Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161

Genjot Lifting Migas, Prabowo Perintahkan Bahlil Segera Lelang 75 Wilayah Kerja

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 07 Januari 2026 | 14:15 WIB
Genjot Lifting Migas, Prabowo Perintahkan Bahlil Segera Lelang 75 Wilayah Kerja
Pemerintah diminta mempercepat perluasan dan pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (Jargas) perlu segera diwujudkan. (Foto Ist).
  • Presiden menginstruksikan Menteri ESDM memperbanyak wilayah kerja migas untuk menggenjot produksi nasional.
  • Kementerian ESDM berencana melelang 75 wilayah kerja baru pada Februari mendatang untuk menambah produksi minyak.
  • Target lifting minyak 2025 sebesar 605 ribu barel per hari diyakini tercapai berdasarkan konsolidasi data KKKS.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memerintah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk menggenjot produksi minyak dan gas (migas) dalam negeri. Caranya, dengan memperbanyak wilayah kerja migas.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, perintah itu dilontarkan saat retreet kemarin di Hambalang. Bahlil pun diminta untuk mempercepat lelang wilayah kerja baru.

Saat ini, Kementerian ESDM tengah menyiapkan 75 wilayah kerja yang akan dilelang pada bulan Februari mendatang.

"Diharapkan pada bulan depan blok-blok tersebut sudah dapat dilelang guna mempercepat penambahan produksi minyak nasional," ujarnya yang dikutip, Rabu (7/1/2026).

Presiden Prabowo Subianto. (Ist)
Presiden Prabowo Subianto. (Ist)

Menurut Prasetyo, Kementerian ESDM telah berhasil mencapai target APBN 2025 produksi atau lifting minyak sebanyak 605 ribu bare per hari.

"Target lifting minyak pada tahun 2026 dapat diimplementasikan dengan sejumlah strategi, termasuk eksplorasi dan penemuan sekitar 75 blok minyak baru," imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian ESDM optimistis target produksi atau lifting minyak mentah 605 ribu barel per hari yang termuat dalam APBN 2025 akan tercapai.

Keyakinan itu disampaikan Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung dengan berkaca pada produksi minyak dalam negeri.  

"Jadi untuk capaian lifting 2025 kan kita lagi konsolidasikan. Target kita untuk tahun 2025 ini kan 605 ribu barel itu per hari. Jadi kan data akhir itu kan lagi dikonsolidasikan oleh SKK Migas. Insya Allah capaian 605 itu tercapai tahun ini," ujar Yuliot saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (2/1/2026). 

Untuk data pasti realisasi lifting minyak 2025, Yuliot menyebut, Kementerian ESDM tengah berkonsolidasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terkait dengan produksinya masing-masing yang merujuk pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). 

"Ini kita sudah konsolidasikan dengan perusahaan-perusahaan KKKKS bagaimana tingkat produksi masing-masing perusahaan KKKS, kan mereka ada RKAP," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DME Batubara Groundbreaking Januari, Bahlil Minta Waktu Finalisasi dengan Danantara

DME Batubara Groundbreaking Januari, Bahlil Minta Waktu Finalisasi dengan Danantara

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 13:36 WIB

Konsumsi Bensin Mudik Nataru Cuma Naik 0,9%, BPH Migas Ungkap Alasannya

Konsumsi Bensin Mudik Nataru Cuma Naik 0,9%, BPH Migas Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 14:20 WIB

Pipa Gas Milik TGI Alami Kebocoran, Berpotensi Berdampak pada Target Lifting 2026

Pipa Gas Milik TGI Alami Kebocoran, Berpotensi Berdampak pada Target Lifting 2026

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 13:54 WIB

Terkini

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 21:11 WIB

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:47 WIB

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:18 WIB

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:05 WIB

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:05 WIB

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:51 WIB

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:17 WIB