Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK

Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:51 WIB
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
Kementerian PU percepat pembangunan Huntara di Aceh Tamiang. [Pu.go.id]
Baca 10 detik
  • Kementerian Pekerjaan Umum sedang menggenjot pembangunan tujuh blok hunian sementara di Aceh Tamiang hingga progres 75 persen.
  • Menteri PU menegaskan komitmen mendukung BNPB dengan menyediakan hunian layak, air bersih, dan sanitasi bagi warga.
  • Huntara modular di Gampong Bundar akan menampung 84 Kartu Keluarga terdampak bencana dengan fasilitas lengkap.

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot pembangunan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Upaya percepatan ini dilakukan agar masyarakat bisa segera menempati hunian yang lebih layak dibandingkan tenda pengungsian.

Hingga awal Januari 2026, progres pembangunan huntara di Aceh Tamiang telah mencapai sekitar 75 persen.

Dari total yang direncanakan, sebanyak tujuh blok huntara ditargetkan tuntas pada Sabtu (10/1/2026).

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan, kementeriannya berkomitmen penuh mendukung penanganan bencana yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dukungan tersebut diwujudkan melalui percepatan pembangunan fasilitas hunian bagi warga terdampak.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo Dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI yang berlangsung di Aceh, Selasa (30/12/2025). (Istimewa)
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. (Istimewa)

“Kami berkomitmen untuk mensuport penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat. Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi,” terang Dody dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Pembangunan huntara di Aceh Tamiang direncanakan terdiri dari tujuh blok bangunan modular.

Setiap blok dirancang mampu menampung hingga 12 kepala keluarga (KK) dan berlokasi di Gampong Bundar, Aceh Tamiang.

Baca Juga: Tangani Bencana di Sumatera, Kementerian PU Sudah Kerahkan 1.709 Alat Berat

Dari tujuh blok utama tersebut, satu blok saat ini masih difungsikan sementara sebagai area penyimpanan material. Hal itu dilakukan karena posisinya berada di bagian depan kawasan huntara dan berbatasan langsung dengan jalan.

Secara keseluruhan, huntara Aceh Tamiang dirancang untuk menampung sekitar 84 KK atau sekitar 336 jiwa dalam satu lokasi terpusat. Setiap blok mampu menampung sekitar 48 orang selama masa tinggal sementara.

Kawasan huntara ini juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung. Di antaranya toilet komunal, instalasi listrik dan pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi untuk menunjang kebutuhan dasar warga.

Dari sisi teknis, pembangunan huntara menggunakan sistem bangunan modular dengan struktur rangka baja ringan. Sistem ini dipilih karena dinilai kuat, cepat dibangun, dan tetap memberikan kenyamanan bagi penghuni.

Tahapan pekerjaan meliputi pembangunan pondasi, pemasangan rangka modular, dinding dan atap baja ringan, hingga pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing atau MEP.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI