- Saham BBRI menjadi saham paling diborong investor asing dengan pembelian bersih Rp 644,4 miliar periode 5-9 Januari 2026.
- Optimisme investor didukung proyeksi pemulihan laba bersih BBRI melalui stabilitas biaya kredit dan ekspansi kredit.
- Oso Sekuritas merekomendasikan BUY untuk BBRI berdasarkan laba bersih November 2025 mencapai Rp 4,4 triliun.
Suara.com - Setelah sebelumnya sering menjadi target aksi jual, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kini justru menjadi primadona yang paling banyak diborong oleh investor asing sepanjang pekan pertama Januari, tepatnya pada periode 5 hingga 9 Januari 2026.
Dikutip dari data RTI pada Minggu (11/1/2026), emiten perbankan plat merah ini mencatatkan nilai beli bersih (net buy) asing mencapai Rp 644,4 miliar di pasar reguler.
Angka ini menempatkan BBRI di posisi teratas daftar belanja asing, melampaui saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang mencatat net buy Rp 627,9 miliar dan PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 489,8 miliar.
Sentimen positif ini turut mendukung performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada penutupan Jumat (9/1/2026) berhasil mendarat di level 8.936,7 atau menguat tipis 0,13%.
Sepanjang tahun berjalan 2026, total dana asing yang masuk ke bursa domestik telah menyentuh angka Rp 3,09 triliun.
Oso Sekuritas melalui Equity Market Outlook 2026 menetapkan BBRI sebagai salah satu saham pilihan utama tahun ini.
Optimisme ini didasarkan pada indikasi pemulihan laba bersih perseroan dalam jangka menengah.
Sebelumnya, performa laba BRI sempat tertekan akibat penebalan pencadangan (provisi) serta penyempitan margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM).
Analis memproyeksikan beberapa katalis positif bagi BBRI ke depan:
Baca Juga: Membedah Rekor Pertemuan Persib Bandung vs Persija, Siapa Lebih Jagoan?
- Stabilitas Biaya Kredit: Cost of Credit diperkirakan akan terjaga di level 3,2%.
- Ekspansi Kredit: Pertumbuhan penyaluran kredit diprediksi mampu mendekati angka 10%.
- Normalisasi Biaya Dana: Margin bunga bersih diharapkan meningkat seiring dengan terkendalinya biaya pendanaan (cost of fund).
"Dengan pertimbangan tersebut, kami merekomendasikan BUY untuk saham BBRI dengan target harga dalam 12 bulan ke depan berada di level Rp 4.230," tulis Oso Sekuritas dalam laporannya.
Dari sisi fundamental, BBRI secara mandiri (bank only) membukukan laba bersih sebesar Rp 4,4 triliun pada bulan November 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 3% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).
Secara kumulatif, laba bersih bank only BBRI untuk periode Januari hingga November 2025 tercatat sebesar Rp 45,4 triliun.
DISCLAIMER: Artikel ini disusun hanya untuk kepentingan informasi dan pendidikan, bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual instrumen investasi apa pun. Setiap keputusan investasi di pasar modal sepenuhnya berada di tangan investor dengan segala risiko yang menyertainya. Pembaca sangat disarankan untuk melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional.