ESDM Targetkan Setop Impor Solar Mulai April, Usai RDMP Kilang Balikpapan Berproduksi

Selasa, 06 Januari 2026 | 12:53 WIB
ESDM Targetkan Setop Impor Solar Mulai April, Usai RDMP Kilang Balikpapan Berproduksi
Ilustrasi solar (Antara)
Baca 10 detik
  • Kementerian ESDM menghentikan impor solar mulai April 2026 setelah selesainya RDMP Kilang Balikpapan.
  • RDMP Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur direncanakan beroperasi Januari dan meningkatkan produksi menjadi 360 ribu barel.
  • Sosialisasi penghentian impor telah disampaikan kepada operator SPBU swasta yang akan membeli solar dari Pertamina.

Suara.com - Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menghentikan impor solar akan mulai berlaku pada kuartal II atau April 2026. 

Impor akan dihentikan setelah Kilang Balikpapan yang direvitalisasi lewat proyek  Refinery Development Master Plan (RDMP) diresmikan. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan RDMP Kilang Balikpapan yang berada di Kalimantan Timur akan diresmikan pada Januari. 

"Bahwa solar itu nanti sudah kita tidak impor lagi. Jadi kita mengandalkan produksi dalam negeri setelah beroperasinya RDMP Balikpapan," kata Laode di Jakarta dikutip pada Selasa (6/1/2025). 

Untuk diketahui lewat proyek RDMP, produksi Kilang Balikpapan diproyeksikan meningkat menjadi 360 ribu barel per hari dari sebelumnya 260 ribu barel. 

Setelah diresmikan, Kilang Balikpapan akan langsung memproduksi untuk kebutuhan solar kuartal II 2026. Sehingga pada April impor solar sudah dihentikan. 

Ilustrasi kilang minyak di atas laut (Pexels/tekila918)
Ilustrasi kilang minyak di atas laut (Pexels/tekila918)

Adapun untuk kebutuhan solar pada kuartal I atau periode Januari-Maret,  carry over dari impor tahun lalu. 

"Kita masih menggunakan kuota tahun 2025 kemarin. Nanti bulan April baru kita pakai (produksi Kilang Balikpapan). Kan Pertamina perlu menyiapkan stok," kata Laode. 

Di samping itu, Laode juga mengaku sudah mulai menyosialisasikan  penghentian impor kepada operator SPBU swasta. 

Baca Juga: Vale Hentikan Operasional Tambang, ESDM Beri Penjelasan

Selanjutnya, mereka  akan membeli solar dari Pertamina. Pelabuhan pengangkutan solar bagi operator swasta juga tengah dipersiapkan. 

"Sudah, sudah kami beritahukan," kata Laode. 

Sebagaimana diketahui, rencana penghentian impor solar disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia seiring dengan akan  beroperasinya proyek RDMP di Kilang Balikpapan. 

Diproyeksikan lewat proyek itu, kebutuhan solar dalam negeri bisa terpenuhi. 

Selain itu, pemerintah yang akan memberlakukan mandatori B50 pada semester dua 2026. 

Dengan RDMP Kilang Balikpapan dan penerapan B50, Bahlil optimis Indonesia akan mengalami surplus solar sehingga tidak lagi bergantung pada impor. 

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI