- Kementerian ESDM menganalisis dampak geopolitik penangkapan Presiden Venezuela Maduro terhadap harga BBM domestik.
- Direktur Jenderal Migas menyatakan pasokan minyak mentah Indonesia bukan berasal dari Venezuela.
- Penangkapan Maduro oleh AS pada 3 Januari 2026 berujung pengambilalihan pengelolaan minyak Venezuela.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menganalisis dampak dari situasi geopolitik terhadap harga BBM di Indonesia. Salah satunya, terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang diperkirakan dapat mempengaruhi harga minyak dunia.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan sejauh ini situasi geopolitik itu belum berdampak ke dalam negeri.
Sebagaimana diketahui, usai menangkap Nicolas Maduro beserta istrinya, Presiden Amerika Serikat juga akan mengambil alih seluruh pengelolaan minyak di Venezuela.
![Ilustrasi Donald Trump dan kapal tanker [ist/via True Crime Update, Kristi Noem]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/24/64895-donald-trump.jpg)
"Kami akan analisis. Tapi yang jelas, kondisi di negara saat ini stabil," ujar Laode saat ditemui wartawan di Kantor BPH Migas, Jakarta pada Senin (5/1/2026).
Di samping itu, Laode juga mengungkap bahwa pasokan minyak mentah untuk kebutuhan domestik bukan bersumber dari Venezuela.
"Kita sumber crude itu bukan dari sana (Venezuela). Jadi dari wilayah lain," kata Laode.
Meski demikian langkah antisipatif tetap akan diambil Kementerian ESDM sambil memantau situasi yang ada.
"Antisipasi itu selalu ada. Jadi masih stabil. Pada saat hari ini kita belum melihat itu (dampaknya)," kata Laode.
Sebagai informasi saja, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dalam operasi militer dibawah kendali Presiden AS Donald Trump. Nicolas Maduro ditangkap di negaranya pada 3 Januari 2026, dan dibawa ke Amerika Serikat.
Baca Juga: Penangkapan Presiden Venezuela Bisa Guncang Pasar Kripto, Ini Alasannya
Nicolas Maduro dituduh sebagai otak di balik "Cartel de los Soles", sebuah jaringan yang diduga menyelundupkan ribuan ton kokain ke Amerika Serikat dengan bantuan gerilya Kolombi. Hal itu berdasarkan dakwaan Departemen Kehakiman AS tahun 2020.
Selain melakukan penangkapan, militer AS juga meluncurkan serangan udara presisi yang tidak hanya menghantam ibu kota, tetapi juga melumpuhkan titik-titik strategis di Negara Bagian Miranda, La Guaira, dan Aragua.
Usai melakukan penangkapan Trump mengumumkan akan mengambil alih seluruh industri minyak di Venezuela dengan mengirimkan perusahaan-perusahaan raksasa dari negaranya.
"Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara ini," kata Trump.