Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri

Liberty Jemadu | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 02 Januari 2026 | 18:35 WIB
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hustasuhut].
  • Wakil Menteri ESDM menjelaskan penyesuaian produksi batubara dan nikel akan disesuaikan kebutuhan industri dan RKAP.
  • Penyesuaian tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga komoditas, bukan melakukan pemangkasan produksi secara keseluruhan.
  • Upaya stabilisasi harga ini diharapkan mengoptimalkan keuntungan pengusaha sekaligus meningkatkan penerimaan negara.

Suara.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memberikan penjelasan terkait pemangkasan produksi batubara dan nikel yang rencananya diterapkan tahun ini.

 Dia mengatakan rencana tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan industri dan yang termuat dalam  rencana kerja dan anggaran perusahaan atau (RKAP). 

"Jadi berapa kebutuhan industri di dalam negeri ya kemudian itu berapa kemampuan pasar. Jadi berapa yang diajukan oleh perusahaan untuk RKB ini kami akan sesuaikan," kata Yuliot saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (2/1/2026). 

Dia pun mengklaim tidak ada pemangkasan produksi, melainkan penyesuaian  kebutuhan demi menjaga stabilitas harga. 

"Jadi tidak ada penurunan, tapi kami menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Kalau over-produksi ini kan dampaknya adalah penurunan harga. Jadi, kita juga mengusahakan bagaimana industri bisa tetap berjalan," kata Yuliot. 

Dengan upaya itu, menurutnya akan memberikan keuntungan bagi pengusaha tambang batubara dan nikel. 

"Jadi tingkat keuntungan itu bisa dioptimalkan. Dan juga ujung-ujungnya adalah penerimaan negara," ujarnya. 

Sebelumnya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah berencana memangkas produksi batubara dan nikel. Hal itu ditujukan untuk menjaga stabilitas harga. Menurutnya dengan pemangkasan produksi, Indonesia bisa mengontrol harga menjadi lebih stabil. 

Bahlil pun mencontohkan harga batubara yang turun drastis. Menurutnya hal  itu disebabkan tingkat produksinya yang tinggi. Setidaknya, kata Bahlil, dari 1,3 miliar ton stok batubara global, hampir 50 persen berasal dari produksi dalam negeri. 

" Indonesia sendiri menyuplai sekitar 500-600 juta ton. Hampir 50 persen. Bagaimana harganya enggak jatuh?," kata Bahlil pada 19 Desember 2025 lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bea Keluar Batu Bara Belum Berlaku 1 Januari 2026, Ini Bocoran Purbaya

Bea Keluar Batu Bara Belum Berlaku 1 Januari 2026, Ini Bocoran Purbaya

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 17:00 WIB

Purbaya Kesal UU Cipta Kerja Untungkan Pengusaha Batu Bara Tapi Rugikan Negara

Purbaya Kesal UU Cipta Kerja Untungkan Pengusaha Batu Bara Tapi Rugikan Negara

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 16:42 WIB

Reklamasi Terintegrasi, Wujud Komitmen Praktik Pertambangan yang Bertanggung Jawab

Reklamasi Terintegrasi, Wujud Komitmen Praktik Pertambangan yang Bertanggung Jawab

News | Jum'at, 02 Januari 2026 | 10:35 WIB

Iri dengan China? Trump 'Kebelet' Minta Harta Karun Mineral RI

Iri dengan China? Trump 'Kebelet' Minta Harta Karun Mineral RI

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 08:38 WIB

Kemenkeu Matangkan Regulasi Bea Keluar Batu Bara, Berlaku 1 Januari 2026

Kemenkeu Matangkan Regulasi Bea Keluar Batu Bara, Berlaku 1 Januari 2026

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 19:55 WIB

Terkini

Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru

Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:23 WIB

IHSG Terbang 3% ke Level 7.207 di Sesi I, 592 Saham Naik

IHSG Terbang 3% ke Level 7.207 di Sesi I, 592 Saham Naik

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:47 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Mulai Menipis, Sisa Rp2.519 Triliun

Cadangan Devisa Indonesia Mulai Menipis, Sisa Rp2.519 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:31 WIB

Target Emisi Tercapai, Pertamina Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Target Emisi Tercapai, Pertamina Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:29 WIB

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:25 WIB

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:16 WIB

Kesepakatan AS-Iran: Gencatan Senjata Dimulai, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Kesepakatan AS-Iran: Gencatan Senjata Dimulai, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 11:41 WIB

Emas Antam Naik Lagi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,9 Juta/Gram

Emas Antam Naik Lagi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,9 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 11:06 WIB

Harga Pangan Mulai Melandai, Tapi Cabai Masih Tinggi

Harga Pangan Mulai Melandai, Tapi Cabai Masih Tinggi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 11:01 WIB

Pembatasan BBM Subsidi 50 Liter per Hari Berlaku sampai Mei 2026

Pembatasan BBM Subsidi 50 Liter per Hari Berlaku sampai Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:51 WIB