Harga Pangan Nasional Mayoritas Turun, Cabai hingga Beras Terkoreksi

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 08 Januari 2026 | 15:05 WIB
Harga Pangan Nasional Mayoritas Turun, Cabai hingga Beras Terkoreksi
Ilustrasi pedagang menata barang dagangannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pada Kamis (8/1/2026), harga mayoritas komoditas pangan nasional tercatat melemah berdasarkan data Badan Pangan Nasional.
  • Penurunan harga terdalam dialami komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang, mengindikasikan pasokan mulai membaik.
  • Beberapa komoditas seperti kedelai impor dan jenis ikan tertentu mengalami kenaikan harga, sementara harga minyak goreng turun.

Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional kembali menunjukkan tren pelemahan pada Kamis (8/1/2026).

Data panel harga pangan nasional yang dikelola Badan Pangan Nasional (BPN) mencatat mayoritas komoditas strategis mengalami penurunan harga dibandingkan hari sebelumnya.

Dari kelompok hortikultura, penurunan terdalam terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai merah besar turun Rp3.048 atau 7,44 persen menjadi Rp37.922 per kilogram.

Sementara cabai merah keriting melemah Rp2.471 atau 5,56 persen ke level Rp41.938 per kilogram.

Harga cabai rawit merah juga ikut terkoreksi. Rata-rata nasional komoditas ini turun Rp1.469 atau 2,53 persen menjadi Rp56.627 per kilogram. Penurunan harga cabai memberi sinyal mulai membaiknya pasokan di pasar.

Komoditas bawang juga bergerak turun. Harga bawang merah tercatat melemah Rp2.174 atau 4,81 persen menjadi Rp43.015 per kilogram.

Adapun bawang putih bonggol turun Rp769 atau 1,98 persen ke level Rp38.145 per kilogram.

Dari kelompok beras, hampir seluruh jenis menunjukkan tren penurunan. Harga beras premium turun Rp83 atau 0,53 persen menjadi Rp15.469 per kilogram, sementara beras medium melemah Rp36 atau 0,27 persen ke posisi Rp13.519 per kilogram.

Beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga ikut terkoreksi. Harga rata-rata nasional beras SPHP turun Rp24 atau 0,19 persen menjadi Rp12.442 per kilogram.

baca juga

Komoditas jagung tingkat peternak tercatat mengalami penurunan harga. Jagung turun Rp 59 atau 0,85 persen menjadi Rp6.904 per kilogram, yang berpotensi meringankan biaya pakan di sektor peternakan.

Pada komoditas protein hewani, harga daging sapi murni turun Rp853 atau 0,63 persen menjadi Rp134.737 per kilogram. Daging kerbau segar lokal juga turun Rp1.523 atau 1,08 persen ke level Rp139.310 per kilogram.

Harga daging kerbau beku impor tercatat melemah Rp590 atau 0,55 persen menjadi Rp107.457 per kilogram. Sementara harga daging ayam ras turun Rp184 atau 0,47 persen ke posisi Rp39.307 per kilogram.

Harga telur ayam ras juga bergerak turun meski terbatas. Komoditas ini tercatat melemah Rp 90 atau 0,29 persen menjadi Rp31.310 per kilogram.

Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami kenaikan. Harga kedelai biji kering impor naik Rp26 atau 0,24 persen menjadi Rp10.862 per kilogram.

Garam konsumsi juga tercatat naik Rp60 atau 0,52 persen ke level Rp11.575 per kilogram.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program MBG:  Bukan Pemicu Inflasi, Justru Jadi Mesin Ekonomi Rakyat

Program MBG: Bukan Pemicu Inflasi, Justru Jadi Mesin Ekonomi Rakyat

Bisnis | Kamis, 25 Desember 2025 | 21:49 WIB

Pusing! Pedagang Lapor Harga Pangan Melonjak di Nataru, Cabai Rawit Tembus Rp 80.000/Kg

Pusing! Pedagang Lapor Harga Pangan Melonjak di Nataru, Cabai Rawit Tembus Rp 80.000/Kg

Bisnis | Kamis, 25 Desember 2025 | 15:41 WIB

Apresiasi Ferry Irwandi, IKAPPI Usul Skema Distribusi Masif untuk Tekan Harga Pangan

Apresiasi Ferry Irwandi, IKAPPI Usul Skema Distribusi Masif untuk Tekan Harga Pangan

Bisnis | Kamis, 25 Desember 2025 | 14:10 WIB

Harga Pangan Nasional Turun Lagi Jelang Akhir Tahun, Beras hingga Telur Melemah

Harga Pangan Nasional Turun Lagi Jelang Akhir Tahun, Beras hingga Telur Melemah

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 12:37 WIB

Harga Cabai Rawit di Papua Pedas, Tembus Rp125 Ribu/Kg

Harga Cabai Rawit di Papua Pedas, Tembus Rp125 Ribu/Kg

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 13:15 WIB

Jelang Libur Nataru, Mayoritas Harga Pangan Nasional Kompak Melandai, Cabai dan Bawang Merah Turun

Jelang Libur Nataru, Mayoritas Harga Pangan Nasional Kompak Melandai, Cabai dan Bawang Merah Turun

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 12:45 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×