BEI Lapor Belom Ada BUMN yang Berminat IPO di Awal 2026

Minggu, 04 Januari 2026 | 19:13 WIB
BEI Lapor Belom Ada BUMN yang Berminat IPO di Awal 2026
Ilustrasi pergerakan saham hari ini di IHSG BEI [Antara]
Baca 10 detik
  • Enam perusahaan infrastruktur dan pertambangan lighthouse bersiap melantai di BEI melalui IPO awal tahun 2026.
  • IPO 2026 diprediksi didominasi sektor swasta karena emiten BUMN belum terdaftar dalam antrean tersebut.
  • BEI menetapkan masterplan 2026-2030 bertujuan menjadikan pasar modal inovatif, transparan, dan berdaya saing global.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan sudah ada perusahaan yang akan melantai bursa atau initial public offering (IPO). Rencananya, ada perusahaan lighthouse dari sektor infrastruktur dan pertambangan pada awal 2026

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, perusahaan yang masuk dalam radar lighthouse saat ini masih dalam tahap persiapan teknis di awal tahun 2026.

"Ada enam perusahaan (lighthouse)," ujar Iman saat ditemui usai pembukaan perdagangan BEI 2026, seperti yang ditulis, Minggu (4/1/2026).

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, pihaknya berhasil menghimpun dana sebesar Rp193 triliun sepanjang tahun 2024. Adapun rinciannya, dari 41 pencatatan saham baru sebesar sebesar Rp14,4 triliun dan Rp143,6 triliun dari EBUS. Foto Tangkapan Layar.
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, pihaknya berhasil menghimpun dana sebesar Rp193 triliun sepanjang tahun 2024. Adapun rinciannya, dari 41 pencatatan saham baru sebesar sebesar Rp14,4 triliun dan Rp143,6 triliun dari EBUS. Foto Tangkapan Layar.

Namun, emiten BUMN tidak berada dalam daftar antrean IPO lighthouse itu. Untuk itu, IPO di tahun 2026 masih akan didominasi oleh sektor swasta.

"Dari (BUMN) belum ada, sejauh ini belum ada proses," imbuhnya.

Sementara itu, BEI telah menyiapkan masterplan pengembangan pasar modal 2026-2030 untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan dan meningkatkan daya saing global.

Dalam peta jalan tersebut, BEI menetapkan tujuan besar pada 2030, yakni membangun pasar modal yang inovatif, transparan, inklusif, serta tumbuh secara global.

"Target ambisius ini didukung oleh penguatan infrastruktur pasar, peningkatan kualitas emiten dan investor, serta perluasan partisipasi publik," kata Iman.

Ia menambahkan, BEI juga mendorong inovasi produk dan pendalaman pasar agar pasar modal tidak hanya tumbuh dari sisi nilai, tetapi juga berperan lebih besar dalam pembiayaan jangka panjang ekonomi nasional.

Baca Juga: Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja

"Kami percaya agar tercapai visi ini dibutuhkan sinergi seluruh stakeholder, untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pemangku kepentingan agar Master Plan BEI 2026-2030 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi pasar modal Indonesia," pungkasnya.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI