Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Bahlil Sengaja Tahan Produksi Batu Bara Jadi 600 Juta di 2026 Demi Harga Stabil

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 08 Januari 2026 | 16:37 WIB
Bahlil Sengaja Tahan Produksi Batu Bara Jadi 600 Juta di 2026 Demi Harga Stabil
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM akan merevisi RKAB 2026 untuk memangkas produksi batubara menjadi sekitar 600 juta ton.
  • Pemangkasan produksi batubara ini bertujuan utama menjaga kestabilan harga batubara di pasar global.
  • Selain batubara, produksi nikel 2026 juga akan dipangkas sesuai kebutuhan domestik guna pemerataan industri.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memangkas produksi batubara menjadi kurang lebih 600 juta ton pada 2026.

Langkah itu diambil untuk menjaga harganya tetap stabil. Tercatat produksi batubara nasional pada 2025 mencapai 790 juta ton. 

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan pemangkasan produksi akan dilakukan lewat merevisi rencana kerja dan anggaran biaya atau (RKAB) untuk 2026.  

"Yang jelas ya di sekitar 600 juta lah, sekitar itu-lah untuk batubara. Kurang lebih-lah. Bisa kurang, bisa lebih sedikit," ujar Bahlil saat menggelar konferensi pers Capaian Kinerja Tahun 2025 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026). 

Ilustrasi batu bara di Sungai Mahakam, Samarinda, Kaltim. [Ist]
Ilustrasi batu bara di Sungai Mahakam, Samarinda, Kaltim. [Ist]

Pemangkasan produksi itu bertujuan untuk menjaga kestabilan harga. Tercatat dari 790 juta ton produksi batubara pada 2025, sebanyak 65,1 persen atau 514 ton dimanfaatkan untuk ekspor. 

Lalu 32 persen atau 254 juta ton dimanfaatkan untuk keperluan domestik seperti listrik dan non-kelistrikan. Adapun 2,8 persen atau 22 ton sisanya dimanfaatkan sebagai stok. Bahlil menyebut secara global terdapat 1,3 miliar ton batubara yang diperdagangkan. 

"Nah, dari 1,3 miliar ton itu, Indonesia menyuplai 514 juta ton, atau setara kurang lebih sekitar 43 persen," kata Bahlil. 

Hal itu menurut Bahlil menyebabkan suplai dan demand tidak terjaga yang berdampak terhadap harga batubara. 

"Akhirnya harga batubara turun. Lewat kesempatan berbahagia ini, ESDM, sudah saya rapatkan dengan Dirjen Minerba, kita akan melakukan revisi daripada RKAB," ujarnya. 

baca juga

Selain batubara, pemangkasan produksi nikel untuk 2026 juga akan dilakukan. Namun untuk perkiraan angkanya masih dalam perhitungan. Bahlil memastikan akan disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri. 

"Nikel kami akan sesuaikan dengan kebutuhan industri. Itu nikel kita mau bikin pemerataan. Maksudnya adalah industri-industri besar mereka juga harus membeli ornikel dari pengusaha tambang," kata Bahlil. 

Dia menegaskan tidak ingin ada monopoli harga nikel, antara investor dan pengusaha di daerah harus berkeadilan. 

"Jangan ada monopoli, enggak boleh. Kita ingin investor kuat tapi juga pengusaha daerahnya juga kuat. Supaya ada kolaborasi. Itulah esensi sebenarnya hilirisasi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelanjutan Proyek PLTN Tinggal Tunggu Perpres dari Prabowo

Kelanjutan Proyek PLTN Tinggal Tunggu Perpres dari Prabowo

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 19:17 WIB

Genjot Lifting Migas, Prabowo Perintahkan Bahlil Segera Lelang 75 Wilayah Kerja

Genjot Lifting Migas, Prabowo Perintahkan Bahlil Segera Lelang 75 Wilayah Kerja

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 14:15 WIB

DME Batubara Groundbreaking Januari, Bahlil Minta Waktu Finalisasi dengan Danantara

DME Batubara Groundbreaking Januari, Bahlil Minta Waktu Finalisasi dengan Danantara

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 13:36 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×