Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dolar AS Ganas, Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.832

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 09 Januari 2026 | 10:15 WIB
Dolar AS Ganas, Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.832
Ilustrasi rupiah dengan dolar (Freepik/8photo)
baca 10 detik
  • Rupiah melemah pada Jumat (9/1/2026) dibuka di Rp16.832 per dolar AS, berdasarkan data Bloomberg.
  • Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, kecuali Peso Filipina, Baht Thailand, dan Yuan Tiongkok menguat.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen dalam negeri dan penguatan dolar AS setelah data pekerjaan yang positif.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih belum bangkit dari pembukaan hari ini. Berdasarkan  data Bloomberg, rupiah di pasar Jumat (9/1/2026) dibuka pada  level Rp16.832 per dolar Amerika Serikat (AS).

Alhasil, rupiah melemah 0,20 persen dibanding penutupan pada Kamis  yang berada di level Rp 16.798 dolar AS. 

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.801 per dolar AS.

Saat ini pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Salah satunya, Yen Jepang mencatat pelemahan terdalam yakni 0,22 persen, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,18 persen. 

Diikuti, won Korea melemah 0,15 persen, dolar Singapura melemah 0,11 persen, ringgit Malaysia melemah 0,06 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,02 persen terhadap dolar AS.

Sedangkan peso Filipina, baht Thailand dan yuan China menguat terhadap dolar AS pagi ini dengan penguatan masing-masing 0,12 persen, 0,10 persen dan 0,03 persen. 

Ilustrasi Yuan [Unsplash/Timon]
Ilustrasi Yuan [Unsplash/Timon]

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,96, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 98,93

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah seiring dengan sentimen dalam negeri. 

Sebab, investor menunggu data indeks kepercayaan konsumen yang bakal diumumkan oleh Bank Indonesia.

baca juga

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yg kembali menguat setelah data-data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan. Investor menantikan indeks kepercayaan konsumen Indonesia siang ini," katanya saat dihubungi Suara.com

Kata dia, selain  faktor dari dolar AS , rupiah juga terbebani sentimen negatif domestik yang diantaranya prospek pemangkasan suku bunga BI dan kebijakan longgar pemerintah, defisit anggaran dan lemahnya permintaan domestik. 

"Untuk saat ini, hanya dolar AS yang masih bisa  menguat maupun melemah, dari domestik tidak ada perubahan besar yang diharapkan, jadi untuk Januari, rupiah masih akan tertekan. Range 16750-16850," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Perkasa di Selasa Pagi, Tembus Level Rp 16.781

Rupiah Perkasa di Selasa Pagi, Tembus Level Rp 16.781

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 09:41 WIB

Setelah Libur Panjang, Rupiah Ditutup Lesu di Level Rp 16.788

Setelah Libur Panjang, Rupiah Ditutup Lesu di Level Rp 16.788

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 15:52 WIB

Rupiah Alami Tekanan dari Kebijakan Pemerintah, Dolar AS Perkasa Tembus Rp16.773

Rupiah Alami Tekanan dari Kebijakan Pemerintah, Dolar AS Perkasa Tembus Rp16.773

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 09:42 WIB

Rupiah Terus Menguat, Dolar AS Melemah ke Level Rp16.765

Rupiah Terus Menguat, Dolar AS Melemah ke Level Rp16.765

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 15:54 WIB

Rupiah Masuk Zona Hijau, Dolar AS Kepanasan ke Level Rp16.772

Rupiah Masuk Zona Hijau, Dolar AS Kepanasan ke Level Rp16.772

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 09:56 WIB

Nilai Tukar Rupiah Ambruk Gara-gara Kredit Nganggur

Nilai Tukar Rupiah Ambruk Gara-gara Kredit Nganggur

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 18:52 WIB

Terkini

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 23:07 WIB

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 22:52 WIB

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 22:40 WIB

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 22:24 WIB

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

News | Senin, 20 Juli 2026 | 22:15 WIB

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

×