Awas Bubble Pecah! Bahaya Mengintai saat IHSG Menuju Rp 10.000

Liberty Jemadu

Rabu, 07 Januari 2026 | 18:07 WIB
Awas Bubble Pecah! Bahaya Mengintai saat IHSG Menuju Rp 10.000
Para investor diperingatakan untuk mewaspadai dinamika di bursa dengan IHSG yang terus menguat tapi tak sejalan dengan nilai tukar rupiah dan kondisi riil perusahaan. [Antara]
baca 10 detik
  • CSIS mengingatkan bahwa penguatan IHSG didorong saham valuasi tinggi dan praktik goreng saham, bukan saham perusahaan dengan fundamental kuat.
  • Kenaikan IHSG ini berpotensi menjadi gelembung pasar karena tidak sejalan dengan kinerja emiten,  berkebalikan dengan kondisi rupiah dan didorong domestik.
  • Deni Friawan CSIS menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap struktur pasar untuk menjaga stabilitas keuangan.

Suara.com - Para investor diperingatkan akan adanya risiko gelembung harga (bubble) di balik penguatan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang belakangan terus melonjak dan bahkan diprediksi akan sampai ke level Rp 10.000, seperti yang diramalkan Menteri Purbaya Yudhi Sadewa.

Dalam Media Briefing Outlook 2026 CSIS di Jakarta, Rabu (7/1/2026) peneliti senior Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Deni Friawan menjelaskan penguatan IHSG saat ini bukan didorong oleh saham-saham dengan fundamental kuat seperti perbankan besar atau emiten konsumsi utama.

Sebaliknya, kenaikan indeks justru banyak ditopang oleh saham perusahaan-perusahaan baru dengan valuasi sangat tinggi. Ia juga menyebut ada praktik goreng saham dalam pergerakan naik IHSG belakangan.

"(Saham) yang menguat kebanyakan bukan perusahaan-perusahaan yang fundamentalnya bagus. Maksud saya, misalnya bukan Bank BCA, BRI, Bank Mandiri, atau Indofood atau ICBP, dan segala macam, yang kebanyakan ini kan adalah perusahaan-perusahaan baru yang bahkan PER (Price to Earning Ratio) nya saja sampai 500 kali," ujarnya.

Kondisi itu menunjukkan adanya kenaikan harga saham yang tidak sejalan dengan kinerja dan fundamental emiten. Akibatnya, reli IHSG lebih menyerupai pembentukan bubble dibandingkan refleksi kekuatan ekonomi nasional.

Ia mengingatkan risiko utama dari kondisi tersebut adalah terjadinya siklus boom and bust. Ketika ekspektasi pasar tidak lagi sejalan dengan realisasi kinerja perusahaan, koreksi tajam berpotensi terjadi dan memicu gejolak di pasar keuangan.

Narasi tersebut berpotensi kontradiktif dengan kekhawatiran pemerintah sendiri terhadap praktik penggorengan saham yang seharusnya diawasi ketat oleh otoritas bursa.

"Ini menurut saya yang harus dikawal. Jangan sampai praktik-praktik seperti ini menciptakan hal yang semu," tambahnya.

Selain itu, Deni juga menyoroti pergerakan IHSG yang tidak sejalan dengan nilai tukar rupiah. Menurut dia, penguatan indeks tidak dibarengi apresiasi rupiah karena kenaikan IHSG lebih banyak didorong oleh aktivitas domestik, bukan aliran modal asing.

baca juga

"Naiknya IHSG ini bukan karena capital inflow, tapi lebih banyak domestik yang goreng-menggoreng (saham)," tutur dia.

Karena itu, CSIS menilai pengawasan terhadap struktur pasar dan kualitas penguatan indeks menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasar keuangan ke depan.

Adapun peringatan CSIS ini muncul di tengah optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang meyakini IHSG mampu menembus level 10.000 pada akhir 2026.

Purbaya bahkan menyebut secara fundamental IHSG seharusnya sudah berada di level yang lebih tinggi.

“Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya, sekarang sudah 9.000. Tapi kan sudah itu sedikit, ke depan dengan kebijakan semakin sinkron dan ekonominya semakin bagus, harusnya IHSG akan naik lebih cepat,” ujar Menkeu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Masih Betah di Level 8.900, Tapi Waspada Aksi Ambil Untung

IHSG Masih Betah di Level 8.900, Tapi Waspada Aksi Ambil Untung

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 17:06 WIB

Aturan Baru Purbaya: Barang Impor Nganggur Bisa Dilelang dan Disita Negara!

Aturan Baru Purbaya: Barang Impor Nganggur Bisa Dilelang dan Disita Negara!

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 16:55 WIB

Purbaya Akui Masih Ada Utang Dana Bagi Hasil Rp 83,58 Triliun ke Pemda

Purbaya Akui Masih Ada Utang Dana Bagi Hasil Rp 83,58 Triliun ke Pemda

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 16:10 WIB

Saham DADA Bangkit dari Harga "Gocap" Hingga ARA, Inikah Penyebabnya

Saham DADA Bangkit dari Harga "Gocap" Hingga ARA, Inikah Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 14:49 WIB

Purbaya Izinkan 41 Proyek Molor 2025 Dilanjutkan Tahun Ini, Dari MBG hingga Sekolah Rakyat

Purbaya Izinkan 41 Proyek Molor 2025 Dilanjutkan Tahun Ini, Dari MBG hingga Sekolah Rakyat

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 14:48 WIB

Terkini

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:20 WIB

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:19 WIB

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Sulsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Jogja | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:54 WIB

×