Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

Inflasi Tahun 2025 Tembus 0,64%, Harga Pangan dan Emas Jadi Pemicu Utama

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 05 Januari 2026 | 18:09 WIB
Inflasi Tahun 2025 Tembus 0,64%, Harga Pangan dan Emas Jadi Pemicu Utama
Ilustrasi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya peningkatan tekanan harga pada penghujung tahun 2025. Foto Antara.
  • Inflasi Desember 2025 naik 0,64% mtm; inflasi tahunan tembus 2,92%.
  • Cabai rawit dan daging ayam jadi pendorong utama inflasi pangan di akhir tahun.
  • Harga emas perhiasan dan tarif angkutan udara turut sumbang kenaikan IHK Desember.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya peningkatan tekanan harga pada penghujung tahun 2025.

Laju inflasi bulanan pada Desember 2025 tercatat mengalami kenaikan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, didorong oleh lonjakan harga komoditas pangan dan barang konsumsi selama masa libur akhir tahun.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa inflasi bulanan (month-to-month/mtm) Desember 2025 mencapai 0,64 persen. Kenaikan ini mengerek Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,22 pada November menjadi 109,92.

"Inflasi year-on-year (yoy) dan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen," jelas Pudji dalam konferensi pers di kantor BPS, Senin (5/1/2026).

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi motor utama inflasi dengan andil mencapai 0,48 persen. Secara spesifik, cabai rawit menjadi komoditas paling dominan yang memicu kenaikan harga dengan andil inflasi sebesar 0,17 persen.

Beberapa komoditas lain yang turut menekan kantong masyarakat antara lain:

  • Daging ayam ras: andil 0,09%
  • Bawang merah: andil 0,07%
  • Emas perhiasan: andil 0,07% (masuk komponen inti)
  • Ikan segar: andil 0,04%
  • Bensin & Tarif Angkutan Udara: andil gabungan sekitar 0,05%

Di tengah tren kenaikan harga, cabai merah justru memberikan kabar baik dengan memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen, sehingga sedikit menahan laju inflasi yang lebih tinggi.

Pudji memaparkan bahwa komponen harga bergejolak (volatile food) merupakan pendorong utama dengan inflasi sebesar 2,74 persen. Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan masih menjadi tantangan besar di akhir tahun.

Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi tipis 0,20 persen yang dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan dan minyak goreng. Untuk komponen harga yang diatur pemerintah, inflasi tercatat sebesar 0,37 persen akibat penyesuaian harga bensin serta kenaikan tarif angkutan udara dan antarkota selama periode mudik dan liburan.

Dengan capaian inflasi tahunan sebesar 2,92 persen, posisi Indonesia pada akhir 2025 ini masih berada dalam rentang sasaran pemerintah, meskipun tekanan pada kelompok pangan tetap memerlukan perhatian ekstra di awal tahun 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bali Dituding Sepi, Begini Data Pelancong Asing di RI

Bali Dituding Sepi, Begini Data Pelancong Asing di RI

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 16:32 WIB

Kinerja Ekspor November 2025: Sawit dan Batu Bara Melandai, Industri Pengolahan Jadi Penyelamat

Kinerja Ekspor November 2025: Sawit dan Batu Bara Melandai, Industri Pengolahan Jadi Penyelamat

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 14:38 WIB

Harga Pangan Mulai Murah Usai Libur Nataru, Cabai Rawit Tembus Rp 59 Ribu

Harga Pangan Mulai Murah Usai Libur Nataru, Cabai Rawit Tembus Rp 59 Ribu

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 11:56 WIB

Terkini

Jangan Lewatkan Promo BRImo Tiket Pestapora 2026, Harga Dijamin Lebih Hemat

Jangan Lewatkan Promo BRImo Tiket Pestapora 2026, Harga Dijamin Lebih Hemat

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:41 WIB

Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?

Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:25 WIB

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:20 WIB

Dikuras untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Menciut ke Titik Terendah

Dikuras untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Menciut ke Titik Terendah

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:14 WIB

Masalah Komersialisasi Disebut Jadi Tantangan Utama Panas Bumi di Indonesia

Masalah Komersialisasi Disebut Jadi Tantangan Utama Panas Bumi di Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:06 WIB

Harga Tiket Pesawat Domestik Garuda Indonesia Resmi Naik!

Harga Tiket Pesawat Domestik Garuda Indonesia Resmi Naik!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:57 WIB

Jelang RUPS, BBRI Dikabarkan Bakal Bagi Dividen Lebih Besar

Jelang RUPS, BBRI Dikabarkan Bakal Bagi Dividen Lebih Besar

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:47 WIB

Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi 'Gantung', Wayan Koster: Kami Malu Ditanya Masyarakat Terus!

Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi 'Gantung', Wayan Koster: Kami Malu Ditanya Masyarakat Terus!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:43 WIB

6 Fakta Sepeda Motor Listrik untuk Pengadaan Program MBG, Jumlahnya 21 Ribu

6 Fakta Sepeda Motor Listrik untuk Pengadaan Program MBG, Jumlahnya 21 Ribu

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:29 WIB

Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru

Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:23 WIB