Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

Kinerja Ekspor November 2025: Sawit dan Batu Bara Melandai, Industri Pengolahan Jadi Penyelamat

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 05 Januari 2026 | 14:38 WIB
Kinerja Ekspor November 2025: Sawit dan Batu Bara Melandai, Industri Pengolahan Jadi Penyelamat
Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Ekspor sawit November merosot 28,86%; batu bara turun 2,72% secara tahunan.
  • Total ekspor RI 2025 tembus USD 256,56 miliar, tumbuh 5,61% ditopang non-migas.
  • Sektor industri pengolahan jadi motor utama ekspor dengan andil 10,41%.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya tekanan pada kinerja ekspor sejumlah komoditas unggulan Indonesia pada November 2025.

Dua komoditas andalan, yakni kelapa sawit dan batu bara, mencatatkan penurunan volume ekspor secara tahunan (year-on-year/yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa volume ekspor sawit pada November 2025 merosot tajam sebesar 28,86% menjadi 1,36 juta ton. Sementara itu, volume ekspor batu bara juga terkoreksi tipis 2,72% ke angka 34,17 juta ton.

“Volume ekspor sawit dan batu bara secara year on year pada November 2025 sama-sama mengalami penurunan,” ujar Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Meskipun komoditas energi dan sawit mengalami tekanan di bulan November, sektor mineral menunjukkan performa yang solid secara kumulatif. Ekspor konsentrat tembaga sepanjang Januari–November 2025 telah mencapai 131,36 juta ton dengan nilai menembus USD 4,55 miliar.

Secara total, nilai ekspor Indonesia periode Januari–November 2025 mencapai USD 256,56 miliar, tumbuh 5,61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini utamanya ditopang oleh kinerja ekspor non-migas yang naik 7,08%, sementara ekspor migas justru anjlok 17,64%.

Pudji menekankan bahwa sektor industri pengolahan menjadi pilar utama pertumbuhan ekspor non-migas dengan andil sebesar 10,41%.

“Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar adalah minyak kelapa sawit, perhiasan, kimia dasar organik, logam dasar bukan besi, hingga semikonduktor dan komponen elektronik,” rincinya.

Ringkasan Performa Ekspor (Januari–November 2025):

  • Total Ekspor: USD 256,56 miliar (Naik 5,61% yoy).
  • Ekspor Non-Migas: USD 244,75 miliar (Naik 7,08% yoy).
  • Ekspor Migas: USD 11,81 miliar (Turun 17,64% yoy).

Pencapaian ini menunjukkan bahwa meski volume beberapa komoditas mentah melambat, hilirisasi melalui industri pengolahan dan sektor pertanian tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan ekspor nasional di pengujung tahun 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gebrakan KDM Haramkan Jabar untuk Penanaman Sawit Baru

Gebrakan KDM Haramkan Jabar untuk Penanaman Sawit Baru

Video | Minggu, 04 Januari 2026 | 12:04 WIB

Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri

Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 18:35 WIB

Bea Keluar Batu Bara Belum Berlaku 1 Januari 2026, Ini Bocoran Purbaya

Bea Keluar Batu Bara Belum Berlaku 1 Januari 2026, Ini Bocoran Purbaya

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 21:11 WIB

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:47 WIB

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:18 WIB

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:05 WIB

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:05 WIB

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:51 WIB

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:17 WIB