Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

Saham DADA Bangkit dari Harga "Gocap" Hingga ARA, Inikah Penyebabnya

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 07 Januari 2026 | 14:49 WIB
Saham DADA Bangkit dari Harga "Gocap" Hingga ARA, Inikah Penyebabnya
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) [Suara.com/Ist/via Gemini]
  • Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mengalami lonjakan 34% mencapai Rp67 pada Rabu, 7 Januari 2026, disertai volume transaksi masif.
  • Kenaikan harga saham ini didorong sentimen psikologis dan rumor media sosial tanpa didasari aksi korporasi nyata.
  • Kepemilikan publik DADA sangat besar (69,93%), menunjukkan harga rentan terhadap volatilitas tinggi dan spekulasi pasar.

Suara.com - Pergerakan anomali terjadi pada saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) dalam perdagangan sesi I, Rabu (7/1/2026).

Setelah sekian lama tertidur di level terendah Rp50 per lembar, emiten properti ini mendadak melonjak tajam sebesar 34% hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) di level Rp67.

Meski saat ini, berkisar pukul 14.41 WIB, harga DADA sudah melemah dan berada di angka Rp58.

Lonjakan ini dibarengi dengan aktivitas transaksi yang luar biasa masif. Hingga pukul 10.30 WIB, volume perdagangan menembus angka 2,39 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp144,91 miliar.

Pantauan pada order book menunjukkan antrean beli (bid) yang sangat tebal, mencapai lebih dari 6,12 juta lot di harga ARA, sementara kolom penawaran jual (offer) terpantau kosong.

Pemicu Kenaikan: Antara Spekulasi dan Rumor Media Sosial

Kenaikan harga saham DADA disinyalir tidak didasari oleh aksi korporasi strategis maupun perbaikan fundamental yang nyata.

Analis pasar modal mencermati adanya sentimen psikologis yang dipicu oleh kabar burung di berbagai grup komunitas investor saham.

Beredar tangkapan layar yang mengklaim adanya "firasat" dari pihak-pihak tertentu terkait kenaikan harga saham ini. Hal tersebut memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan investor ritel.

Terlebih lagi, saham DADA memiliki sejarah volatilitas yang sangat tinggi, di mana pada tahun 2025 lalu harga sahamnya pernah terbang hingga ratusan persen sebelum akhirnya ambrol kembali ke level Rp50.

Meskipun harga sedang terbang, investor sangat diimbau untuk bersikap rasional dan berhati-hati. Terdapat beberapa fakta fundamental dan historis yang perlu dicermati:

  1. Struktur Kepemilikan Saham: Saat ini, porsi kepemilikan publik pada saham DADA tergolong sangat besar, mencapai 69,93%. Sementara itu, pengendali utama, PT Karya Permata Inovasi Indonesia (KPII), hanya memegang sekitar 29,6%. Tingginya porsi saham di tangan publik membuat harga sangat rentan terhadap manipulasi spekulatif dan volatilitas tinggi tanpa penopang fundamental.
  2. Riwayat Divestasi Pengendali: Berdasarkan data historis, pengendali (KPII) pernah melakukan aksi lepas saham (divestasi) besar-besaran sebanyak 2,14 miliar lembar saham pada saat harga DADA mencapai puncaknya di Oktober 2025. Hal ini menyebabkan porsi kepemilikan KPII menyusut tajam dari semula 69,58%.
  3. Isu Operasional: Perseroan sempat diterpa isu miring terkait alamat kantor operasional yang tidak lazim di wilayah Depok, meskipun manajemen telah memberikan klarifikasi resmi bahwa kegiatan operasional berpusat di Dave Apartment.

Penambahan Investor Ritel Secara Masif

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah pemegang saham DADA terus mengalami peningkatan.

Per 30 November 2025, jumlah investor tercatat sebanyak 73.893 orang, naik lebih dari 3.400 investor dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

Lonjakan jumlah investor ritel ini sering kali sejalan dengan peningkatan volatilitas harga di pasar reguler.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MKNT Raih Pinjaman Jumbo Rp822 Miliar, Duitnya Mau Dipakai Ekspansi Bisnis Baru

MKNT Raih Pinjaman Jumbo Rp822 Miliar, Duitnya Mau Dipakai Ekspansi Bisnis Baru

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 14:28 WIB

Target Harga ANTM, Mayoritas Analis Berikan Masukan Terbaru Hari Ini

Target Harga ANTM, Mayoritas Analis Berikan Masukan Terbaru Hari Ini

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 13:26 WIB

IHSG Diprediksi Tembus 9.000, Ini Kunci dan Faktor Pendorongnya

IHSG Diprediksi Tembus 9.000, Ini Kunci dan Faktor Pendorongnya

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 10:47 WIB

Terkini

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:14 WIB

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:48 WIB

OCBC NISP Tebar Dividen Rp1,03 Triliun, Simak Rincian Hasil RUPST Terbaru!

OCBC NISP Tebar Dividen Rp1,03 Triliun, Simak Rincian Hasil RUPST Terbaru!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:46 WIB

Lowongan Kerja Bea Cukai Lulusan SMA Dipercepat Purbaya Jadi Bulan Ini

Lowongan Kerja Bea Cukai Lulusan SMA Dipercepat Purbaya Jadi Bulan Ini

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:39 WIB

H&M Umumkan 160 Toko Bakal Gulung Tikar di 2026

H&M Umumkan 160 Toko Bakal Gulung Tikar di 2026

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:29 WIB

CFX Dorong Kepercayaan Aset Digital Lewat Forum Diskusi CFX Connect Vol.2

CFX Dorong Kepercayaan Aset Digital Lewat Forum Diskusi CFX Connect Vol.2

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 15:11 WIB

Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz

Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:49 WIB

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:10 WIB

14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran

14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:02 WIB

Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah

Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:38 WIB