Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Inflasi Tahun 2025 Tembus 0,64%, Harga Pangan dan Emas Jadi Pemicu Utama

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 05 Januari 2026 | 18:09 WIB
Inflasi Tahun 2025 Tembus 0,64%, Harga Pangan dan Emas Jadi Pemicu Utama
Ilustrasi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya peningkatan tekanan harga pada penghujung tahun 2025. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Inflasi Desember 2025 naik 0,64% mtm; inflasi tahunan tembus 2,92%.
  • Cabai rawit dan daging ayam jadi pendorong utama inflasi pangan di akhir tahun.
  • Harga emas perhiasan dan tarif angkutan udara turut sumbang kenaikan IHK Desember.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya peningkatan tekanan harga pada penghujung tahun 2025.

Laju inflasi bulanan pada Desember 2025 tercatat mengalami kenaikan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, didorong oleh lonjakan harga komoditas pangan dan barang konsumsi selama masa libur akhir tahun.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa inflasi bulanan (month-to-month/mtm) Desember 2025 mencapai 0,64 persen. Kenaikan ini mengerek Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,22 pada November menjadi 109,92.

"Inflasi year-on-year (yoy) dan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen," jelas Pudji dalam konferensi pers di kantor BPS, Senin (5/1/2026).

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi motor utama inflasi dengan andil mencapai 0,48 persen. Secara spesifik, cabai rawit menjadi komoditas paling dominan yang memicu kenaikan harga dengan andil inflasi sebesar 0,17 persen.

Beberapa komoditas lain yang turut menekan kantong masyarakat antara lain:

  • Daging ayam ras: andil 0,09%
  • Bawang merah: andil 0,07%
  • Emas perhiasan: andil 0,07% (masuk komponen inti)
  • Ikan segar: andil 0,04%
  • Bensin & Tarif Angkutan Udara: andil gabungan sekitar 0,05%

Di tengah tren kenaikan harga, cabai merah justru memberikan kabar baik dengan memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen, sehingga sedikit menahan laju inflasi yang lebih tinggi.

Pudji memaparkan bahwa komponen harga bergejolak (volatile food) merupakan pendorong utama dengan inflasi sebesar 2,74 persen. Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan masih menjadi tantangan besar di akhir tahun.

Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi tipis 0,20 persen yang dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan dan minyak goreng. Untuk komponen harga yang diatur pemerintah, inflasi tercatat sebesar 0,37 persen akibat penyesuaian harga bensin serta kenaikan tarif angkutan udara dan antarkota selama periode mudik dan liburan.

baca juga

Dengan capaian inflasi tahunan sebesar 2,92 persen, posisi Indonesia pada akhir 2025 ini masih berada dalam rentang sasaran pemerintah, meskipun tekanan pada kelompok pangan tetap memerlukan perhatian ekstra di awal tahun 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bali Dituding Sepi, Begini Data Pelancong Asing di RI

Bali Dituding Sepi, Begini Data Pelancong Asing di RI

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 16:32 WIB

Kinerja Ekspor November 2025: Sawit dan Batu Bara Melandai, Industri Pengolahan Jadi Penyelamat

Kinerja Ekspor November 2025: Sawit dan Batu Bara Melandai, Industri Pengolahan Jadi Penyelamat

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 14:38 WIB

Harga Pangan Mulai Murah Usai Libur Nataru, Cabai Rawit Tembus Rp 59 Ribu

Harga Pangan Mulai Murah Usai Libur Nataru, Cabai Rawit Tembus Rp 59 Ribu

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 11:56 WIB

Terkini

BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis

BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:44 WIB

Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000

Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:41 WIB

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:32 WIB

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:38 WIB

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:05 WIB

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:57 WIB

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:33 WIB

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:27 WIB

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:35 WIB

×