- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengumumkan kurs konversi dividen tunai interim tahun buku 2025 pada 2 Januari 2026.
- ADRO menetapkan kurs konversi dividen sebesar Rp16.720 per dolar AS berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia saat itu.
- Total dana dividen yang disiapkan mencapai Rp4,18 triliun, memberikan Rp145,14 per lembar saham kepada investor.
Suara.com - Emiten pertambangan raksasa, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), telah resmi mengumumkan nilai tukar atau kurs konversi untuk pendistribusian dividen tunai interim tahun buku 2025.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil kepada para pemegang sahamnya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Melalui laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (2/1/2026), manajemen ADRO menetapkan bahwa pembayaran dividen akan menggunakan acuan kurs tengah Bank Indonesia per tanggal 2 Januari 2026.
Nilai konversi yang dipatok adalah sebesar Rp16.720 per dolar AS (USD).
Rincian Pembayaran Dividen ke Investor
Dengan ditetapkannya kurs tersebut, total dana segar yang disiapkan ADRO untuk dibagikan kepada para investor mencapai Rp4,18 triliun, atau secara spesifik sebesar Rp4.180.103.728.188.
Pembagian ini ditujukan kepada pemegang 28.800.494.200 lembar saham perseroan yang berhak.
Setiap pemegang satu lembar saham ADRO akan menerima dividen tunai sebesar Rp145,14. Angka ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku pasar di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya yang mengincar strategi dividend hunting di awal tahun 2026.
Sekretaris Perusahaan ADRO, Maharani Cindy Opssedha, menegaskan bahwa penentuan nilai tukar konversi ini telah diperhitungkan secara matang. Ia memastikan bahwa distribusi dividen besar tersebut tidak akan mengganggu kesehatan finansial maupun kelangsungan bisnis perusahaan di masa depan.
Baca Juga: Emiten PSAB Menguat Tipis, Komisaris Akumulasi Saham Pasca Lego Massal
"Informasi mengenai kurs konversi dividen ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap operasional maupun kinerja keuangan Perseroan," jelas Maharani dalam keterangan resminya.