputi pengangkutan sampah dan lumpur dari rumah sakit, pasar, serta kawasan permukiman menuju area disposal.
![Kementerian PU Siapkan TPA Rantau. [pu.go.id]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/02/77784-kementerian-pu-siapkan-tpa-rantau.jpg)
Selain itu, pembersihan jalan akses menuju TPA dan pemesanan geotekstil untuk perkuatan sel landfill juga telah berjalan.
Di sektor air limbah, penanganan IPLT Aceh Tamiang dilakukan melalui perbaikan jalan akses, pembersihan fasilitas eksisting, serta rehabilitasi unit bak pengolahan.
Unit yang ditangani meliputi bak anaerobik, fakultatif, maturasi, hingga wetland.
Per 27 Desember 2025, pekerjaan awal yang telah dilakukan berupa pembersihan jalan akses menuju IPLT dan pengangkatan lumpur pada bak pengolahan sebagai langkah awal pemulihan fungsi layanan.
Ke depan, Kementerian PU juga mengusulkan penerapan teknologi sanitasi ramah lingkungan melalui pengadaan Net-Zero Toilet 5.0. Inovasi ini disiapkan sebagai bagian dari peningkatan layanan sanitasi yang lebih berkelanjutan pascabencana.